Bel pulang berbunyi ketika Arkha belum selesai memasukan buku nya ke dalam tas, samar ia mendengar percakapan kedua temanya dari arah belakang.
"Dia beneran ngikutin apa yang di bilang kak Hesa?"
Arkha menoleh pada Joan dan Jio yang terlihat meninggalkan kelas bersama.
"Gue harus nemuin kak Hesa sekarang,"
Selesai memasukan buku, ia segera pergi keluar kelas menuju ruang osis, namun belum juga sampai sudah terdengar sesuatu yang membuat Arkha diam sejenak sebelum memutuskan untuk duduk di taman dekat sana.
Tak lama setelah itu, ia melihat Winter yang berjalan sendirian tampak sedikit kesal.
Arkha hanya diam saja memperhatikan tanpa niat menyapa karna dirasa sedang tak ingin basa basi.
Beberapa saat kemudian barulah Arkha melihat Hesa keluar lalu menutup pintu ruang osis, ia reflek menghampiri si kakak kelas.
"Kak,"
"Khan,"
"Abis marahan ya sama kak Winter," goda Arkha.
"Hah, marahan apa? Gak kok," sangkal Hesa.
"Gue lumayan lama kok disini, sempet denger kalian ribut gitu," ucap Arkha.
"Bukan njir, tadi Winter liat leher gue luka tapi malah gue plesterin seadanya, gak di bersihin dulu. Dia takut bakal infeksi makanya dia ngambek karna menurut dia, gue terlalu acuh." ucap Hesa.
"Loe luka? Bentar, bukanya tadi loe bilang sempet ketemu Heeseung..." ucap Arkha.
"Ya loe tau lah, gak perlu di perjelas," ucap Hesa.
Arkha terkekeh. "Gue tiba2 keingetan waktu dulu Heeseung nemuin di rumah sakit, santai banget loe sekarang. Udah gak takut lagi sama dia,"
"Kalo gue gak kuat, gimana caranya gue nolong yang lain," ucap Hesa.
"Iya2 gue paham. Ngomongin nolong yang lain nih, rencana loe sebenernya gimana? Loe minta bantuan Joan buat ngawasin Joan?" ucap Arkha.
"Udah tanggung kena penalty juga kan, jadi gue mutusin ajak dia sekalian, kita harus ngawasin masing2. Gue masih bakal disekolah, jadi gue nanti ngawasin Satya, berarti sisanya loe ngawasin Niki," ucap Hesa.
"Ngawasin gini kan gak bakal lama, toh nantinya juga mereka bakal pulang ke rumah," ucap Arkha.
"Itu dia, makanya malem nanti gue mau ajak mereka jalan ke mall terus nginep di hotel deket situ," ucap Hesa.
"Kita bakal libur sekolah beberapa hari ke depan, mendingan pada nginep aja di rumah gue sambil bakar daging," ucap Arkha.
"Keluarga loe gimana?" ucap Hesa.
"Ortu gue lagi pada pergi sih, art gue juga lagi mudik," ucap Arkha.
"Kakak loe?" ucap Hesa.
"Gampang, tinggal diusir aja," ucap Arkha.
"Gak gitu bjir," ucap Hesa.
"Gue serius kak, urusan kakak gue gampang, gak perlu dipikirin," ucap Hesa.
"Jadi, kita kumpul dirumah loe aja?" ucap Hesa.
"Iya, nanti gue kabarin yang lain biar pada kumpul," ucap Arkha sembari berlalu.
~~~~~
Hesa memperhatikan asik memperhatikan Satya yang berlatih sepatu roda di lapangan indoor, sesekali ia bertepuk tangan untuk menyemangati si adik ke kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
