legenda yang tumbang

178 17 1
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dimarkas hesperos, mereka semua kaget melihat keadaan Gito yang dibopong oleh Zean, dan Tian dengan keadaan Muka babak belur.

"Busett, itu kenapa bang Gito? " Tanya Ollan.
"Kalah sama si enal ketua Geng wolf scream, untung nya kita datang tepat waktu, " Jelas Daniel sambil menaruh belanjaan yang dibeli oleh Gito

"Yaudah, tidurin aja disini, gua ngambil p3k dulu, " Ujar Ollan dan Gito pun dibaringkan Di sofa.

"Kok, bisa sih lu kalah bang?, " Tanya Aldo.
"Yaa,hari apes gak ada dikalender,Do.lagipula Dia udah lebih kuat beda sama dulu," Jawab Gito sambil meringis kesakitan.
"Anjing, lu aja kalah apalagi kita bang, " Ujar Aldo yang mulai pesimis bisa menang dari Geng Wolf scream.

"Gk usah pesimis gitu,Do. Lu latihan dulu aja, urusan menang kalah belakangan, yang penting usaha dulu aja." Ujar Gito,
"Lagian lu liat, di depan lu ada siapa aja, ada Tian, Zean sebagai ketua dan wakilnya, orang terkuat saat ini, " Jelas Gito.
"Iyaa bang, gua bakal usaha sekuat tenaga gua, " Jelas Aldo yang mulai semangat lagi.

Setelah beberapa menit menunggu Ollan yang mengambil p3k, akhirnya Ollan kembali membawa p3k dan air dingin untuk mengompres luka lebam Gito.

"Udah lu semua minggir dulu, gua mau obatin Bang Gito, " usir ollan dengan santai.

Ollan pun mengobati luka-luka Gito dengan perlahan dan telaten.
Setelah selesai mengobati luka Gito, Tian langsung mengantarkan Gito untuk pulang agar ia bisa beristirahat Dirumah.

"Ayok bang, gua anterin pulang biar lu istirahat dirumah aja, urusan motor lu aman disini." Ujar Tian yang menawarkan dirinya Dan Gito pun menurut saja.

"Oiya ... Tar gua balik lagi, lu semua jangan ada yang cabut! " Ujar Tian mencegah mereka semua membubarkan diri.

"Gimana .... Zen, Bang Gito udah kena imbas Dari Geng wolf scream, lu cuma mau diam aja?, " Tanya Daniel.
"Gua juga bingung, niel. Intinya kita latihan dulu aja, urusan nyerang biar gua omongin sama Tian nanti, " Jawab Zean yang kebingungan juga.

Dimarkas Wolf scream enal yang baru datang dengan babak belur, setelah dirinya membuka pintu, Tiba-tiba saja dirinya jatuh tak sadarkan diri,

"Woii, itu enal kenapa?." Tanya salah satu dari mereka dengan sedikit terkejut.

Mereka semua yang melihat ketua nya tumbang, langsung menghampirinya.

"Woi, bantu angkat kesana. " Ucap boby dengan menunjuk kearah sofa.

Melki, ken, dan kinal pun menopang  tubuh enal dan membaringkan nya di sofa.

Setelah tubuh enal dibaringkan, Boby mengambil p3k dan air dingin untuk mengobati luka-luka enal

Setelah mengobati luka-luka enal, boby kembali menyimpan p3k dan air dingin nya dan membiarkan enal tidur dengan tenang.

Saat boby kembali kinal tidak sengaja menduduki kaki enal yang luka.
Dan membuat enal langsung terbangun.

"Anjingg, kaki guaa. " Teriak enal kesakitan.
"Eheh, maap bang maap, sumpah ngak sengaja." Ucap Kinal sambil meminta maaf karena enal jadi terbangun.

"Tai lu, nal. Sakit anjing, " Protes Enal.
"Yaa maap bang, kagak ngeliar gua, " Ucap Kinal yang meminta maaf.
"Iya-iya, udah geseran dikit biar kagak kena kaki gua lagi, " Ucap Enal dan Kinal pun mengeser duduknya.

"Oiya, bang. Lu kenapa balik-balik bonyok gini dah?, lu abis ngapain sih? " Tanya Boby.
"Tadi gua lagi malakin para pedagang, Tiba-tiba dateng lahh si Gito sok-sokan mau jadi pahlawan, awalnya Gua lawan dia menang, nah pas temennya dateng bertiga yaa gua kalah lah,orang 2 vs 1, " Jelas Enal.

"Hah temennya Gito, si Nanda sama Gara? " Tanya boby lagi.
"Bukan, Tapi kayaknya dia petinggi dari Hesperos sih, soalnya chamestry mereka kuat banget." Jawab Enal.
"Ohh, wajar bang lu kalah, yang lu lawan ketua sama wakil nya, yang dikasih julukan duo zoytoy." jelas boby.

"Pantesan aja mereka kuat banget, " Ujar enal.
"Yaudah gua mau tidur lagi, awas lu semua ada yang ganguin gua lagi, " Ancam Enal agar tidak ada yang menggangunya lagi seperti kejadian kinal tadi.

Setelah enal tertidur mereka masih membahas Tentang Duet Zoytoy sang ketua dan wakil Hesperos.

"Emang mereka sekuat itu kah, bob? " Tanya Melki.
"Bisa dibilang kuat sih, soalnya mereka yang naklukin jakarta dari barat, timur, selatan, utara, sampai pusat." Jelas boby.

Melki masih belum percaya bahwa lawan mereka selanjutnya adalah Sang Penakluk Jakarta.

“Tapi… mereka cuma berdua yang naklukin Jakarta?” tanya Melki, suaranya penuh ragu.

Boby menggeleng pelan.
“Ngak berdua. Mereka gak naklukin jakarta sendirian, tapi bareng Hesperos,dan setiap perang dua orang itu selalu berdiri paling depan. Jadi perisai hidup buat anggota lainnya.”

Ken yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bicara, mencondongkan badan dengan rasa penasaran yang meledak

“Berat juga ya lawan kita nanti,” katanya,
“Oh iya, Bang… kan sekarang gua sama Melki jatuhnya petinggi baru, ya? Nah, kita denger ada rumor kalau Wolf Scream dulu pernah lawan Penguasa Jakarta sebelum era Hesperos. Itu bener emang, bang?”

Boby menarik napas, suaranya jadi lebih berat lalu menjawab.

“Bener. Tapi sayangnya… kita kalah telak.”
Dia melepaskan jaketnya sambil melihat logo serigal yang berada di jaketnya.
“Lawan kita dulu itu bukan sembarang geng. Mereka adalah penguasa jalanan sebelum Hesperos muncul…
Geng itu Shadow Reign.”

Ken dan Melki sama-sama terkejut.
"Shadow Reign yang dulu pemimpin nya Gito? " Tanya Melki

“Iya ..Geng itu dulu dipimpin Gito.” Boby melanjutkan,
“Namun Setelah perang besar itu, Wolf Scream bubar, dan yang tersisa cuma Gua, sama Enal dan orang-orang yang benar-benar setia.”

“Sisanya?” tanya Ken lirih.

“ Sisanya bubar setelah perang besar itu bahkan sampai petinggi Wolf Scream Itu terkena mentalnya kerena melihat seber brutalnya Keganasan Shadow Reign,” jawab Boby.

“Dan setelah perang itu juga Shadow Reign mulai turun, Dan akhirnya Gito membubarkan Shadow Reign,
dan dari situlah Hesperos mulai naik.”

Melki ngusap wajahnya dan berkata.
" Emang dari dulu kita udah ditakdirin buat ngelawan mereka doang bang,"

Ken langsung membalas,
"Gua ngak takut sama hesperos, yang gua takutin sekarang hesperos udah punya bekingan yang cukup kuat,"

"Nah, itu yang gua takutin juga bang, " Ucap Melki
"Udah santai aja, urusan itu biar gua yang atur ama Enal nanti," Jawab Boby.

Angin panas  Jakarta berembus lewat jendela markas. Membawa suara bising kota yang tidak pernah berhenti, seperti medan yang sedang menunggu perang baru.

Dan dari dalam markas  itu…
dua calon petinggi baru mulai paham, bahwa legenda bukan untuk ditakuti.
Legenda untuk ditandingi atau dilampaui.

Bersambung....

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Happy new year🎉
Sory telat dikitt...

Semoga ditahun ini kita semua menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya aminn...

Oiya disini gua mau ngasih tau, Gua bikin server discord buat kita ngobrol ngobrol dan buat yang mau join link ada dibawah sama percakapan.

https://discord.gg/p48XYkEa

HESPEROS S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang