Bagian 8

25 1 1
                                        

Kembali ke Zeira...

"Mana sih itu bocah katanya cuman mau liat sih dosen-dosen ganteng itu" eluh Zei
"Nah itu dia sih bocah"
"Woyyy Aulia" teriak zei
Zei yang melihat Aulia berjalan cepat kearahnya seraya bergumam
"Aulia lagi cipirit yah kok jalannya cepat banget"

'ZEIRAAAAAA" teriak Aulia sambil menarik tangan zei.
"Zei loh tau ga"
"Gak" jawab zeira
"Kutu aerrrr emang loh" ucap aulia
"Yah mana gw tempe kalau loh ga bilang" ucap zei
"Denger apa yang akan gw bilang ini bener-bener W+O+W WOW" ucap aulia
"Cepetan sih bilang" ucap zeira memutar bola matanya malas
"Dosen baru di fakultas hukum itu Senior kita waktu SMA yang waktu loh cinta monyet Zeii....." jawab aulia melotot sambil menahan suaranya agar tidak terlalu besar
"Maksud loh?" Tanya Zei
"Yaelah emang suara gw ga jelas apa, Dosen baru yang gw liat itu Senior kita waktu SMA kak Rian, gila sih semoga dia ga ngenalin muka gw" ucap Aulia
"Kak Rian yang ketua OSIS kan?"
"Yaelah loh fikir Rian yang mana lagi" jawab Aulia
"Innalillahi" pekik zeira
"Napa loh bilang innailaihi" tanya Aulia
"Ga...ga kenapa-kenapa kok" jawabnya
"Aduuhhh kenapa harus ketemu sama kak Rian sih" do'a Zeiraa dalam hati.

"Napa loh kek gelisah gitu?" Ucap Aulia memperhatikan wajah Zeira.
"Ga kok gw cuman berasa capek aja" kawab zeira.
"Oh"
"Gw kan belom cerita sama Aulia soal kejadian waktu SMA itu" ucap zeira dalam hati.


Beberapa tahun lalu saat Rian a.k.a Rian Sagara Rezkiandra menjabat sebagai Ketua OSIS......

"Zeii" Panggil seorang pria.

"loh kak rian, ada apa kak?" ucap Zeira. Ternyata pria yang memanggil namanya adalah sang ketua OSIS.

"bisa bantuin aku gak? ini loh ada beberapa barang yang harus dikeluarin dari gudang sedangkan anak osis yang lain lagi sibuk, bisa ga kamu bantu?" ucap rian panjang. Sesaat Zeira berfikir apakah akan membantu atau tidak karena ia sudah memiliki janji dengan klub memanah untuk mengikuti rapat.

"Hmm gmna yah kak soalnya aku udah ada janji untuk rapat hari ini dengan anggota klub memanah"ucap Zeira yang secara tidak langsung menolak secara halus untuk membantu.

"Please Zeii kali ini aja deh bantuin aku soalnya yang lain bener-bener ga bisa"ucap Rian memohon.

"okey deh kak tpi aku ga bisa lama yah bantuinnya"jawab Zeira merasa berat hati.

"Tenang aja kok cuman bentar kamu juga pasti merasa enak"ucap Rian secara tersenyum. Entah kenapa perasaan zeira terasa tidak tenang saat mendengar ucapan Ketua Osis nya ini.

Dalam Gudang.....

"Kak barang apa aja yang harus aku keluarin"tanya Zeira.

"Bantuin angkat bola sama peralatan kebersihan itu aja, untuk yang barang berat dan besar biar aku aja yang angkat yahh"ucap Rian. Zeira hanya mengangguk sebagai jawaban mengerti atas instruksi itu.

Menit demi menit zeira dan rian mengangkat barang itu dan pada akhirnya zeira telah mencapai batasnya, zeira memang memiliki fisik yang lemah karena itu ia tidak dapat bekerja yang berat bahkan teman dan keluarganya telah tau kondisi zeira yang mudah lelah ini. Zeira hanya duduk di atas matras olahraga, memejamkan matanya sambil menyender di dinding gudang.

"Capek zeii?" tanya Rian sambil ikut duduk di atas matras.

"Hmm" zeira hanya bergumam tanda ia memang sudah kelelahan. Tanpa sepengetahuan zeira, Rian yang sedari awal sudah memerhatikannya. Tanpa canggung Rian mengelus rambut zeira yang mengakibatkan ia tersentak kaget.

"ada apa kak?" ucap zeira sambil mencoba menjaga jarak antara ia dan ketua osis itu. namun Rian sang ketua Osis malah makin mempersempit jarak diantara mereka berdua.

Zeira mulai takut akan apa yang terjadi berikutnya, otaknya menyuruhnya untuk melarikan diri dari tempat itu namun tubuhnya menjadi kaku. Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, benda kenyal itu mulai bergerak melumat bibirnya dan tangan yang mulai membelai tubuhnya sampai saat zeira merasa ada benda lunak yang ingin menerobos masuk kedalam mulutnya ia langsung tersentak......

"Apa yang kak Rian lakukan" ucap Zeira histeris sambul mendorong tubuh Rian menjauh. Zeira langsung berdiri dan siap untuk melarikan diri dari ruangan itu.

"Zei saayaaangg"ucap rian dengan suara yang bergetar. Ia memegang tangan zeira agar tidak melarikan diri dari ruangan itu. rian lalu mulai melanjutkan kegiatannya menciumi zeira namun kali ini zeira menolak dan mengigit bibir rian keras sampai berdarah.

"Brengsek"pekik Rian sambil menyentuh bibirnya yang berdarah lalu menatap jalang ke arah zeira.

Zeira yang  langsung berlari sekuat tenaga, entah dari mana kekuatan itu datang padahal tadi ia sangat kelelahan. ia berlari dengan mendengar sumpah serapah rian.

"Kau fikir bisa lari dariku Zei ku sayang..... sekuat apapun kau melarikan diri bahkan bersembunyi aku akan menemukan mu....aku akan membuat kau menjadi milikku"teriak Rian sambil tersenyum miring melihat zeira berlari menjauh dari ruangan itu.



Mafia BucinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang