Bagian 5

4 0 0
                                        

Sesampainya tiba di rumah sakit terdekat adik claudia langsung diurus oleh pihak rumah sakit sambil diperiksa.

"bagaimana dok? Adik saya sakit apa?" bertanya dengan muka panik.

"belum sepenuhnya bisa saya diabnosis adik kamu sakit apa tapi sepertinya ini salah satu gejala usus buntu"

"usus buntu dok? Berarti adik saya harus dioperasi dok?"

"kita lihat dulu hasil ronsennya ya baru nanti kita ambil keputusan"

"baiklah dok, terimakasih"

Claudia menjaga adiknya dan ibunya yang tertidur di depan nya, dengan arut sedih dya melihat keduanya berpikir panjang tentang bagai mana kehidupan seterusnya.

"Tuhan begitu susah hidup ini"

haikal yang menunggu di depan ruangan kamar rumah sakit itu berkata

"cari minum yok? Dibawah biar lebih tenang"

Sambil berjalan menuju lantai bawah haikal dan claudia hanya diam dam bersedih. Mereka duduk dibangku kantin rumah sakit.

Lalu haikal memesankan kopi untuk mereka berdua dan mulai berbincang.

"gue penasaran dy bokap lo kemana?"

"bokap gue sudah lama meninggal dari gue dan adik adik gue kecil karena kecelakaan" bercerita dengan muka sedih.

"innalilahi" haikal yang turut bersedih sambil mengelus punggung claudia yang sedang bersedih.

Bertemu Dia (Haikal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang