40. Akhirnya (END)

292 20 1
                                        

" Fyuh." Karina gatau udah berapa kali dia menghela napas.
Semua sudah siap secara matang. Mulai dari gaun, make up, rambut, sepatu, semuanya sudah dibuat sesempurna mungkin.
Saking sempurnanya, Suho dan Irene tidak berhenti memandangi kecantikan sang anak.

" Kamu cantik sekali sayang." Irene menyentuh punggung tangan Karina dengan tatapan penuh haru. " Ya, kan pa?"

" Iya, Karina. Kamu cantik sekali." puji Suho juga.

" Makasih, ma, pa."

Hari ini adalah hari yang paling ia dan Jaehyun tunggu-tunggu.
Hari pernikahan mereka.
Yang Karina tahu, diluar sudah ada banyak sekali tamu undangan yang datang. Mulai dari orang-orang penting dari sisi Jaehyun, begitu pula orang-orang penting dari sisi Suho. Para wartawan pun diundang untuk meliput acara pernikahan Karina dan Jaehyun.
Untunglah Jaehyun menyewa gedung pernikahan yang sangat besar. Tentunya dengan harga yang sangat mahal.
Tempat dan dekor disesuaikan dengan permintaan khusus dari Karina. Jadi pernikahan ini sangat sesuai dengan wedding dream Karina.
Kalau kata Jaehyun " semuanya terserah kamu, saya ikut saja."
Bahkan Jaehyun sempat menawarkan Karina untuk mengundang para artis ternama, tapi Karina menolak.
Yakali heboh banget. Undangan yang sekarang aja udah kebanyakan menurut Karina :"
Ditambah mau undang artis segala.
Agak gimana gitu ya.
Mending duitnya disimpen buat kehidupan rumah tangga nanti. Walaupun Jaehyun udah konglomerat kan tetap gaboleh berlebihan.
Begitulah kira-kira logikanya Karina.

" Mama nggak nyangka hari ini tiba. Anak kesayangan mama yang dulunya manjaa banget, sekarang udah mau nikah. Ga kerasa ya? Perasaan baru kemarin deh kamu nangis-nangis minta dibeliin rumah barbie?"

Karina tersenyum sendu.

" Bisa liat kamu menikah sama orang yang kamu cintai tuh mama rasanya senenggg banget."
Tangan Karina digenggamnya erat, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Waktu pertama kali kamu lahir di dunia, mama dan papa bahagianya bukan main. Kamu hadir di tengah-tengah kami dengan kelakuan kamu yang lucu dan menggemaskan. Kamu yang kecil dan sangat rapuh, membuat mama dan papa sangat menjaga dan melindungi kamu. Waktu kamu sakit, mama khawatir dan nangis berhari-hari. Mama takut kamu kenapa-napa. Tapi untung ada papa kamu yang nenangin mama dan bilang kalau kamu akan baik-baik aja.
Hingga waktu terus berjalan, kamu mulai tumbuh jadi gadis remaja yang cantik, yang punya kepribadian ceria. Kamu yang disukai dan dicintai banyak orang.
Hingga sampai detik ini pun, kamu masih jadi Karina yang mama kenal."
Irene sudah berusaha keras menahan air matanya supaya tidak jatuh.
Tapi semakin lama ia menatap pengantin cantik di hadapannya ini, semakin ingin dia menangis.
" Dan hari ini,...jadi hari terakhir kamu jadi anak manjanya mama dan papa. Hari dimana kamu akan tinggal di rumah yang baru dan dengan kehidupan yang baru."

" Ma..."

" Karena mama dan papa sayang sama kamu, kami ga mau kamu bersedih hati, kami mau lihat kamu bahagia.
Jadi, apapun pilihan kamu yang membuat kamu bahagia, kami akan dukung dengan sepenuh hati. Kami harap pernikahan kalian selalu bahagia ya sayang?"

Tangis Karina ikut pecah karena Irene berbicara seperti itu. Dia langsung memeluk mamanya sambil menangis.
" Ma, pa, makasih ya selama ini udah sayang sama aku, ngejagain aku. Makasih selama ini udah kasih aku banyak kebahagiaan. Maaf kalau aku banyak bikin salah. Maaf kalau aku banyak nyusahinnya."

" Kami sama sekali nggak merasa disusahkan, sayang. Kamu itu harta kami yang paling berharga." ucap Suho sembari mengusap kepala Karina dengan lembut.

" Kami sangat bangga sama kamu karena kamu sudah tumbuh jadi perempuan yang hebat, yang kuat. Kami minta maaf soal Mark. Kami gatau kalau dia menyakiti hati kamu. Kami minta maaf kamu harus melewati semua ini sendirian."

" Maa, udah. Gapapa. Yang penting sekarang aku udah bahagia sama Jaehyun. Aku mau nikah sama Jaehyun. Aku yakin, Jaehyun adalah pilihan terbaik aku."

Irene mengangguk, lalu mengusap air matanya.
" Mama dan papa percaya sama kamu. Sama Jaehyun juga."

Duda Lantai Lima [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang