kasih aba-aba

74 6 0
                                        

Happy reading guyss

.
.
.
.
.
.
.
.

Malam hari di pusat Jakarta, di sebuah warkop yang cukup ramai pengunjungnya. Di salah satu meja, empat orang sedang duduk beramai-ramai dan mulai membicarakan sesuatu.

"Ehh... lu tau nggak, Kaga?" tanya salah satu dari mereka sambil mengangkat gelas teh tawar ke arah teman di sebelahnya.

"Tau apaan?" balik tanya temannya yang bernama Kevin dan temannya yang disampingnya bernama Jhonatan yang kerap dipanggil Natan.

"Kemarin di perbatasan selatan Jakarta ada geng motor yang bikin rusuh," ucap orang itu dengan suara pelan agar tidak terlalu menarik perhatian pengunjung lain.

"Ohh! Gua tahu tuh, kabarnya mereka sampai bentrok sama warga lho!" sambung teman mereka yang duduk bersebrangan, bernama Yanto, sambil menepuk meja ringan.

"Terus Polisi nggak berani ngatasin?" tanya orang di sebelah Yanto, Rina namanya satu-satunya wanita dalam Circle mereka sekaligus pacarnya Yanto.

"Polisi gerak kalau ada duit doang, Rin," jelas Kevin sambil menyalakan rokoknya dan menghembuskan asap perlahan ke udara.

"Terus Hesperos nggak gerak juga? Kan itu masih daerah kekuasaan mereka," ujar Natan dengan wajah penuh keraguan.

"Dari kabar yang gua denger sih, mereka nggak bakal ngurusin hal gitu. Yang ngurusin tuh geng lama," jawab Yanto menjawab pertanyaan Natan.

"Geng lama? Siapa?" ucap Kevin dengan wajah bingung.

"Dari info yang gua dapet siih, geng lama ini dulu jadi penguasa Jakarta.  Sebelum Hesperos muncul," jelas Yanto sambil menurunkan suaranya.

Di bangku sebelah, ternyata ada seseorang yang sedang asyik mendengarkan percakapan ke-empat orang itu.

"Emm... jadi gitu ya, Hesperos nggak bakal fokus ke kita," ujar orang itu pelan-pelan sambil masih berpikir dan belum berniat pindah tempat.

"Ehh... gua juga denger-denger nih, Wolf Scream bakal disatukan sama Hesperos," bisik Kevin dengan suara sangat rendah agar tidak menarik perhatian pengunjung lain dan menimbulkan keributan.

"HAH! Beneran aja lu? Itu geng isinya banyak banget orang yang kayak anjing aja deh!" terkejut Yanto sampai suaranya sedikit naik.

"Nah kan! Kalau itu berhasil, anggota mereka jadi banyak banget tuh," ucap Natan dengan ekspresi khawatir.

"Wahh! Info bagus nih. Wajib gua kasih tau ke Bagas sekarang juga," gumam orang yang selama ini mendengar rahasia itu, lalu langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan warkop itu.

****

Di sisi lain Jakarta, jauh dari kebisingan kota, Christian dan Marsha duduk berdua di tepi danau yang sunyi. Cahaya bulan menerangi permukaan air dengan indah, sementara mereka hanya menikmati keheningan bersama-sama.

“Emm… Sha,” Christian panggil pelan, suara nya hampir terdengar samar di angin malam.

Marsha yang tadinya sedang memandang jauh ke arah danau, langsung menoleh ke arahnya. “Kenapa?”

“Misalnya, kalau aku harus pergi lama-lama, kamu masih mau nungguin aku nggak?” Tanyanya dengan nada yang sedikit serius, sambil menggenggam tangan Marsha.

Marsha langsung mengernyitkan alisnya, wajahnya langsung menunjukkan rasa khawatir. Dia menggenggam tangan Christian lebih erat. “Emangnya kamu mau kemana sih tiba-tiba? Jangan ngomong aneh-aneh kayak gitu deh… ”

HESPEROS S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang