DESA [END]

142 14 3
                                        

Note: sebelum masuk ke ceritanya aku mau infoin kalo aku udah publish cerita baru judulnya Study Tour, jangan lupa mampir yaa. Terimakasii.

Enjoy!






Chaos. Satu kata yang dapat mendeskripsikan tempat pemujaan iblis ini.

Irene, Joy, Yeri dan Seulgi sepakat untuk pergi menyusul Lisa saat pagi hari tiba dengan membawa warga setempat.

Sejak dini hari tadi beberapa warga mendengar suara teriakan tak jauh dari tempat pemujaan itu berasal.

Beberapa warga tak berani langsung mendatangi lokasi kejadian dan sepakat mendatanginya pada pagi hari.

Beberapa warga desa itupun bertemu Irene, Seulgi, Joy dan Yeri saat subuh pagi tadi yang sedang terdiam di samping mobilnya.

Ke empat gadis itupun meminta tolong ke warga desa itu untuk membantu keluarganya yang tengah terjebak dengan orang orang sekte sesat itu.

Disini lah mereka sekarang menatap sekeliling kaget, jasad manusia serta darah bercecer dimana mana.

"JENNIE!" Irene dan Seulgi yang belum tau tentang kematian Jennie pun sontak menangis histeris.

Tak menyangka dalam kejadian ini mereka harus kehilangan sepupu mereka. Mereka berempat saling peluk untuk menguatkan diri, "Mana Lisa?" Tanya Seulgi setelah mereka melerai pelukannya.

"Ya Tuhan, kejadian dulu terulang kembali." Ujar salah satu warga menatap nanar pemandangan didepan nya.

Joy menoleh, "Memangnya dulu pernah terjadi juga?"

Belum sempat warga itu menjawab, teriakan bapak bapak mengambil alih atensi semua orang.

"ADA YANG MASIH HIDUP." Katanya dengan berteriak di samping Lisa.

"Lisa!" Ke empatnya berjalan menghampiri bapak bapak itu lalu mengguncang tubuh Lisa.

"Ayo kita bawa ke kota, anak ini harus segera dibawa ke rumah sakit." Ucap salah satu warga disana.

Tanpa babibu lagi beberapa warga itu membawa Lisa menggunakan tandu.

Sesampainya di parkiran mobil, mereka dibuat terkejut lagi kala membuka mobil dan menemukan Wendy yang tengah terbaring di kursi belakang.

"Loh Wendy?" Pekik Irene kaget

"Kok bisa dia ada disini?" Tanya Seulgi yang juga sama kagetnya.

"Neng, ini harus segera dibawa ke rumah sakit." Celetuk bapak bapak yang membawa Lisa itu.

" Ah iya pak, baringkan dia disini." Kata Irene setelah membangunkan Wendy.

Wendy menatap sekelilingnya linglung, "Terimakasih ya pak, nanti siang kita kembali lagi untuk mengambil jenazah adik saya." Ujar Irene sebelum mereka naik ke mobil.

Joy dan Yeri sudah menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka saat mencoba kabur dan kematian Rosè.

Bapak bapak itu mengangguk, "Iya neng, ini bapak bapak sebagian lagi bantu cari jenazah adeknya eneng yang satu lagi."

Irene mengangguk mengerti, "Kalo gitu kita duluan ya pak, nanti saya balik lagi. Sekali lagi terimakasih banyak." Dengan tulus Irene tersenyum.

Tidak ada percakapan apapun, Irene dengan fokus mengemudikan mobil nya ia teringat tidak melihat Adik nya.

"JISOO? MANA JISOO?" Paniknya tanpa sengaja menginjak rem mobil mendadak.

Beruntung jalanan sepi karena mereka belum sampai dijalan besar. "Kita juga gatau Kak Rene, terakhir yang kita tahu Kak Jisoo masih ada di atas Altar saat kita bawa kabur kalian." Jelas Yeri pelan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 19, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DESA | Blackvelvet [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang