hari yang tenang.

139 12 1
                                        


Happy Reading guys


.
.
.
.
.
.
.
.

Malam hari, suasana Jakarta terasa tenang. Suara deru motor yang menemani siang perlahan memudar. Lampu-lampu jalan mulai menyinari aspal gelap, ditemani cahaya bulan yang menggantikan matahari yang telah lelah bersinar.

Di markas Hesperos, mereka semua masih berkumpul. Canda dan tawa terdengar, seolah menutupi fakta bahwa siang tadi salah satu dari mereka harus tumbang saat menghadapi sang legenda.

“Gimana, Yan? Keadaan Bang Gito?” tanya Ollan.

“Aman. Katanya bentar lagi juga dateng,” jawab Christian.
“Buset, cepet banget pulihnya. Kalau Pak Daniel mah seminggu,” ledek Aldo.
“Tai lu. Gua diem aja kena,” gerutu Daniel, disambut tawa yang lain.

“Oiya, Chris,” Zean membuka suara. “Menurut lu kita harus beresin geng Wolf Scream, nggak sih? Soalnya gua liat-liat mereka lumayan kuat. Apalagi Bang Gito sampai kalah sama ketuanya. Nggak mungkin kan satu kandang ada dua alfa.”

Christian menyeringai tipis.
“Daripada dihabisin, gua lebih kepikiran bikin dua alfa kerja sama… atau salah satunya tunduk ke satu alfa.”

Yang lain langsung paham arah pikirannya.

“Lu kira gampang, Yan,” Celetuk Zean. “Bikin dua alfa kerja sama aja susah, apalagi bikin salah satunya tunduk.”
“Santai, Zoy. Lu kayak nggak tau gua aja,” jawab Christian enteng.

“Udah, Zean,” timpal Aldo. “Percaya aja sama omongan Tian. Meski sulit.”
“Oke,” Zean mengangguk pelan. “Gua ikut rencana lu. Tapi satu, lu nggak boleh ngelakuin ini sendirian.”
Christian hanya mengangguk sebagai jawaban.

Di lain tempat, di daerah Jakarta Utara tepatnya di sebuah pelabuhan, seorang pria duduk di atas kontainer yang terparkir, menunggu seseorang.

Tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
“Gimana keadaan lu, Bang?”
“Aman,” jawab pria yang duduk itu.

Mereka adalah petinggi Shadow Reign dan mereka berdua adalah Sang ketua dan Wakilnya, Gito Dan sagara.

“Kok bisa lu kalah, sih, Bang?” tanya Gara, masih syok dengan kekalahan Gito dari rivalnya.

“Gua juga masih ngak nyangka,” jawab Gito. “Kekuatan dia udah ngelampaui gua.”

“Kalau dia udah ngelampaui lu, gimana sama kita, Bang?” ucap Gara, nada suaranya sedikit gentar.

“Tenang aja, Gar,” balas Gito. “Gua yakin anak-anak Hesperos bisa nyelesain ini. Lagian sekarang emang udah bukan eranya kita lagi.”
“Iya juga sih… tapi apa mereka cukup kuat, Bang?” tanya Gara ragu.

“Tenang,” jawab Gito mantap. “Mereka orang-orang kuat, dan nggak gampang dikalahin.”
Gito terdiam sejenak, lalu melanjutkan,
“Oiya, Gar. Gua boleh minta tolong?”
“Minta tolong apaan?” balas Gara.

“Gua minta lu jagain semua perbatasan Jakarta. Dari Timur, Utara, Barat, sampai Selatan. Gua denger kabar ada satu aliansi besar yang bakal nyerang Jakarta. Dan gua nggak mau itu kejadian pas Hesperos masih ribut sama Wolf Scream.”

“Kalau gitu aman, Bang,” jawab Gara sambil mengacungkan jempol.
“Oke,” kata Gito. “Gua percaya sama lu. Bawa anggota Shadow Reign yang tersisa, ajak juga para petinggi lain. Kalau dapet kabar apa pun, langsung kasih tau gua.”

“Udah itu aja. Gua pamit dulu,” ujar Gito sambil bangkit dan pergi menuju markas Hesperos.

“apa bakalan terjadi perang besar,” batin Gara, menatap punggung ketuanya yang perlahan menghilang ditelan gelap malam. Ia pun segera beranjak dari sana.

Sesampainya Gito di sebuah gudang di pusat Jakarta, markas Hesperos ia melihat mereka semua masih asyik bercanda, seolah tak memikirkan beban apa pun.

Gito tersenyum tipis, lalu muncul ide jahil.

BRAKK!

Pintu gudang ditendangnya hingga terbuka lebar.

“Anjing!”
“Bangsat!”

Umpatan langsung keluar dari mulut mereka semua. Sementara pelakunya hanya tertawa puas.

“Hahaha… puas banget gua,” ujar Gito.
“Yeh, anj. Lu, Bang,” kesal Ollan.
“Hahaha… sorry-sorry, ges,” ucap Gito sambil terkekeh.

“Abis dari mana lu, Bang? Tumben lama,” tanya Christian.

“Abis ketemu kawan lama,” jawab Gito. “Oiya, gimana rencana lu buat lawan Wolf Scream?”
“Rencana gua,” Chris mulai bicara, “gua bakal ngalahin dia, terus jadiin aliansi… atau ....”

“Atau apaan, anj?” potong Gito kesal.

“Hehehe… atau gua jadiin dia bawahan gua,” jawab Chris santai, tanpa raut takut sedikit pun.

“Hahaha… boleh juga nyali lu, Chris,” puji Gito. “Tapi gua ingetin, Enal nggak segampang itu buat dijadiin aliansi atau bawahan.”

“Tuh, kan. Emang batu dia, Bang,” celetuk Zean.

“Tapi itu nggak masalah,Zean. ” lanjut Gito. “Dan ingat, gua selalu ada di belakang lu,Chris. kalau lu butuh bantuan.”

“Siap. Makasih, Bang, atas bantuannya,” ujar Christian.
“Oiya, Bang… kalau boleh tau, markas Wolf Scream di mana?” tanyanya kemudian.

Belum sempat Gito menjawab, Zean langsung memotong.
“Buat apa lu nanya itu? Lu mau nyerang sendirian, hah?!”

Christian mendengus pelan.
“Gua cuma nanya doang, anj. Nggak ada niat gua begitu.”

Gito mengangkat tangan, menenangkan suasana.
“Udah-udah. Dengerin,” katanya.
“Markas Wolf Scream ada di pinggiran Jakarta Barat. Mereka pake pabrik terbengkalai buat dijadiin markas.”

“Pabrik lama?” tanya Aldo.

“Iya,” jawab Gito. “Udah lama kosong, tapi sekarang malah jadi markas baru mereka.”

Christian menyipitkan mata, mencatat dalam kepalanya.
“Lebih Detailnya, tau bang?”

Gito menggeleng pelan.
“Kalau lu mau tau lebih jauh, lu cari sendiri. Tanya warga sekitar aja. Cukup bilang, ‘pabrik terbengkalai di sini yang sering cari keributan,dimana yaa?’ Pasti  mereka pada tau kok.”

Zean menatap Christian serius.
“Yan, gua serius. Jangan gegabah dulu,kita semua belum siap kalo lu kenapa-kenapa.”

Christian tersenyum tipis.
“Tenang. Gua nggak goblok kok.”
Ia berdiri dari duduknya, kemudian memakai jaketnya.
“Gua nggak mau nyerang. Gua cuma mau liat… seberapa besar kandang serigala itu.”

Gito menepuk bahu Christian pelan.
“Hati-hati. Sekali lu masuk wilayah Wolf Scream, lu udah masuk wilayah Enal.”
Christian menoleh.
“Justru itu yang gua mau.”

Tatapan mereka bertemu.
Bukan tatapan orang yang haus darah,
tapi tatapan seseorang yang sedang memberikan arahan.

Malam itu, tanpa disadari siapa pun,
langkah pertama menuju pertempuran.

Bersambung....

.
.
.
.
.
.

Halo gesss .... Ketemu lagi di chapter terbaru Hesperos..

Sory nih cuma upp segini, kalo ada waktu luang aku kerjain lagi gess byee...

Ayo lahh ramein server discor ini, gabut banget nih di discord sendirian... Wkwkwk.

Nih link servernya buat yang mau join.

https://discord.gg/p48XYkEa

HESPEROS S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang