Rion menatap punggung caine yang tengah memilih beberapa baju, matanya mengamati gerak-gerik tunangannya itu dengan saksama.
"Menurut kamu bagus ngga?" Caine menoleh kebelakang meminta pendapat Rion. Sedangkan yang ditanya tampak tengah melamun, dan tidak menghiraukan ucapannya sama sekali.
"Sayang!" Seru caine dengan kerutan di dahinya.
Rion tersentak dengan mata mengerjap cepat, "ha? Kenapa?"
"Ishh! Kamu mikirin apa sih?! Aku tadi nanya loh..."
"Maaf ya, kenapa?" Rion ulangi lagi pertanyaannya.
"Bagus ngga? Atau yang ini aja?"
Dua buah tuxedo dengan model mirip-mirip membuat caine terlihat bimbang.
"Yang sebelah kiri"
Caine mengangguk, setuju dengan pilihan Rion. "Alasannya apa?"
"Tidak ada sih, kan model nya mirip-mirip. Aku cuma pilih yang paling mahal saja"
Caine melirik sinis, pemikiran aneh apa ini? Memilih baju paling mahal? Dasal gila.
"Ya udah, punya kamu mana?" Caine melirik Rion yang tidak terlihat membawa satu pakaian pun.
"Tidak usah, lagi pula dirumah sudah banyak"
Caine mendesah lelah, "alahh... Tapi kan beda sayang, ini kan buat dinner kita lusa. Harus spesial dong!"
"Tidak apa-apa sayang, yang penting kamu harus tampil rapih. Sudah cukup kok"
"Ngga mau! Pokoknya kamu juga harus beli! Kalo misal kamu ngga ya aku juga ngga!''
Rion mengelus lembut rambut caine dan terkekeh, "okey... Anything for you"
"Aku pilihin ya?"
"Hm"
.........
Setelah selesai memilih, keduanya berjalan menyusuri store pakaian hingga melewati area pakaian anak.
"Ini lucu tidak sih sayang?"
Caine menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearah Rion yang tengah melihat beberapa pakaian bayi.
"Buat?" Caine mengeryitkan dahinya.
"Adik bayi"
"Apasih, kita lagi berdua loh"
"Kenapa memangnya? Lagi pula kita bisa membelikannya untuk adik bayi kan?"
"Rion... Kita udah sepakat kan semalem buat ga bahas masalah ini kalau lagi berdua. Jangan mulai deh.
Kalau misalkan kamu mau beliin ya beliin aja, kemarin bukannya kamu ngga ada ngomong ke aku dulu mau beliin cewek itu kue pie?"
Rion menghela nafasnya, "dia punya nama caine, dan aku membelikan kue itu karena dia sedang mengidam. Mana mungkin aku membiarkan anak kamu kelaparan..."
"Kamu ini mau-mau an aja ya beliin dia kayak gitu, kita ngga tahu kan kalau mungkin itu cuma akal-akalan dia aja? Siapa tahu dia cuma mau caper-"
"Jaga bicara kamu, dia lagi hamil. Hamil anak kamu-"
"Terserah! Mau kamu beliin dia kue kek, makan kek, baju kek, atau rumah sekalipun! Terserah! Sekalian aja kamu yang nikahin dia!"
KAMU SEDANG MEMBACA
{END} mine
Novela Juvenil"Gw tau siapa Lo sebenarnya" Tatapan tajam si surai merah berikan pada pria didepannya. Sedangkan yang ditatap terkekeh sambil mengangguk kecil. Kedok yang selama ini dia sembunyikan diketahui oleh si surai merah, susahnya untuk hanya sekedar menye...
