Bibir keduanya menempel, tidak ada lumayan. Hanya menempel, mata keduanya terkunci. Menikmati indah wajah mereka dengan perut yang tergelitik. Mereka tertawa, merasa malu. Entah lah, hahaha.
Brak!
"Rion.." ucap seorang yang baru datang.
~~~~~
Tekukan wajah caine mengundang desis dari mulut Rion, pipi gempil nya Rion jawil gemas mengundang atensi si manis yang kian cemberut. Air wajah Rion seakan mengatakan permohonan maaf akan hal yang mengganggu waktu mereka.
"Kenapa?" Tanya Rion yang mengalihkan atensinya pada seseorang yang duduk di antara dia dan caine setelah menyeret kursi dari meja lain.
"Para orang tua sudah sampai, mereka sudah menunggu di luar"
"Maksudnya?" Caine yang semula tidak minat bergabung dalam pembicaraan kini mulai penasaran.
"...."
"Aku yang mengundang mereka untuk bergabung, sayang" jelas Rion
Caine berdecak, "jadi sebenernya ini itu dinner kita atau acara makan keluarga rionnn..." Matanya bergulir malas.
"Mungkin bisa dibilang begitu...?"
"Makan keluarga maksudnya?"
"Hmm"
Caine mendengus, pundaknya merosot seperti tidak punya semangat. "Terus kenapa gin ada disini?"
Gin menggaruk-garuk tengkuk lehernya canggung, "acara keluarga.." cicitnya
"WHAT! Ini namanya bukan acara keluarga, tapi ACARA KELUARGA"
Gin menutup cuping telinganya, buset kaya toa.
"Memangnya kamu keberatan? Untuk meramaikan acara kita makanya aku mengundang semuanya, tidak apa-apa kan sayang?"
Caine menatap Rion pasrah. Sial, suara halus itu seakan menghipnotisnya agar selalu menjadi seseorang yang penurut.
"Yaa.. gapapa kok. Tapi lain kali kamu bisa bilang langsung ke aku loh, sayang. Biar aku ngga ngang-ngong kayak orang goblog"
"Sorry honey..." Satu kecupan dibubuhkan pada kening sang kekasih.
"Ekhem!" Gin alihkan pandangannya menghindari tatapan sinis si surai merah.
"Tolong panggil mereka masuk gin"
Setelahnya pintu besar yang penuh ornamen itu terbuka lebar, baris iring-iringan orang itu terlihat seperti kambing yang di arahkan untuk masuk kedalam kandang. Ya itu yang caine pikirkan, durhaka memang.
"Silahkan duduk wahai hadirin, perkenalkan saya gin yang akan memandu acara pada malam hari ini"
"Najis..." Gumam caine
"Untuk memulai acara pada malam hari ini, mari kita persilahkan pada bapa kenzo untuk memberi sambutan"
Rion terkekeh geli melihat tingkah gila gin dan semakin melebarkan senyumnya saat melihat sang papa yang mengikuti alur yang dibuat pria diatas altar kecil disana.
"Emang ini acara apa sih, sayang?"
Rion alihkan atensinya pada caine yang terlihat kebingungan, "secret"
"Yon..."
"Masa diberitahu sih, nanti tidak kejutan dong.."
Caine terjengit kaget saat suara echi berteriak kencang menyerukan ketidaksetujuan atas ucapan gin yang terlihat terbahak-bahak.
Mengusap pelan cuping telinganya yang berdenging akibat lengkingan mematikan si gadis bersurai ungu.
"APA LO BILANG TADI!?" Ditunjuknya gin yang semakin semangat menjahilinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
{END} mine
Teen Fiction"Gw tau siapa Lo sebenarnya" Tatapan tajam si surai merah berikan pada pria didepannya. Sedangkan yang ditatap terkekeh sambil mengangguk kecil. Kedok yang selama ini dia sembunyikan diketahui oleh si surai merah, susahnya untuk hanya sekedar menye...
