Setelah hari-hari penuh luka itu, aku kembali memunguti kepingan hatiku yang berserakan. Aku kumpulkan dan aku perbaiki sendirian.
Aku satukan kembali menjadi bentuk hati yang utuh. Meski tidak sempurna, tak apa. Setidaknya masih ada yang tersisa dari kehancuran hari itu untuk aku simpan sebagai pengingat bahwa memang benar, berharap kepada manusia adalah awal dari kehancuran yang nyata. Dan tak semua manusia layak untuk dipercaya.
Indah A. Amaliya
KAMU SEDANG MEMBACA
Zalia
PoetryDari asing menjadi asing kembali Rank: #10 - Yogyakarta - dari 2,58 Rb cerita (4-8-24) #9 - Aksara - dari 4,75 Rb cerita (1-1-26)
