Ke empat gadis itu masih berdiri di sana bersama dengan Arumi menyatu dengan gelapnya malam. Mereka senantiasa melihat apa yang sedang dilakukan oleh orang orang penganut sekte sesat itu.
"LEPASIN GUE! JANGAN SENTUH KAKAK GUE!" Teriakan demi teriakan Jisoo masih terdengar hingga suara nya terdengar parau.
Gadis yang kini terbalut dengan pakaian pengantin itu menatap marah pada orang orang berjubah itu.
Tubuh Irene dan Seulgi mereka taruh diatas meja yang ada ditengah tengah. Jisoo semakin histeris kala orang yang dianggapnya sebagai Ketua Sekte Sesat itu kembali mengucapkan kalimat kalimat yang entah apa artinya.
Ditangan nya terdapat sebuah pisau dan Jisoo sama sekali tidak bisa berpikir dengan tenang, "JANGAN BUNUH KAKAK GUE! GUE MOHON HIKS HIKS,"
Mau sekencang dan sehisteris apapun Jisoo berteriak, orang orang itu seakan tidak mendengarnya ya lebih tepatnya mereka mengabaikan teriakan Jisoo.
Ke empat gadis itu menatap Jisoo dengan mata yang sudah basah karena menangis. Yeri seketika terdiam kala netra nya menatap sosok yang tak asing baginya berdiri disana dengan memakai jubah hitam.
"Sinbi?" Gumam nya pelan, namun Lisa yang berada disamping nya menoleh. "Lo ngomong apa Yer?"
Yeri menunjuk salah satu gadis yang tadi jubahnya tersingkap, dengan suara lirih dia berucap, "Kak itu Sinbi orang yang rekomendasiin tempat ini."
Jennie, Joy dan Lisa kompak menatap Yeri tidak percaya. "Serius Yer? Terus kenapa dia ada disini sekarang?" Tanya Joy
Yeri menggelengkan kepalanya bingung, matanya terus menatap ke arah orang yang ia duga sebagai Sinbi.
Karena terlampau penasaran Yeri pun memanggilnya yang mendapat geraman tajam dari Arumi. "SINBI!"
Benar saja orang yang dipanggil menengok namun bukan hanya satu orang melainkan semua orang kini tengah menatap keempat gadis itu marah.
"LO NGAPAIN SI YER?!" Marah Jennie lalu menarik keempatnya menjauh dari sana saat melihat orang orang itu mulai berjalan mendekat.
"Aku cuma mastiin aja kak, salah emangnya?!" Yeri tak mau kalah
"Udahlah, kita samperin aja mereka kita juga udah ketahuan," pasrah Lisa lalu berlari menghampiri orang orang sekte itu.
Jennie mengusap wajahnya kasar, mereka benar benar menguji kesabaran nya. Namun tak ayal juga ia ikut berlari menyusul sepupunya yang juga telah berlari kesana.
Di tempat nya Jisoo membelalakan matanya terkejut. Kenapa sepupunya bisa sampai sini?!
"KALIAN NGAPAIN ADA DISINI?! PERGI SEKARANG JUGA!" Jisoo dibuat semakin histeris kala beberapa orang disana mulai menyerang saudaranya.
"TANGKAP MEREKA, JANGAN BIARKAN MEREKA MERUSAK RITUAL KALI INI!" marah ketua sekte itu.
Beberapa anggota dari sekte tertawa senang, "Malam ini kita berpesta hahahaha."
Irene dan Seulgi tak kunjung bangun entah apa yang terjadi pada keduanya.
Joy meringis kala lengan atasnya terkena pisau dari salah satu orang berjubah itu, "ARRRGHH"
Teriakan itu membuat Jennie lengah sehingga orang yang sedari tadi mengincarnya berhasil menancapkan pisau nya di perutnya.
Jennie terduduk dengan tangan yang memegang perutnya, kejadian nya begitu cepat hingga untuk berteriak kesakitan pun Jennie tak mampu. Belum sempat ia berdiri orang itu sudah lebih dulu menancapkan pisau nya secara membabi buta ke tubuh Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESA | Blackvelvet [END]
Mystery / ThrillerKarena Yeri mendapat peringkat satu pararel di sekolah nya, Ia meminta ke delapan kakak sepupu nya untuk liburan bareng ke sebuah desa yang pernah di rekomendasikan oleh teman nya. Namun, liburan yang seharus nya menyenangkan berubah menjadi sebuah...
![DESA | Blackvelvet [END]](https://img.wattpad.com/cover/303196862-64-k35598.jpg)