44

372 48 5
                                        

Gunungan kayu di susun ditengah tanah lapang yang jauh dari perkotaan. Sebuah beton bergerigi berdiri gagah ditengah-tengah tumpukan kayu tersebut.

Tin~ tin~

Suara mobil yang dimundurkan mendekati beberapa orang berjas hitam yang berdiri didekat tumpukan kayu.

Klack!

"Seret dia dan taruh diatas sana" tunjuk caine setelah pintu mobil terbuka.

"SÌ bos!"

Bruk!

Suara hantaman antara tubuh yang beradu dengan tanah membuat caine tersenyum tipis.

"ARGH!" Jerit pilu sang korban yang merasakan sakit pada punggungnya yang tertancap gerigi tajam dan panjang beton dibelakang.

Darah mengalir membasahi beton hingga menetes pada kayu-kayu dibawahnya.

Caine tertawa, terbahak sebab menikmati ekspresi wajah Hanny yang semakin mendekati ajalnya.

"Sayang.."

Sebuah lengan melingkar pada pinggangnya, mengusap lembut dan dapati kecupan pada surai nya. Caine hanya bergumam, tak memalingkan sedikitpun pandangannya dari beberapa orang yang kini tengah menuangkan bahan bakar pada kayu-kayu disana.

Dan pada hitungan ketiga sesuai komandonya,  kobaran api menyala membakar kayu-kayu itu hingga membuat Hanny seperti daging panggang.

Meraung, itu yang hanya Hanny bisa. Sebab untuk meronta saja ia tak mampu, yang ada hanya sakit karena gerigi itu akan semakin mengoyak tubuhnya.

"Malang sekali hidupmu, bahkan sampai mati pun kau tidak berguna. Karena hewan peliharaan ku sekalipun tidak suka daging mu walau sudah dipanggang."

Rion terkekeh mendengar ucapan caine, "apakah sudah puas?" Mengusap kepala caine lembut.

"Belum"

"Hm? Mengapa begitu?"

"Karena dia belum gosong"

"Tapi kamu harus istirahat karena masih dalam tahap recovery"

Caine melirik sinis, "kamu pikir aku selemah itu?"

"Tidak.. bukan begitu. Lagi pula biarkan mereka yang melanjutkan, bila perlu aku suruh mereka untuk mendokumentasikan hingga wanita itu sudah menjadi abu"

Caine memutar matanya malas, "ga perlu segitunya juga sih"

Nyeri terasa sekilas pada bekas luka di pundaknya. Sedikit menunduk sembari menyenderkan kepalanya sejenak pada dada bidang yang lebih tua. Mengatur napasnya yang memburu sebab teringat kejadian yang telah berlalu, semuanya terasa menjengkelkan namun tak buat dia kalah.

"You okay?" Suara berat tunangannya membuat ia mendongak dan menatap garis rahang Rion yang tegas. Usapan lembut ia berikan dengan tangan kanan yang ia paksa terangkat ke atas.

"I'll be fine if u here right?"

Kekehan lembut mengalun dari bibir yang lebih tua "Sure, kamu aman bersama ku" kecupan ringan Rion bubuhkan pada kening Caine yang tersenyum dengan mata terpejam.

"I lov- " ucapannya terhenti saat Rion menempelkan telunjuk besar peria itu pada bibir pucat miliknya.

"Ssstt... Tidak, jangan ucapkan kata cinta terlebih dulu sebelum aku. Karena kamu lah yang harusnya mendapatkan kata cinta itu dari mulutku dan hatiku terlebih dahulu"

Caine makin melebarkan senyumnya, bergumam kecil sembari mengangguk singkat.

"Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu"

Keduanya tertawa terbahak-bahak, merasa lucu sebab mengutarakan cinta tanpa tahu situasi. Ditengah kerumunan orang yang tengah menyaksikan orang yang tengah dibakar, mereka saling memangut lidah dengan lembut, penuh kasih sayang dan penuh cinta.

Hidup memang bukan hanya tentang bagaimana bertahan tapi juga mencari pegangan. Karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Seperti keduanya yang saling membutuhkan, entah itu kerja sama, pertemanan dan bahkan kisah romansa yang menyatukan mereka, saling menguatkan dan yang paling perlu digarisbawahi adalah saling mencintai.


........




Tok! Tok!

Suara pintu yang diketuk kasar membuat beberapa orang disana menghela napas berat.

"BUKA PINTUNYA! GW MAU KETEMU RION! GW KANGEN TUNANGAN GW!"

"BRISIK! BARU SEHARI DIPINGIT GA USAH LEBAY! BESOK LO NIKAH!" Sahut gin jengah.

Suara ketukan pintu hilang, diganti suara lemah Caine yang setengah memohon "kalo gitu biarin gw telfon dia kek atau ga video call" suaranya parau, sirat akan frustasi. Banyangkan saja dia dikurung di kamar seharian tanpa ponsel, atau perangkat elektronik lainnya yang bisa dia gunakan untuk menghubungi calon suaminya itu.

"Terima aja, atau kalo ga pernikahannya batal" balas gin pedas.

"Tai lu..."

"Calon pengantin ga boleh ngomong kasar, kalo kata orang nanti malem pertamanya dua kali lebih sakit" sebenernya gin asal aja sih, dia mana ngerti gituan.

Caine berdecak, "dua kali lebih sakit.. orang udah jebol duluan" gumamnya.

"Gimana?" Tanya gin tak mendengar apa yang Caine katakan.

"G"

"Ga waras Lo!" Sewot gin sembari menunjuk pintu kamar Caine yang tertutup rapat.

"Udah lah, ga usah ditanggepin. Cape sendiri nanti" sahut krow

Gin berdecak, beranjak dari duduknya dan keluar menuju halaman belakang.

"Udah gila emang tuh dia orang" ujar krow mantap

"Lu juga" sahut garin

"Ngehe lu!"

Sahat hendak menjawab ucapan krow garin terdiam. Tidak, bukan hanya garin tapi semuanya yang ada disitu diam karena teriakan gin di halaman belakang.

"WOY! MAU KEMANA LU! LU PIKIR BISA KABUR LEWAT BELAKANG! JANGAN HARAP!!!"

Mereka saling pandang dan menghela napas.

...

Sedangkan di lokasi lain, tepatnya rumah Rion. Hanya terdengar suara tawa ringan di iringi percakapan penuh bobot.

"Jadi, setelah ini perusahaan akan sepenuhnya kau pegang"

Rion mengangguk singkat " Iya ayah, tenang saja"

"Ayah percaya padamu, jangan kecewakan kami. Jaga Caine bukan karena dia orang yang kamu cintai, tapi jaga dia karena dia juga orang yang dicintai orang tuamu"

"Pasti, Rion tidak berjanji, tapi akan Rion buktikan hari ini, besok, bahkan seterusnya nanti"

"Ayah bangga padamu, ahhh, maksudnya kami berdua bangga padamu" ujar ayah sembari menatap ibu yang hanya mengulas senyum tipis.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

_END_

Yippiii, akhirnya selesai juga. Maaf ya teman teman ngaretnya sampe udah ganti tahun. Tapi bener deh, aku mentok banget sama alurnya kemarin. Dan karena kesibukan rl yang gang geng gong. Makanya hiatus lama.

Oh iya karena book ini udah selesai, kalian ada saran cerita seperti apa ga? Tapi mungkin ga rioncaine lagi. So sorry. Soalnya biar lebih aman aja.

Gimana kabarnya semuaaa, Miss u guyss huhuhu. Btw jangan lupa vote yah miaw miaw aku🤏

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

{END} mineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang