Bagian 4

2 0 0
                                        

Beberapa jam berlalu sebuah mobil mercy mewah dengan warna hitam menghampiri mereka.

Salah satu jendela kaca mobil tersebut terbuka

"Tuan muda!!!" sambil turun dari mobil dan membuka pintu mobil bagian belakang, "silahkan masuk tuan muda"

Sambil mengarahkan kepintu mobil haikal berkata, "masuklah!!!, biar ku antar kan"

Dengan muka heran dan tanpa sepatah katapun iya menaiki mobil tersebut.

Dalam perjalanan tak ada percakapan antara keduanya, namun dya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan dari jendela kaca mobil.

"kalau kaya dari lahir memang berbeda ya, semua serba ada dan cepat" dengan nada lirih.

"gak segampang yang lo bayangkan dy, semua sudah diatur dari gue dalam kandungan" "tata cara gue hidup, bersosial, pendidikan, semua bukan kemauan gue, karena itu semua sudah diatur dengan sedemikian rupa".

"gue yang berjuang dengan keringat dan darah dari ibu tunggal yang mulai tua rumayan susah, tapi mereka yang gua punya, hanya mereka keluarga yang gue punya saat ini, itu kenapa gue kekeh buat pulang apapun yang terjadi"

"gue tau rasanya gimana jadi lo saat ini jadi tolong jangan memendam semua sendirian, kerena sendiri itu menyeramkan".

Hingga tak berapa lama mereka tiba di depan gang rumah sempit yang hanya dapat di lewati oleh sepeda motor. Sambil membuka pintu mobil dya berkata

" makasih, gue duluan" dengan terburu-buru dya berjalan.

Sampai tiba di depan rumahnya dya mengucap salam dan mendapat sautan dari dalam rumah.

Tanpa sadar ternyata haikal masih menunggu di depan gang rumah claudia dan saat dia melihat mereka haikal langsung menghampirinya dan berkata "biar aku antar kalian kerumah sakit, oke?"

Tanpa penolakan claudia menerima penawaran haikal lalu masuk ke mobil.

Bertemu Dia (Haikal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang