Zaskia memasuki bangunan sehingga sorot mata menatap beberapa pasien yang tampak menyaksikan acara televisi di lantai bawah. Dia segera mempercepat langkahnya untuk memasuki sebuah ruangan VIP yang terletak di lantai dua. Namun, sorot mata Zaskia seketika memindai sembari menggenggam keranjang berisi buah akan tetapi ia tidak menemukan keberadaan Justin.
Namun secara tiba-tiba seorang perawat masuk sembari merapikan tempat tidur yang tanpak sangat kosong . “Nurse, pasien yang berada di sini kemana? Bukannya dia baru bangun dari masa kritis? Apa mungkin dia udah di pulangkan?” perawat bernama Mia pada akhirnya berbicara. “Pasien yang menempati ruangan ini. Pihak pasien memilih memindahkan di rumah sakit lain.”
Zaskia mendengar hal itu seketika berdiri mematung pada akhirnya memilih pergi dari ruangan itu sembari mencoba menghubungi Jordan. Namun, panggilan itu tidak di jawab oleh Jordan sehingga membuat dia khawatir dan seketika Zaskia merasa bersalah pernah menyuruh Justin bunuh diri. Walaupun begitu Zaskia bakal meminta maaf kepada Tante Tania karna membuat Justin terluka.
Zaskia memilih pulang ke rumah sembari meletakkan keranjang buah secara asal di meja sehingga membuat Keenan merasa heran. Namun ketika pria itu mau mengatakan sesuatu sosok itu udah memasuki kamar sembari membanting pintu. Keenan memilih pergi ke kamar adiknya soalnya perasaannya tidak enak. “Zaskia, apa yang Lo lakukan?” Teriak Keenan sembari mendekati remaja yang hendak melukai pergelangan tangannya dan Keenan merebut pisau itu.
“Lo, Kenapa ikut campur urusan gue. Sini kembalikan pisau nya. Karna gue udah tidak tahan hidup. Sebab, Justin tiba-tiba pergi.” Keenan mendengar hal itu memilih bertanya. “Apa yang Lo lakukan ke Justin. Sehingga Tante Tania dan om Alex nggak mengizinkan. Tolong kasih tau gue sejujurnya?”
Zaskia seketika terdiam sembari bingung tapi pada akhirnya dia bilang. “Gue pernah nyuruh Justin bunuh diri? Namun ternyata Justin mengabulkan. Gue beneran merasa bersalah pernah membuat cowok setulus Justin kecewa.” Keenan tentu saja hanya menggeleng kepala sembari melotot ke arah Zaskia. “Gue beneran tidak menyangka Lo tega banget. Jadi Lo mau bunuh diri karna Justin.”
Zaskia memilih menghubungi Jordan berharap panggilannya di angkat saudara kembar Justin soalnya ia mau meminta maaf. Jordan seketika hanya menatap ke arah ponsel sembari memperlihatkan kepada orang tua nya yang menemani Justin yang terbaring lemah di ranjang. Jordan pada akhirnya mengangkat video call itu setelah Tania maupun Alex menyetujui.
“Jordan, gimana keadaan Justin. Gue beneran bersalah membuat dia bunuh diri. Semoga dia baik-baik saja Lo bisa kirim foto Justin.” Jordan tentu saja menyorotkan kamera ke arah ranjang yang di sana terlihat remaja terbaring lemah dan tampak sangat kurus. “Jordan, Lo bisa kasih info Justin di rawat di mana. Gue beneran sedih banget dia kelihatan kayak kesakitan.”
Jordan tentu saja bertanya kepada orang tua nya. “Mama, papa, Zaskia boleh datang kesini. Apalagi dia udah bilang merasa bersalah?” Tania memilih menggagukan kepalanya pada akhirnya berkata. “Kamu kasih tau saja. Soalnya mama lihat Justin kayak gitu jadi kasian banget. Apalagi dia sangat menyukai Zaskia sejak kecil?”
***
Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa dua tahun telah berlalu di sebuah ruangan terlihat seorang laki-laki berusia sekitar dua puluh tahun melukis di kanvas. Namun, sorot mata dia menatap tajam ke arah sebuah karya seni yang menjadi pusat perhatian dia dan akhirnya berdiri dari tempat duduknya. “Wah, lukisanmu bagus banget? Tolong berlatih sangat rajin?”
Seorang anak perempuan yang usianya sekitar sepuluh tahun mengetahui lukisannya di puji. “Karna mimpiku pengen kayak kak Justin.” Justin seketika merasa puas lantaran bisa membuka studio sekaligus memberi pelajaran untuk anak-anak. “Lea, kamu pasti lapar ya. tunggu sebentar kak Justin mau buat sesuatu?”
Lea memilih memoles lukisan yang berupa hamparan rerumputan serta langit biru yang tampak sangat tidak nyata. Justin tentu saja menyiapkan beberapa snack beserta minuman untuk anak-anak yang berada di studionya tapi secara tiba-tiba ponselnya berdering. “Mama, ngapain nelpon Justin. Padahal Justin udah sehat masih di perhatikan. Apalagi Justin malu diperlakukan seperti anak kecil?”
Tania Mendengar ucapan Justin seketika hanya tertawa kecil. “Mama udah paham kamu udah sehat. Cuma mama pengen minta kamu beliin mama makanan. Apalagi hari udah sore kamu pasti udah selesai. Soalnya tadi mama nelpon Jordan dia bilang sibuk?” Justin mendengar kalau Jordan sibuk seketika tertawa kecil. “Jordan, lagi kencan sama calon menantu mama. Oke nanti Justin beliin. Mama, udahan dulu ya?”
Tania mematikan panggilan itu sembari menyiapkan sesuatu yang lezat untuk makan malam bersama keluarga. Di samping ada bik Tinah serta Zaskia terlihat sibuk memotong daun bawang. Beberapa saat kemudian, Justin pulang sembari membawa pesanan Tania dan meletakkan di meja.
Zaskia melihat kehadiran Justin seketika langsung meloncat ke tubuh Justin dan melingkarkan tangannya ke leher Justin. “Zaskia, Lo ngapain udah kangen sama gue. Lo buruan turun badan gue pegel banget. Zaskia, gimana kuliah Lo apa baik-baik saja.” Zaskia pada akhirnya turun tapi sebelum melakukan mencium pipi Justin. “Gue baik-baik saja. Coba Lo tebak tadi gue punya pengalaman apa.”
Justin hanya menggelengkan kepalanya menampilkan ekspresi tidak paham. “Justin, Lo bisa ikut,’kan. Leon mau bikin pertemuan sembari mengenang jaman kita SMA. Lo boleh ajak Jordan?” Justin seketika menatap ke arah Tania tapi wanita paruh baya itu. “Justin, kalau misalnya kamu mau datang mama izinkan. Karna kamu juga udah sehat apalagi mereka semua teman-temanmu.”
Justin mendengar hal itu tentu saja merasa bahagia dan sesekali melihat masakan yang berada di panci. Tania tentu saja menuangkan sup ayam ke mangkuk sembari memberikan kepada Justin. “Kamu mau coba? Zaskia mau pulang sekarang apa nanti? Biar Justin yang anterin kamu.” Justin seketika menatap wajah Tania. “Mama, Justin lagi capek. Zaskia, kan bisa pulang sendiri ngapain harus Justin antar?”
***
“Justin, sekarang udah malam. Padahal dulu kamu bucin sama Zaskia. Kenapa kamu jadi kayak orang berbeda sejak operasi satu tahun yang lalu. “Tania memegang tangan Justin ketika melihat remaja itu hendaknya pergi dari sana dan pada akhirnya menoleh. “Justin, masih sama? Kenapa sih mama maksa. Apalagi Zaskia bisa naik taksi atau mama saja yang nganterin Zaskia?”
Zaskia memilih pulang sendiri setelah melihat pertengkaran antara Justin dengan Tante Tania dan ia mengambil tas lekas keluar dari bangunan itu. Sedangkan di ruangan itu masih terdengar suara Justin beradu mulut dengan Tania. “Justin, masih suka Zaskia? Cuma itu Justin lagi capek seharian di studio? Oke, Justin antar Zaskia?” Justin mengambil jaket pada akhirnya mengemudi mobil sembari mencari keberadaan Zaskia.
Dia segera menepikan mobilnya ketika melihat seorang wanita yang ia kenal berjalan seorang diri dan membuka jendela. “Zaskia, ayo masuk? Biar gue anterin pulang?” tanya Justin sembari mempersiapkan Zaskia dan selama di perjalanan mereka bergantengan erat. “Zaskia, mau makan dulu? Apa mau ke bioskop?”
“Gue pengen ke bioskop? Apalagi di sana ada film baru rilis? Justin, kamu mau menonton film genre apa?” Zaskia mengajukan pertanyaan kepada Justin ketika udah sampai sembari membawa minuman dan pop corn. “Film horor saja?” Zaskia mendengar hal itu seketika menyikut lengan Justin dengan sangat keras.
Justin seketika tersadar pada akhirnya memilih berganti genre romance soalnya Zaskia paling takut nonton film horor. Kedua pasangan kekasih itu duduk berdekatan sembari memakan pop corn satu untuk berdua tapi secara tiba-tiba tangan Zaskia memegang Justin. Justin cuma diam mematung sembari menonton setiap adegan mereka pada akhirnya melakukan ciuman.
Tamat
Gaes akhirnya cerita tamat juga tapi kisah Justin dan Zaskia masih berlanjut tapi di versi cerita Leon dan Natasha. Kalian pasti penasaran sini author kasih tau di cerita Leon dan Natasha latarnya dua tahun kemudian dari cerita ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternally yours (END)
Teen Fictioncerita ini akan di update setiap hari Selasa dan Jumat. Justin Sebastian Orlando, seorang laki-laki yang selalu tersenyum lebar hingga di juluki sebagai sosok yang humoris. namun, siapa sangka dia menyimpan sebuah rahasia tentang apa yang sebenarnya...
