39

2K 191 34
                                        

Setelah menemui wanita tadi- hanny, Rion yang memberi tahu saat perjalan pulang tadi, mereka kini tengah berada di dalam kamar caine dengan dirinya yang duduk di kasur dan Rion di sofa.

Caine memilin bajunya, kepalanya yang menunduk sesekali mendongak melirik Rion yang tengah menyesap nikotin dengan wajah datar.

Caine menggigit bibirnya, perasaan bersalah memenuhi hatinya. Awalnya dia kira Rion yang mengkhianati nya, tapi nyatanya dia lah ayah dari bayi itu.

Sebelum pulang tadi, Hanny menceritakan kejadian itu pada mereka. Dan dapat disimpulkan bahwa ada yang sengaja menaruh obat perangsang pada minumannya kala itu.

Caine mendongak, "maaf..." Cicitnya, "maafin aku.. aku ngga tahu soal itu"

Rion memandang caine yang tampak cemas, "it's oke"

Caine menggeleng, "ngga, aku udah buat kesalahan. Aku nyakitin kamu, dan-"

"Ssshh, semuanya sudah terlanjur terjadi"

"Tapi aku ngga merasa ngelakuin itu Yon"

"Tapi dia hamil, dan kamu harus tanggung jawab"

"Maksudnya?"

"Kamu harus menikahinya"

Caine mendengus, "nikah sama dia? Yang bener aja! Kalo aku nikah sama dia, kamu gimana? Aku ngga mau hubungan kita rusak cuma gara-gara wanita sialan itu!!"

"Jaga bicara kamu, dia sedang mengandung anakmu. Lagi pula dia hamil karena dirimu, anak itu butuh kamu caine! Jangan egois!"

"Ngga harus nikah kan? Aku bakal rawat anak itu pas dia lahir, asalkan ngga nikah sama dia"

"Itu namanya kamu egois, semua ini terjadi karena kamu caine-"

"Jadi menurut kamu aku akar dari permasalahan ini?! Kalo aja aku tahu di minuman itu ada obatnya, ngga bakalan aku minum! Aku juga ngga mau kaya gini, aku ngga mau semua ini terjadi!'' seru caine lantang, wajahnya merah padam karena kesal.

Rion memijat pangkal hidungnya, "tapi kamu harus menikahinya, kalau media tahu anak itu tanpa kamu menikahi ibunya akan seperti apa nantinya? Anak itu bisa saja mendapat banyak hinaan"

"Aku ngga mau, aku cuma mau sama kamu.."

"Aku juga mau seperti itu jika tidak memikirkan nasib anak kamu"

Anak ku ya? Harusnya dia bahagia kan? Tapi kenapa malah kesedihan yang ia rasakan. "Kalo gitu gimana kalo aku bilang ke media kalo anak itu anak aku sama kamu setelah kelahirannya"

"Jangan gila, kalau ibunya membocorkan informasi sebenarnya bagaimana?"

"Kita tutup mulutnya dengan uang"

Rion mendengus, "tidak semua hal bisa kamu kendalikan dengan uang"

"Terus gimana?"

"Seperti yang ku bilang sebelumnya, kamu harus menikahinya dan putuskan hubungan kita"

Caine tersentak, "ngga! Aku ngga mau, aku sayang sama kamu! Aku cuma mau hidup sama kamu!!" Air mata yang ia tahan kini mengalir deras, dadanya sesak.

"Jangan egois"

"Jangan egois ya? Kalo misalkan aku milih dia dan ninggalin kamu, sama aja aku egois!"

Rion bangkit, melangkah mendekat, "kamu harus milih dia dan anak kamu, menikah sama dia dan lupain aku"

"Ngga mau!! Hiks! Jangan tinggalin aku, aku mau ngga nikah sama dia!!" Suara tersendat.

Rion terdiam, sakit rasanya melihat tunangannya meraung dihadapannya. Dia bisa saja egois, namun bagaimana nasib anak itu nantinya?

{END} mineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang