finally - 2end

6 2 0
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi ketika Kala selesai menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.

Ia langsung melahap roti bakar yang masih hangat itu sambil memperhatikan layar ponselnya, membaca pesan-pesan dari grup chat teman-temannya. Salah satu dari mereka mengirimkan foto kebersamaan semalam, saat mereka makan bersama di sebuah restoran.

Delapan pemuda itu tampak berpose dengan gaya masing-masing sambil tersenyum ke arah kamera. Kala ikut tersenyum melihat foto itu, tetapi di saat yang sama, ada rasa sakit yang ikut menyelinap di dadanya.

"Maafin gue... sekarang gue gak bisa sering kumpul sama kalian."

Setelah menghabiskan sarapannya, Kala pergi ke kamar untuk memastikan kembali barang-barang yang akan ia bawa ke sekolah.

Saat sedang asyik memasukkan buku ke dalam tas, tanpa sengaja pandangannya jatuh pada sebuah buku catatan bersampul hitam yang tergeletak di atas meja belajar.

Dengan ragu, ia meraih dan membuka buku itu.

Rasa lega seketika memenuhi dadanya.

"Akhirnya..."

Kala menutup kembali buku catatan itu, lalu keluar dari kamar dan memutuskan menonton TV sejenak karena ia masih punya waktu untuk bersantai.

Baru beberapa menit menonton, suara tawa dari luar membuat Kala refleks menoleh ke arah jendela.

Ternyata itu Hesa dan Jaehyuk yang sedang berangkat ke sekolah bersama. Mereka pergi lebih awal karena ada acara sekolah. Keduanya terlihat asyik bercanda dan tertawa sambil melewati kosan Kala.

"Kemungkinan ke depannya bakal lebih parah lagi..." gumamnya lirih.

Kala memandangi mereka sampai perlahan menghilang dari pandangan.

~~~~~

Pukul tujuh pagi, para anggota OSIS sudah berjaga di gedung teater untuk mengawasi latihan terakhir para murid yang akan tampil di pentas seni yang dimulai pukul sembilan nanti.

Salah satunya adalah Hesa. Ia menonton sambil sesekali menyemangati Satya dan Niki, yang memang menjadi dua dari para pengisi acara.

"Good job, guys."

Hesa menghampiri mereka sambil membawa minuman.

"Gue kayaknya mau latihan lagi deh. Rasanya masih kurang," ucap Niki.

Satya yang sedang melepaskan sepatu rodanya langsung menoleh. "Istirahat dulu bentar lah. Masih ada sedikit waktu sebelum tampil."

"Gue malah bingung kurangnya di mana," ucap Hesa.

"Gak tau, dance gue emang masih kurang aja semuanya," sahut Niki.

"Udah bagus kok. Loenya aja yang kurang pede," balas Satya.

"Lo bisa ngomong gitu padahal main sepatu roda jauh lebih susah," ucap Niki.

Satya mendengus pelan. "Gue liat dance lo juga susah, bjir. Gimana caranya gue ngikutin gerakan ribet kayak gitu?"

Hesa terkekeh kecil. "Intinya, penampilan kalian sama-sama susah. Tinggal pede aja."

UndercoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang