Ridho yang Paling Menyakitkan

274 10 10
                                        

Happy reading💕


(◡‿◡✿)

Pagi itu suasana rumah terasa berbeda.

Aina bangun lebih dulu dari biasanya. Matanya sembab, jelas sekali semalam ia menangis cukup lama. Namun saat Gus Dika membuka pintu kamar, gadis itu sudah duduk di depan cermin, menyisir rambutnya pelan.

"Ina...?" panggil Gus Dika pelan.

Aina menoleh sebentar lalu tersenyum tipis.
"Pagi Gus."

Gus Dika merasa ada sesuatu yang aneh dari senyum itu. Terlalu tenang. Terlalu dipaksakan.

"Kamu... masih marah?" tanya Gus Dika hati-hati.

Aina menggeleng.

"Enggak kok. Ina cuma lagi mikir aja."

"Mikir apa?"

Aina berdiri lalu menghampiri Gus Dika.

"Mikir kalau mungkin... ini memang takdirnya Ina."

Deg.

Perkataan itu membuat hati Gus Dika terasa tidak enak.

"Maksud kamu apa?"

Aina menatap mata suaminya cukup lama, lalu menunduk.

"Gus... kalau hari ini Abi tetap mau nikahkan Gus sama Aqila... Ina bakal datang."

"Datang?" Gus Dika mengernyit.

"Iya. Ina mau lihat sendiri."

Gus Dika langsung memegang bahu Aina.

"Tapi mas sudah bilang mas gak akan nikah lagi-"

"Tapi Abi tetap akan lakukan itu kan?" potong Aina lembut.

Sunyi.

Gus Dika tidak bisa menjawab.

Aina tersenyum kecil.

"Janji itu berat Gus. Apalagi kalau yang meminta orang tua."

Aina kemudian berjalan menuju lemari dan mengambil gamis hitam sederhana.

"Gus siap-siap saja. Kita ke rumah sakit."

"Maksudnya...?"

"Akadnya disana kan?"

Gus Dika terdiam.

Ia tahu... rencana itu memang belum dibatalkan.

(•◡•)

Rumah sakit pagi itu cukup ramai.

Beberapa santri dan keluarga sudah berkumpul di ruangan VIP tempat ibunya Aqila dirawat.

Abi, pak kiai, dan beberapa orang lain sudah duduk di sana.

Saat pintu terbuka, semua orang menoleh.

Aina masuk bersama Gus Dika.

Suasana langsung canggung.

Abi terlihat kaget.

"Aina... kamu datang?"

Aina tersenyum sopan.

"Iya bi. Ina kan menantu Abi. Masa ada acara keluarga Ina gak datang."

Ucapan itu terdengar manis, tapi entah kenapa terasa menusuk.

Di sudut ruangan, Aqila berdiri memakai gamis putih dan cadar yang menutup wajahnya. Tangannya gemetar memegang tasbih.

Ibunya yang terbaring di ranjang rumah sakit menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.

perjodohan dengan Gus (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang