Ada suatu masa dimana Korea Selatan dihuni sepenuhnya oleh kaum Werewolf dan dibagi menjadi beberapa klan. Dari sekian banyak klan, ada 4 klan paling terkenal yaitu klan Jeon, klan Park, klan Kim dan klan Choi. Keempat klan itu begitu berpengaruh di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeon Jungkook - Park Jimin
☆☆☆
Jungkook mengernyit dalam, begitu serius memperhatikan objek dihadapannya saat ini. Scent nya terasa lebih tajam dari sebelumnya, tanda jika dia terganggu dengan sesuatu. Dan objek yang tengah diperhatikannya itu hanya bisa tertunduk sembari memainkan jari-jari tangan diatas pahanya. Objek yang tak lain seorang Omega yang tengah hamil besar itu sepertinya tau jika dirinya akan dimarahi.
Dan benar saja, samar-samar dirinya mendengar Jungkook menarik nafas panjang.
"Bisakah..." Suaranya pelan, namun terasa sangat mengintimidasi ditengah keheningan rumah yang nyaris kosong tersebut. "...kau berpikir dulu sebelum bertindak?"
Jimin semakin was-was. Jungkook benar-benar mengeluarkan aura Alpha yang sangat mengintimidasi.
"Berkeliaran didalam hutan yang berbahaya sendirian dengan perut sebesar itu?"
Saat itulah Jimin memutuskan untuk mendongak. Namun menjadi pilihan yang salah karena nyalinya langsung menciut saat bertatapan dengan sepasang mata Jungkook yang begitu tajam dan menakutkan.
Jadi dia kembali menunduk, tak berani menjawab.
Tau jika Jimin ketakutan, Jungkook pun mencoba meredakan amarahnya. Alpha itu lalu pergi ke sebuah ruangan untuk mengambil sesuatu. Tak lama kemudian ia kembali membawa sekotak obat ditangannya.
Jimin diam saja saat Jungkook berjongkok dihadapannya lalu memeriksa kakinya yang dipenuhi goresan-goresan merah. Goresan itu dia dapatkan saat dalam perjalanan menuju rumah dua lantai ditengah hutan tersebut. Dia sudah sangat berhati-hati, namun beberapa ranting sepertinya melukai kakinya.
"I.. itu tidak sakit. Itu hanya..."
Namun kalimat Jimin terhenti saat Jungkook kembali melemparkan tatapan tajam kepadanya. Alhasil sang Omega hanya bisa pasrah saat Jungkook mulai mengobati luka di kakinya menggunakan obat merah yang dibawanya.
"Darimana kau tau aku disini?" Tanya Jungkook di sela kegiatannya dalam mengobati sang Omega.
"Aku hanya menebak." Gumam Jimin. "Firasatku berkata kau berada disini."
"Bukan berarti kau bisa kemari sesuka hatimu." Suara Jungkook terdengar ketus yang membuat Jimin sedikit kesal.
"Itu karena kau tidak mengunjungi ku lagi. Kau membuatku khawatir."
Gerakan tangan Jungkook dikaki Jimin sempat terhenti. Alpha muda itu lalu mendongak untuk menatap Jimin yang juga tengah menatapnya.
"Jadi hanya karena alasan konyol itu kau nekat menyusul ku kemari?"
Tidak tau mengapa ucapan Jungkook benar-benar membuat Jimin kesal.