17. Kunjungan Dadakan

630 58 21
                                        

" Silahkan, bu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Silahkan, bu." Jaehyun mempersilahkan Irene duduk di sofanya.

" Terima kasih." ucap Irene. Hingga kini, wanita itu masih berusaha mencerna semuanya. Ada banyak yang ingin ia tanyakan pada sang anak. Begitu pula dengan pria tampan dan matang di hadapannya ini.

" Saya siapkan minum dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Saya siapkan minum dulu." Jaehyun permisi, untuk membuatkan Irene teh hangat.

Begitu Jaehyun pergi, Karina langsung menghampiri Irene.
Dia ikut duduk di samping mamanya itu.

" Ma! Aku bisa jelasin!!"

" Apa? Coba jelasin sama mama. Mama bingung. Dia itu siapa dan apa yang kamu lakukan disini??"

" Oke. Aku jelasin. Jadi dia itu rekan bisnis atasan aku, ma."

" Terus???"

" Aku ada disini karena aku lagi ada urusan sama dia."

" Ada urusan apa seorang pegawai baru sama petinggi perusahaan, hmm?"

" P-pokoknya ada, maaa. Urusan kerjaaan."

" Urusan kerjaan yang kamu maksud tuh...itu?" Irene nunjuk celemek Karina.

" B-bukan, ma! Ini tuh tadi aku habis bantuin Pak Jaehyun!"

" Bantuin masak? Tadi katanya urusan kerjaa. Kamu gimana, sih?"

AH CELEMEK SIALAN!
Bikin tambah runyem aja lo!!!

" Kamu ngaku, deh. Kalian ada hubungan apa, hah?!"

" Nggak ada maa! Sumpahh!"

" Jadi kamu masih pacaran sama Mark???"

" Masih!!"

" Terus, Mark tahu kamu ada disini?"

" S-soal itu--

Irene sudah bisa menebak jawabannya dari ekspresi gugup Karina.
" Karinaaaaaa. Kamu jangan macem-macem, ya!!!!"

" Sumpah ma! Aku sama Pak Jaehyun nggak ngapa-ngapain!!"

Duda Lantai Lima [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang