Bagian 9

23 1 1
                                        

Di hari berikutnya Zeira mendapatkan tugas dari mamanya untuk belanja bulanan, biasanya mamanya yang akan berbelanja tapi karena hari ini mamanya ada acara jadilah ia yang berbelanja.

"Belanja bumbu dapur udah, snack-snack juga udah, daging sapi, ayam, ikan sayur juga udah, beli daging bebek juga deh, berarti sisa buah-buahan"ucap zeira sendiri. ia langsung bergegas ke bagian buah-buahan.

"Pisang, Melon, Apel, Anggur belinya yang ungu sama hijau, stowberry belinya dikit aja" ucapnya lagi. "lengkeng hm kyaknya di rumah ga terlalu doyan deh beli manggis aja kalau gitu" sering kali zeira berbicara sendiri saat berbelanja seakan-akan ia sedangkan berbicara dengan orang lain. saat zeira memilah buang manggis yang akan di belinya ada suara pria yang memanggilnya, zeira sangat mengenal suara ini tapi ia berharap suara ini bukan milik orang itu.

"Zei"panggil pria itu yang sudah berada disamping zeira sambil menyentuh pundaknya. zeira yang merasakan bahunya disentuh langsung menyingkarkan tangan itu.

"Mau apa lo? menjauh dari gw"ucap zeira marah.

"kenapa kamu jadi pemarah gini, perasaan saat kita sekolah kamu ga pernah marah-marah gini zei"ucap pria itu yang ternyata Rian pria yang sangat zeira jauhi.

"kalau lo macam-macam gw gak bakal diem aja"ancam zeira.

"memangnya kamu bisa apa zei"tantang Rian sambil tersenyum merendahkan. zeira langsung bergegas pergi menuju kasir meninggalkan pria itu, zeira sangat malas untuk berbicara dengan pria gila itu, waktu zeira sangat berharga.

Zeira berjalan dengan langkah cepat menuju kasir, ia tahu bahwa kak rian masih mengikuti dirinya dibelakang.

"mba tolong belanjaan saya di total secepatnya soalnya saya buru-buru"ucap zeira. sebenarnya ia tidak buru-buru hanya saja ia tidak ingin berada lama di sekitar pria itu.

"Mba Totalnya 5.780,700 rupiah mba, pembayaran tunai atau non tunai?"ucap kasir itu.

"Non tunai mba, tolong nanti pegawai lain bantu bawain belanjaan saya ke parkiran"ucap zeira saat mulai melalukan pembayaran.

"baik mba, mas bagus tolong belanjaan mba ini di bawakan ke parkiran yah"ucap kasir itu kesorang pria yang tidak jauh dari mereka.

"baik mba, ayo mba saya bawakan belanjaannya ke parkiran"ucap pria itu. zeira mengekori pria itu dibelakangnya, ia sebenarnya bisa membawanya sendiri cuman ia takut kalau berjalan sendiri kak rian akan berani mendekatinya.

sesampainya di parkiran....

"terimakasih yah mas, ini...."zeirah menyelipkan tip untuk pria itu.

"eeh ga perlu mba, terimakasih tapi ga apa-apa kok"ucap pria itu pamit dan masuk kembali ke dalam toko. zeira lalu bergegas memasuki mobil dan meninggalkan area parkiran hanya saja saat ia sudah menyalakan mobil ada seorang pria yang mengetuk pintu jendela miliknya. zeira hanya melirik sekilas lalu memacu mobilnya meninggalkan area parkiran, pria yang mengetuk kaca jendela mobilnya adalah kak rian.

Sesampainya zeira di rumah...

"Ma....Mama...."Teriak zeira.

"maaf mba zeira ibu masih di keluar belum balik"ucap bi marni yang merupakan pembantu di rumah zeira, bi marni sudah lama kerja bahkan sebelum zeira lahir.

"yaudah dehh, bi minta tolong bantuin nata belanjaan zei yah"ucap zeira melangkah keluar, "lo kok bi marni ikut keluar sih?" ucap zeira

"kan mau saya bawa masuk mba"ucap bi marni.

"iih ga perlu bi, ada pak syakur kok yang bantu angkatin masuk, bibi tunggu didapur aja"ucap zeira lagi lalu bergegaas ke depan rumah. tidak lama zeira dan pak syakur datang masuk ke dapur sambil menenteng belanjaan. pak syakur adalah sopir sekaligus pengurus tanaman di rumah.

"bi tolong yah bantuin zeira nata barang-barang belanjaan" pinta zeira.

"iya mba"ucap bi marni sambil membantu menata barang belanjaan. beberapa menit mereka mengatur akhirnya selesai juga.

"ahh...capeknya padahal cuman nata barang aja"ucap zeira merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga.

"mba zeira mau saya buatkan minuman atau camilan sekalian"tawar bi marni.

"boleh deh bi, terimakasih yah"ucap zeira yang masih tidak merubah posisinya. tidak lama bi marni datang membawa minuman dingin dan cemilan.

"makasih yah bi"ucap zeira berdiri dari posisi rebahannya lalu menerima minuman dan cemilan itu.

"sama-sama kalau gitu saya balik kedapur dulu mau masak makan siang"ucap bi marni berlalu dan zeira yang mulai menikmati minuman dingin dan cemilannya.

"yang lain pada ngapain yah hari ini? ajak ngemall deh"ucapnya dalam hati.

Zeira mulai mengambil handphone miliknya yang berada diatas meja lalu mulai mengetik sesuatu di grup wa.

"Yuhuuuu penghuni hutan posisi kalian lagi dimana?"

"Ngemall yukkkk.....hayuukkkk" ketikan zeira.

"orang utan 1 lagi di  butik bantuin emak jualan"ketikan Raihan.

"orang utan 2 lagi di bengkel"ketikan marvel.

"Princess lagi di salon untuk mempercantik diri"ketikan Akila

"woi Vel tumben lo ngerespon kirain sibuk jadi direktur lo sekarang" ketikan Raihan.

"iya nih mentang-mentang pewaris loh" ketikan Raihan.

"Sorry guys pewaris kayak gw emang harus dari sekarang belajar mengurus aset" ketikan Marvel.

"iya sih yang pewaris.... bdw guys ngemall yuk, gw pengen belanja"  zeira

"Hayuukk lah" Raihan

"Gw bentaran lagi yah soalnya lagi dibengkel...mobil gw harus ganti oli soalnya" Marvel.

"idiihhh katanya pewaris amsa mobil kebengkel harus loh yang bawa"ketikan Akila.

"heeeyyy kismin gw bawa sendiri karena gw ga yakin sama orang lain apalagi ini mobil kesayangan gw"ketikan Marvel.

"kismin...kismin gw suruh loh bayar treatment gw sebadan-badan pasti cepet kere loh"ketikan Akila.

"udah sih dari nenek moyang kita aja semua it perintis, sama-sama makan nasi juga kok"ketikan Raihan.

"udah sih, ayolah ke mall gw tunggu di cafe biasa nanti kita bareng kelilingnya"ketikan Zeira.

"okeey zeyeeengg cuuuu"ketikan Raihan.

"gw otw sekarang yah soalnya udah selesai treatment"ketikan Akila.

"gw nanti nyusul deh"ketikan Marvel.

setelah melihat jawaban terakhir itu zeira lalu berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap berangkat.

zeira dalam perjalanan menuju kafe tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai, ia memarkirkan mobilnya lalu menuju cafe yang biasa menjadi tempat tongkrongan mereka.

"mba saya pesan jus jeruk dan cemilan yang biasa yah"ucap zeira ke weiters.

"okey zei, loh duduk aja nanti gw bawain"ucap weiters itu.

Zeira lalu menuju meja yang paling pojok dekat dengan dinding kaca cafe itu agar ia mudah melihat sahabatnya yang datang. saat lagi asyik-asyiknya mengscroll sosial media miliknya matanya tidak sengaja melihat ke arah pintu dan menyadari salah satu pria yang masuk ke cafe itu.

"Pria itu kan Zaheen ngapain dia disini mana bawa temen-temennya lagi, padahal udah beberapa hari ini dia ga ngabarin semoga aja dia ga ngeliat gw" ucap zeira dalam hati.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mafia BucinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang