Page 29

685 30 4
                                        


Selamat Membaca!

Setelah di bantai Kombo Sona×Tsubasa di hadapan Tsukasa dan Haruka yang tertidur membuat Naruto lemas tidak berdaya. Banyak ceceran sperma yang bahkan mengenai 2 gadis yang sedang tertidur akibat kagiatan brutal barusan.

"Kalian gila!" Ujar Naruto yang sudah merasakan kakinya lemas.

Sona hanya tersenyum sambil memeluk Naruto dari belakang dan menjilat telinganya dengan sensual.

"Kami memang gila. Tapi yang membuat Gila itu Penis mu Naru-chan~" Balas Sona dengan panggilan ala Haruka.

Melihat interaksi di hadapanya membuat Tsubasa terkikik geli sambil membersihkan hasil pergelutan mereka bertiga. Tidak lupa membereskan keadaan di ruangan tersebut kembali ke semula agar Haruka dan Tsukasa nanti tidak curiga.

"Baiklah aku mandi duluan Kaichou."

Mendengar itu Sona hanya mengkode tangan. Dia kemudian mengelus kembali Penis Naruto yang tertidur dengan senyuman nakal.

"E-Eh sudah lah... kau belum puas Sona?"

Sona tidak menjawab Perkataan Naruto karena lebih memilih mengulum Penis Naruto hingga kembali tegang.

"Puaah~ Penis mu memang membuat ku kecanduan Naruto-kun. Pantas saja banyak gadis di sekolah yang tergila-gila dengan mu."

....

Di Villa tersebut saat ini Naruto sedang berhadapan dengan 4 gadis didepannya yang terlihat tegang. Ralat hanya 2 yang bersitegang, siapa lagi kalau bukan Tsukasa dan Haruka.

Terlihat Aura mereka sama sekali tidak bersahabat karena Naruto sendiri juga merinding seperti melihat ada kilatan petir yang beradu dari pandangan mereka. Sona dan Tsubasa hanya tersenyum manis karena mereka penasaran dengan kelanjutan perseteruan mereka berdua.

"Bagaimana kalau begini. Kita lihat siapa yang akan di pilih Naruto-kun nanti! Kita bersaing secara sehat Senpai.~ ... Kau takut?" Tantang Tsukasa dengan senyum remeh.

"Cih! Siapa takut! Gadis centil seperti mu pasti akan ku singkirkan nanti..."

Mendengar Ucapan Haruka membuat Tsukasa juga emosi sendiri, apalagi ketika di panggil centil.

"Oke.. kita lihat saja siapa yang nanti akan menangis~".

Skiptime.

Naruto sudah sampai di rumahnya dengan aura yang kelam karena harus menghadapi perseteruan Tsukasa dan Haruka yang memperebutkan dirinya. Dia sebenarnya mencintai keduanya, namun jika disuruh memilih salah satu membuatnya pusing.

Dirinya merebahkan tubuhnya ke kasur sambil menerawang jauh kedalam ingatan nya. Naruto berusaha untuk menjernihkan pikirannya dari beberapa pergumulannya dengan beberapa gadis.

Saat asik rebahan tiba tiba ada yang mengetuk kamarnya.

Tok Tok!

"Masuk saja.." Ucap pelan Naruto.

Ketika pintu di buka muncul lah Kushina yang tersenyum manis sambil membawa jus jeruk.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Naruto - Senior High School LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang