Detik demi detik, jam demi jam dan hari demi hari silih berganti.
Pukul 08.00 pagi
Jari-jari lentik milik pria yang terlelap di atas ranjang bergerak perlahan. Mengerjapkan matanya yang dengan perlahan terbuka menyesuaikan bias cahaya yang masuk lewat jendela kamar.
Ia mendesis merasakan nyeri pada pundak dan dadanya. "Sakit banget tai..." Ucapnya belum sadar terdapat selang infus pada tangan kanannya.
Suara pintu terbuka menampilkan seorang pria tegap dengan pakaian jas hitamnya, "sayang!?" Ujarnya kaget
"Iyonn.." sahutnya kala pria itu mendekat, memeluknya erat.
"Miss you so bad, honey..." Rion bubuhkan satu kecupan pada pucuk kepala caine yang terlihat bingung.
"Aku kenapa?" Tanyanya penuh heran.
"Kamu lupa?" Sahut Rion yang balas bertanya.
"Apa sih? Lupa apa?"
Rion mengerutkan keningnya, "dokter tidak mengatakan jika efeknya adalah hilangnya separuh ingatan?" Gumamnya lirih.
"Sayang?"
Rion tersadar, "oh!? Itu, kamu terkena serangan panik"
"Cuma itu?" Tanya caine memastikan.
"Ya.. tidak sih. Kamu terkena luka tembak pada dada dan pundak mu. Makanya kamu tidak sadarkan diri 2 hari" jelas Rion sambil menyodorkan segelas air putih sembari membantu caine duduk.
"Kamu lupa malam itu? Padahal itu malam indah kita... Sayang sekali" jawab Rion sedih.
Caine mengerjap, malam indah? Tapi malam indah apa yang bikin dia ga sadarkan diri 2 hari? Kena tembak pula.
Bayangan caine :
https://privatter.net/p/11535228
Hint:
-penyanyi
-tanpa spasi
-dua kapital acak
Alternatif :
https://trakteer.id/BilLauw
"Makasih, terus kenapa bisa kena tembak? Perasaan kemarin kita baru aja tunangan? Apa tembakannya nyata? Atau kita main kasar?" Gumamnya, menerima gelas itu sedikit bergetar.
"Nyata? Kasar?"
"Lupain. Oh iya, tadi aku mimpi buruk" ucap caine sambil memberikan gelas yang sudah kosong.
"Mimpi apa, sayang?" Rion mengelus pipi caine lembut.
"Aku mimpi ada orang aneh ngaku-ngaku hamil anak aku"
"Oh iya? Terus?"
"Terus dia bikin kita berantem waktu kita dinner. Kamu jadi luka karena aku.. tapi tenang! Orang aneh itu udah aku bunuh di mimpi ku! Kamu ngga perlu khawatir!"
Rion menahan tawanya, "ppfft... Keren sekali sayangkuuu.. good job baby. Berani sekali dia merusak acara kita."
"Iya kan!? Tapi kamu nyebelin, bisa-bisanya kamu malah nerima dia dengan lapang dada bahkan nurutin semua permintaannya! Najis!" Sungut caine sambil memukul kecil lengan Rion dengan tangan kirinya yang bebas.
Rion terkekeh, tatap manik indah itu dalam. Menikmati perubahan ekspresi cepat yang menampilkan banyaknya reaksi nya yang dapat menyunting senyum Rion yang semakin mendamba wajahnya.
Waktu seakan berhenti sejenak, dua Adam saling tatap manik yang penuh cinta. Terpatri senyum manis dibelah bibir keduanya, yang lebih besar bubuhkan lagi kecupannya pada pucuk kepala cintanya sedangkan yang kecil pejamkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
{END} mine
Fiksi Remaja"Gw tau siapa Lo sebenarnya" Tatapan tajam si surai merah berikan pada pria didepannya. Sedangkan yang ditatap terkekeh sambil mengangguk kecil. Kedok yang selama ini dia sembunyikan diketahui oleh si surai merah, susahnya untuk hanya sekedar menye...
