HESPEROS : 27

131 7 0
                                        

Cahaya mentari seperti tamu yang datang tanpa diundang, menyelinap masuk melalui celah tirai dan menelusuk langsung ke wajahnya, membangunkan seorang anak muda yang tubuhnya masih terbungkus perban.

Anak itu adalah Christian Elevender Natio, anak bungsu dari keluarga Natio.

"Euh... Jam berapa ini? " Ujarnya, sambil meraba kasurnya mencari Handphonenya untuk melihat jam

"Euh..Baru jam segini... Anjay setangah 12 " Ujarnya setengah kaget melihat jam di handphonenya, ia bangun cukup siang bukan siang lagi tetapi tengah hari.

"Tumben banget, Bunda. Ngak bangunin aku. Biasanya jam 9 pagi udah teriak-teriak suruh bangun."

Gumamnya bingung, sambil melamun mengumpulkan nyawanya yang masih terbang di alam mimpi tadi. Saat ia masih terpaku dalam lamunan, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka.

"Dek! Ba- Eh, udah bangun ya? Yaudah, mandi dulu gih. Abis itu makan nih."

Ujar orang yang masuk tak lain adalah Shani. Ia membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Christian.

Christian langsung bangkit dan mengucek matanya saat melihat sang ibu datang.

"Heh... Jangan dikucek terus, nanti iritasi. Udah bangun, mandi aja dulu."
Cegah Shani.

"Iyaa... Bunda tungguin aja disini, jangan kemana-mana ya."

Christian menyuruhnya dengan nada manja, lalu langsung bangkit dari kasur dan pergi ke kamar mandi sambil membawa handuk.

"Aduh... Kalo lagi sakit, manjanya langsung kumat deh."
Gumam Shani sambil menggelengkan kepalanya dan mengelus dada.

20 menit berlalu. Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Christian dengan rambut yang masih basah dan aroma wangi yang menyebar di udara.

"Nah kan, kalo gitu lebih seger sama wangi. "
Puji Shani kepada Christian yang baru selesai mandi dan tengah mengenakan bajunya.

Tak lama kemudian, Christian sudah berganti baju. Ia berjalan mendekati Shani yang sedang duduk santai di sofa dalam kamarnya.

Tanpa banyak bicara, ia langsung memeluk Shani dari samping, menyandarkan kepalanya dengan manja.

Shani menghela napas kecil.
"Makan dulu ini," katanya sambil mengambil makanan yang sudah disiapkan.

Christian tidak bergerak, Malah makin nempel dengan Shani.
"Suapin..." pintanya dengan nada manja.

Shani meliriknya sekilas.
"Yaudah, duduk yang bener dulu."

Christian langsung menurut. Ia melepaskan pelukannya, lalu duduk rapi di samping Shani, dengan wajah raut wajah manja.

Shani mengambil sendok, lalu mengarahkannya ke depan mulut Christian.
"Nih, aa... buka mulutnya yang lebar."
Christian langsung membuka mulutnya dengan patuh, seperti anak kecil yang sedang disuapi.

Di sela-sela itu, ia masih sempat bersandar sedikit ke arah Shani, seolah mencari kenyamanan.

Christian mengunyah pelan, masih duduk dekat Shani.

Belum juga habis Makanan di mulutnya, ia sudah membuka mulut lagi.
"Lagi..." pintanya tanpa malu.

Shani menggeleng kecil, tapi tetap menyuapinya lagi.
"Kamu tuh ya... udah gede masih aja kayak bocah, masih disuapin" gumamnya.

Christian malah nyengir tipis.
"Biarin lahh...orang aku anak bunda jadi wajar aku minta suapin sama bunda."

Shani tidak menjawab, tapi tangannya tetap bergerak menyuapi.

Beberapa detik kemudian...

Cklek.

Pintu kamar terbuka.

Chika masuk sambil menyilangkan tangan, menatap pemandangan di depannya.

"Ya ampun..." desahnya.
"Manja banget dehh yang abis jatoh."

Christian langsung melirik.
"Cemburu ya, Kak?"

Chika mendengus.
"Dihh! Engak yaa, aku udah sering."

Christian tertawa pelan, lalu kembali membuka mulutnya ke arah Shani.
"Bun... lagi."
"Pelan-pelan makannya," tegur Shani.

Chika berjalan mendekat lalu langsung duduk di samping Shani, membuat sang bunda berada di tengah-tengah mereka.

"Bund..." panggilnya dengan nada manja.

Shani hanya melirik sekilas sambil berdehem.

"Bund!!" panggil Chika lagi, kali ini sedikit lebih keras.

"Iya, kenapa, Chik?" jawab Shani.

Chika langsung cengengesan.
"Minta uang, Bund... hehehe."

Shani langsung mendengus kesal.
"Yeeh, kirain apa. Nggak ada. Minta sama papih kamu sana."

Chika langsung manyun.

Belum sempat Shani merespons ucapan Chika lagi, Christian yang di sebelahnya sudah kembali membuka mulut.
"Bund... lagi," pinta Christian manja.

"Ih, udah tadi!" protes Chika.

Christian yang masih mengunyah melirik santai.
"Terus?"

Chika langsung mengeluarkan selembar uang dari sakunya, lalu menunjukkannya dengan ekspresi lemas.

"Dikasih sih... tapi cuma seratus ribu."

Christian langsung nyengir.
"Lumayan itu, buat beli bensin sama kopi liong cukup itu."

Chika melotot.
"Lumayan apaan! Buat kamu doang cukup! Di aku mah cuma buat bayar parkir doang"

Christian langsung menimpali.
"Parkir apaan yang bisa habis seratus ribu?"

Chika langsung melotot.
"Ada! Kamu nggak usah ikut-ikutan deh!"

Shani hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dua anaknya yang mulai ribut lagi.

Chika kembali mendekat, menarik lengan Shani sedikit.

"Bundd..." Panggilnya sekali lagi dengan nada manja

Shani menghela napas pelan.
"Yaudah, nanti bunda transfer. Tapi jangan boros-boros." Peringat Shani

Wajah Chika langsung berbinar.
"Yesss... makasih, Bunda Shaniii!" serunya senang.

Ia langsung memeluk Shani erat sambil tersenyum lebar.

Di sampingnya, Christian hanya bisa melihat dengan ekspresi iri... lalu bergumam pelan.

"Aku juga mau, Bund..."

Shani langsung mendesah panjang.
"Aduh... ini satu lagi," gumamnya kesal.
"Udah, abisin dulu ini."

Ia langsung menyuapi Christian tanpa memberi kesempatan protes.

Chika yang melihat itu langsung menjulurkan lidahnya, meledek.

"Bye~ aku mau jalan-jalan, wlee," ejeknya, lalu berjalan keluar kamar.
Christian langsung melotot.

"Ih... awas nanti pulang. Aku jahilin sampai nangis," gerutunya, mulai kesal.

"Udah-udah, nggak usah gitu," lerai Shani.
"Nanti bunda kasih. Sekarang abisin dulu, nih-tinggal dua suap lagi."

Mata Christian langsung berbinar.
"Bener ya, Bund?"

"Iya. Sekarang makan dulu yang cepet," jawab Shani.

"Bunda juga masih ada kerjaan rumah."

Christian langsung mengangguk patuh, lalu membuka mulutnya lebar-lebar lagi-masih dengan wajah manja yang belum hilang.

Bersambung
.
.
.
.
.
.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🌙
Mohon maaf lahir dan batin.
Terima kasih untuk kalian yang selalu setia membaca dan menemani cerita ini.

Semoga di hari yang suci ini, hati kita kembali bersih dan dipenuhi kebahagiaan.

Semoga juga kita bisa terus dipertemukan dalam cerita-cerita selanjutnya 🤍

Salam hangat 7s_raps

HESPEROS S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang