EMPAT PULUH SEMBILAN

20 2 0
                                        

Hai semuanya!💗
Terima kasih banyak buat kalian yang masih setia ngikutin cerita ini dari awal sampai sekarang. komen, vote, dan dukungannya berarti banget.
Maaf ya kalau update-nya sempat tertunda, tapi tenang... bab kali ini dijamin nggak kalah seru!
Yuk, kita lanjut ke bagian yang paling ditunggu-tunggu~
Happy Reading🫰

___________________________________

Kinara yang tersadar akan tatapan itu mengalihkan pandangannya,seraya menatap Aksa sekilas namun iya menyibukan diri dengan membaca menu yang ada di meja tersebut lalu memesan makanan nya sendiri

Teman2nya yang paham akan itu mulai membuka obrolan satu sama lain,begitu juga fabiola yang paham situasi.

"btw soal dilembar belakang susah banget cok!!!"Ucap abel tiba-tiba

"loh bel..Lembar belakang ada soal?"Sahut Ebra syok seraya memegang kepalanya

"ada jir,10 soal"Sambung Steven dengan nada mengejek

"mati gua.."sahut ebra putus asa

"lu ngejar apa sih bra di dunia ini?santai aja kalii,gua aja nebak jawabnya"Sahut Lisa bodoamat

Kinara,Aksa,Leon Tak mengeluarkan suara,mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing,Dion yang berusaha memahami situasi,ia tau pasti ada sesuatu antara mereka,namun dion memilih tak ikut campur akan hal itu,Dion juga sadar dia bukan siapa-siapanya Kinara,tapi ia masih teringat perkataan kinara dalam tangisnya semalam.

Dion membuka ponselnya dan mengirim pesan pada wanita itu

📩

Dion:are u ok?
Kinara:honestly no
Dion:Kamu sama Aksa baik2 ajakan?
Kinara:iya rey,cuma aku ngerasa ga di hargai aja
Dion:kalau kamu kenapa2 kabarin aku duluan ya
Dion:im here for u
nara:thanks ya

Aksa yang merasa saat ini tak ada yang mengacuhkannya memilih untuk pergi dari tempat itu,ia mulai merasa bersalah saat melihat kinara turun dari mobil dengan sedikit kesulitan.

Saat ini kandungan wanita itu sudah memasuki 6 bulan dimana perut yang sudah pastinya terlihat namun tertutup seragam yang cukup besar serta korset membuat itu sangat tidak nyaman tapi apa boleh buat ia tak ingin di akhir sekolahnya malah menjadi aib untuknya.

Tak ada yang menahan aksa untuk pergi dari kafe tersebut,karena teman2nya masih tersurut emosi atas ucapannya semalam dan juga teman2 aksa mulai perhatian dan sangat mengkhawatirkan kinara yang baru menginjak usia 19 tahun dengan kehamilan tersebut.

"loh..aksa kemana??"Ucap Raya bertanya2 dan membuat kinara juga heran atas sikapnya itu

"gaush di fikirin ya nara,cuma masalah kita2 kok"Sahut Arhan yang paham situasi

Kinara hanya melihat Aksa yang pergi tiba-tiba itu ga mau ambil pusing,ia tetap sibuk dengan makanannya hingga fabiola buka suara ketika melihat leon

"leon pipi lo kenapa?"Fabiola yang tersadar akan pipi leon yang lebam

"Aksa juga lebam ga sih?"Sahut Dion yang kebetulan tadinya duduk disebelah aksa

Kinara yang reflek memegang pipi leon yang tepat di depannya"LAGI??"Ucapnya dengan penuh tekanan

"ngga,gua cuma ngebela diri"Sahut leon yang melepaskan tangan kinara dari pipi nya perlahan

"BOHONG!GUA TAU KALIAN LAGI ADA MASALAH SAMA AKSA DAN SUMBER NYA ITU GUA KAN?JAWAB!!"Teriak Kinara yang sudah tersurut emosi dengan suara yang cukup Keras serta wajah yang terlihat tenang itu kini memucat,dan teriakan tersebut dapat didengar oleh Aksa yang masih berada di parkiran

Kebetulan parkiran itu berhadapan dengan tempat duduk mereka dan kafe yang saat ini masih sepi hanya ada mereka.

"nara plis kami gini karena ngebela lo"Sahut steven pelan seraya menggigit kecil bibirnya

I wanna be yoursCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang