Hai semuanya!💗
Terima kasih banyak buat kalian yang masih setia ngikutin cerita ini dari awal sampai sekarang. komen, vote, dan dukungannya berarti banget.
Maaf ya kalau update-nya sempat tertunda, tapi tenang... bab kali ini dijamin nggak kalah seru!
Yuk, kita lanjut ke bagian yang paling ditunggu-tunggu~
Happy Reading🫰
__________________________________
"can i hug u?"Lontar Aksa tiba-tiba tanpa di gubris
wanita yang berada tepat di sebelahnya
Kinara menatap laut dengan langit yang berwarna biru cerah,angin yang berhembus membuat rambut coklat muda itu menyibak dan wajah yang kini pucat terpampang jelas,ntah apa yang ada di pikiran wanita itu saat ini.
Aksa yang tidak di gubris itu mengurungkan niatnya untuk memeluk kinara,ia memilih diam dan hanya riuh ombak yang terdengar saat ini,pantai yang sepi membuat Kinara merasa tenang,ia duduk di pasir itu seraya mengelus lembut perutnya dengan senyuman sendu dan melontarkan kalimat yang membuat hati Aksa terasa luluh dan tertunduk dalam diam
"im sorry..i know i haven't been a good mother"Lirihnya pelan
Aksa menarik pelan wanita itu kedalam dekapannya,air mata itu akhirnya tumpah tanpa bisa ditahan,tak disangka laki-laki yang terkenal berandalan itu terisak menangis,ia melepaskan pelukannya dan menangkup pipi wanita itu,ia menatap binar mata yang terlihat sendu,sesak didada itulah yang ia rasakan saat ini.
"hey,its oke sa..,dont be sad,cukup aku yang ngerasain ini semua,kamu jangan"Ucap Kinara tersenyum tipis dan mengusap air mata laki-laki yang masih menangkup pipinya
Aksa memeluk erat wanita itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,setalah merasa tenang kedua insan itu kembali menatap laut dengan langit yang sudah mulai berwarna jingga
"aku ga nyangka kita bakal gini ra"Lontar Aksa tiba-tiba
"aku lebih ga nyangka sa"Sahut Kinara
"kita bisa lewati ini bareng kan?"tanya Aksa
"of course,tapi kita harus bisa ngontrol emosi dan jangan bersikap labil,terutama kamu sa.jangan menganggap ini semua enteng,kamu harus dewasa jangan cuma aku aja!"Ucap Kinara yang dapat dipahami Aksa
*****
Suasana Kantin saat ini sudah damai,mereka tak melanjutkan kehebohan itu,Fabiola sebagai yang tertua di sana sudah menenangi emosional mereka,Leon juga melanjutkan makannya.
"btw mereka kemana ya?"Tanya Ebra tiba-tiba
"pantai,Kinara kalau sedih selalu kesana"Sahut Dion spontan
"Bro..ikhlasin Nara sama Aksa"Ucap Arhan yang berada di sebelah Dion seraya menepuk pelan bahu laki-laki itu
"kalau untuk ikhlas mungkin belum han,tapi gua ga bakal ganggu mereka kok,gua juga tau Nara bukan di takdirkan untuk gua"Sahut Dion
"Bjirrr beda agama kan yaa???"Lontar lisa tiba-tiba
"LISA!!"teriak fabiola seraya memelototi lisa
Mereka tertawa mendengar teriakan fabiola,raya dan abel kebetulan saat ini sudah pulang bagaimana tidak,mereka sudah duduk disana dari pagi dan saat ini sudah menunjukan pukul 4 sore
"btw gua pulang gimana ya lis?gua ke sekolah bareng dikta dan ke sini bareng nara"Ucap Fabiola yang sadar akan waktu dan ingin pulang
"noh kunci motor Aksa"Lontar Steven tiba-tiba
"lu ga liat gua make rok gini??"Sahut fabiola dengan tatapan sinis pada steven
"yaudah jalan kaki aja"ucap Leon tanpa aba-aba membuat gadis itu naik darah
KAMU SEDANG MEMBACA
I wanna be yours
Teen Fiction❗️DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT❗️ "Wanita yang kalian sebut brandalan itu adalah istri saya! "Wanita yang kalian sebut kampungan itu adik saya gua siswa pindahan dari newyork,gua di skors dan di keluarkan dari sekolah itu karena hal kecil menurut s...
