Kiw selamat membaca:D
"Aku akan baik baik saja, Megumi," (Name) Mengkode Noe untuk melepaskan cengkramannya dari Fushiguro.
Fushiguro mengamati bagaimana Noe melepaskannya dan mulai mengikuti (Name) masuk kedalam. Pergelangan tangannya terdapat bekas hitam akibat cengkraman Noe.
"(Name)-senpai!"
(Name) menoleh saat Fushiguro memangginya. Dia terlihat terdiam beberapa saat seakan akan ragu untuk menyuarakan isi pikirannya.
"Kenapa kau ragu-ragu?" Tanya (Name) dengan heran. Tidak seperti biasanya Fushiguro terlihat ragu untuk berbicara. Terkadang karena sering dilatih Gojo, cara bicara Fushiguro mengikuti gaya bicara Gojo yang ceplas ceplos.
Kening Fushiguro berkerut, ia bergantian menatap (Name) dan Noe berkali kali, mulutnya mengucapkan setengah kata sebelum tersendat.
"Jangan.....jangan mati," Tatapan Fushiguro turun ke lantai dengan kedua tangan yang mengepal erat, ia tidak bisa menatap mata (Name).
(Name) mengamati Fushiguro dari kejauhan, memandang sikap aneh adiknya itu. Apa yang membuatnya sekhawatir itu? Fushiguro tidak akan lupa bahwa (Name) adalah penyihir special grade yang menandakan jumlah kekuatannya berada diatas rata-rata penyihir biasa, dia juga tidak akan lupa (Name) selalu berhasil menyelesaikan misinya tanpa gagal.
(Name) mengalihkan pandangannya menuju lorong bangunan yang terasa semakin mencekam, "Dengar Megumi, kita akan bicara setelah ini selesai. Kau bersikap aneh."
Dengan begitu (Name) berjalan masuk kedalam ditemani oleh Noe yang senantiasa berada di belakangnya. Gadis itu mengamati setiap sudut ruang, "Domain utamanya sudah tertutup..."
Udara di dalam terasa semakin sesak, (Name) sampai harus mengatur pernafasannya agar tetap stabil. Tidak ada kutukan tingkat rendah sama sekali.
"Aku baru melihat gedung kosong yang tidak dihuni oleh kutukan, mereka biasanya bergerombol dan membentuk kelompok. Mungkin karena ada kutukan tingkat tinggi disini jadi mereka tidak berani."
Langkah (Name) terhenti ketika Noe menahan bahunya dengan erat. Gadis itu tidak jadi menanyakan alasan Noe menghentikannya ketika ia melihat siluet pria yang perlahan berjalan kearah mereka. Semakin dekat pria itu semakin pekat pula energi kutukan disekitarnya.
Sejak kecil ia sudah dibekali pengetahuan tentang kutukan oleh keluarganya. Termasuk dahsyatnya kekuatan raja kutukan, Sukuna. Banyak cerita yang menggambarkan jika kekuatan Sukuna bisa menghancurkan kota dalam sekejap.
Namun (Name) tidak bisa membayangkan betapa besarnya kekuatan Sukuna karena keluarganya sepeti melebih lebihkan kekuatan Sukuna. (Name) Percaya jika Sukuna memang kuat, namun sampai menghancurkan sebuah kota? Terdengar mustahil. Ditambah guru albinonya itu terus menyakinkannya bahwa dialah yang terkuat.
Bisa dibilang (Name) menganggap Sukuna hanyalah kutukan special grade pada umumnya, hanya kuat dengan energi kutukan yang banyak. Namun apa yang sedang berjalan kearahnya ini sangatlah berbeda.
"Sialan," (Name) mencengkram kipasnya dengan erat, bersiap untuk menyerang, namun sepertinya Noe berkata lain, naluri alaminya berkata untuk menghindari pertarungan, lari, lindungi (Name).
Noe langsung menggendong (Name) dengan satu tangan dan bersiap untuk lari.
"Tunggu—NOE!!"
Angin berhembus dengan sangat kencang, (Name) menutup matanya sambil mencerna apa yang sedang terjadi. Sukuna berjalan kearah (Name), pria itu langsung menyerang Noe saat kutukan itu hendak membawa kabur (Name).
KAMU SEDANG MEMBACA
'𝑬𝑴𝑶𝑻𝑰𝑶𝑵' 𝑱𝑱𝑲 𝑭𝑨𝑵𝑭𝑰𝑪
Fanfiction(●) Alur cerita di mulai dari Jujutsu kaisen 0 Cerita isekai? Tentu saja bukan. Kalian tidak akan menjadi karakter asing yang tiba-tiba muncul untuk merubah takdir mereka. Klan Kiyomizu. Itu adalah nama margamu di cerita ini. Marga dari keluarga bes...
