Bagian 3

2 0 0
                                        

Lalu haikal pun melepaskan genggaman tangan dari claudia dan melanjutkan perjalanan.

"mau naik apa sih?" tanya haikal

"kalau capek balik saja sana" jawab ketus claudia

"gue kasihan sama lo... tas berat gitu dibawa jalan jauh lagi" "mana tega gue biarin cewek jalan sendirian begini"

"seterah gue.. gak usah ikut campur"

Setelah jauh berjalan mereka tidak menemukan bus yanglewat, namun mereka tetap melanjutkan perjalanan itu. 

Entah berapa jauh sudah mereka berjalan dan akhirnya menemukan halte bus yang berada disisi jalan.

"dy... dy... tunggu lo gak lelah apa?" sambil terengah-engah haikal memanggil claudia

"apaan?" dengan nada capek

"kita berhenti disini saja ya"

Claudia menganggukkan kepalanya lalu mereka beristirahat di halte bus tersebut. Sambil duduk dan istirahat.

Dengan napas terengah-engah haikal bertanya "lo pendiam tapi kok bisa segila ini sih?" 

"gue gak gila juga, Cuma posisinya adik gue lagi sakit"

"gue tahu tapi kan bisa tunggu besok kita pulang saja"

" kasihan nyokap gue sendirian nyurus dia, jadi gue mau cepat-cepat pulang aja"

"bentar gue kesana dulu ya" sambil mengeluarkan handphone di dalam saku celananya, haikal menyalakan handphonenya "hallo pak kirimin saya mobil ya, sekarang"

Jawaban dari handphonenya haikal "baik tuan muda"

Bertemu Dia (Haikal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang