Ada suatu masa dimana Korea Selatan dihuni sepenuhnya oleh kaum Werewolf dan dibagi menjadi beberapa klan. Dari sekian banyak klan, ada 4 klan paling terkenal yaitu klan Jeon, klan Park, klan Kim dan klan Choi. Keempat klan itu begitu berpengaruh di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jimin - Jungkook
☆☆☆
Jimin dengan hati-hati menuang air minum ke dalam gelas yang disediakan di dalam kamarnya sebelum membawa gelas tersebut ke arah ranjangnya. Omega cantik itu berjalan dengan langkah yang begitu hati-hati karena jarak pandangnya tidak begitu jelas. Saat ini kamarnya memang hanya diterangi lampu tidur. Dia tidak mau menarik atensi penjaga diluar kamarnya jika menghidupkan lampu utama didalam kamarnya.
Walau berjalan sangat perlahan, Omega cantik itu akhirnya berhasil mencapai ranjangnya tanpa menabrak sesuatu. Omega tersebut lalu mengulurkan air minum yang dibawanya ke arah seorang Alpha yang tengah duduk di sisi ranjangnya sembari memperhatikannya dengan mata menyipit tajam.
Jungkook tidak langsung menerima air yang di ulurkan Jimin, ia lebih memilih memandang wajah Jimin yang berdiri tak jauh darinya tersebut. Hal ini tentu saja membuat Jimin menjadi tak nyaman. Jujur saja Omega itu juga kebingungan karena tak menyangka jika sekarang Jungkook ada di sana.
Didalam kamar tidurnya.
"Kau mau mengambilnya atau tidak?" Bisik Jimin, sedikit kesal karena Jungkook tak kunjung menerima air minum yang ditawarkannya.
Jungkook tak menjawab, namun tangannya terulur untuk menerima air minum ditangan Jimin. Dalam sekali teguk Alpha muda itu menghabiskan air minumnya lalu meletakkan gelas yang sudah kosong di meja yang ada didekatnya.
Mereka kembali bertatapan, namun kali ini Jimin tak mau menunggu sampai Alpha itu buka suara. Jimin memutuskan untuk menanyakan maksud dan tujuan Jungkook yang datang ke kamarnya selarut itu.
"Apa yang kau lakukan disini, huh?"
Jungkook tau Jimin pasti akan menanyakan hal ini saat ia memutuskan untuk menyelinap masuk ke kamar sang Omega. Tapi sampai detik ini pun Jungkook masih belum mendapatkan jawaban yang masuk akal atas pertanyaan tersebut. Jadi ia hanya memalingkan pandangan saat menjawab pertanyaan Jimin.
"Hanya berjalan-jalan saja."
Jawaban konyol Jungkook tentu saja membuat Jimin mendengus tak percaya.
"Berjalan-jalan? Malam-malam seperti ini?" Pertanyaan Jimin penuh penekanan walau sambil berbisik karena takut penjaga diluar kamar akan mendengarnya. "Sampai ke kamarku?"
Dan saat itulah, Jimin untuk pertama kalinya melihat Jungkook yang salah tingkah.
"Aku tidak tau kenapa aku bisa datang kemari. Serigalaku yang memintanya." Katanya, masih sembari menolak menatap Jimin.
"Konyol sekali." Jimin memijat kepalanya yang mendadak pening. "Kau tau apa yang akan terjadi jika ada yang tau kau menyusup masuk kemari? Kau bahkan masuk ke klan Park tanpa izin! Kalau ada yang tau soal ini kau akan berada dalam masalah besar, Jeon."
"Tapi nyatanya tidak ada yang tau, kan?" Kali ini Jungkook berani menjawab sembari menatap Jimin. "Sejauh ini aman-aman saja."
"Untuk sekarang iya. Jadi sebelum ada yang tau kau disini, lebih baik kau keluar sekarang dan kembali ke klan-mu." Usir Jimin yang ditolak mentah-mentah oleh Jungkook.