after day

3 0 0
                                        

– rumah loe dimana Kyung –

Setelah menulis, Hesa menyimpan kertas itu di atas meja belajarnya, ia baru ingat bila sebelumnya pernah bertukar sticky note seperti ini dengan si setan lavender.

Tok tok tok

Hesa segera pergi ke pintu, dan saat terbuka ternyata si teman yang mengajaknya pergi ke sekolah bersama.

"Gak kepagian ni kita pergi?" ucap Hesa.

"Sarapan dulu sa, gak laper loe emang," ucap Jaehyuk.

"Iya deh gue ikut," ucap Hesa.

Mereka berdua pergi membeli bubur yang penjual nya cukup jauh dari kosan, bahkan Hesa cukup terkejut namun Jaehyuk mengatakan bubur di tempat itu sangat enak dan memang ingin mengajak Hesa untuk mencobanya juga.

"Ngerti kan kenapa gue samper loe pagi banget," ucap Jaehyuk.

"Masih agak heran sih, kok tumben loe bangun pagi, bukanya loe susah dibangunin ya," ucap Hesa.

"Bjir lah, ngeledek banget," ucap Jaehyuk.

"Ngeledek loe tu bagian dari makanan pembuka," ucap Hesa.

"Serah dah," ucap Jaehyuk pasrah.

Tak lama makan yang mereka pesan sudah tersaji yang langsung saja mereka berdua santap.

"Tiba2 gue de javu gini," ucap Jaehyuk.

"Ha?" Hesa tak paham.

"Pas dulu temen loe kena begal, kita liatin dia sambil makan dipinggir jalan," ucap Jaehyuk.

"Jangan aneh2 lah," ucap Hesa.

"Gak kok, gue cuma bayangin aja ada sesuatu yang lewat lagi," ucap Jaehyuk.

"Otak loe perlu di cuci dulu ya biar bersih," Hesa menatap datar si teman.

Suasana tenang pagi itu dan angin yang berhembus pelan membuat kegiatan makan mereka jadi terasa nikmat namun sepertinya perkataan Jaehyuk terkabul, saat sedang asik makan itu tiba2 saja mereka melihat seorang pengendara motor yang terjatuh karna jalanan licin sehabis hujan di hari kemarin.

"Loe sih Jae," ucap Hesa sembari menaruh mangkuknya di meja.

"Bantuin dulu nyet, ntar lagi salah salahanya," ucap Jaehyuk.

Mereka berdua langsung menghampiri pemuda itu dan membantunya.

"Sakit gak bro?" ucap Jaehyuk yang membuat Hesa langsung mendorong si teman.

"Perlu validasi begitu," ucap Hesa.

"Haha, lumayan bro sakit," jawab si pemuda bersurai pink.

"Kita anter ke rs," tawar Jaehyuk.

"G-Gak perlu, gue masih bisa jalan kok," tolak halus pemuda itu.

"Katanya tadi masih sakit, udah biar kita anter ke rs paling deket darisi -eh, loe yang waktu itu bareng Kala?" ucap Hesa.

Pemuda itu langsung berubah panik. "M-Maksud loe gue ketempelan?"

"Hah? Bukan-"

"G-Gue gak pernah ketemu sama loe,"

Pemuda itu langsung buru2 pergi meninggalkan Hesa dengan ekspresi bingungnya.

"Kok dia tiba2 takut gitu?" ucap Jaehyuk.

"Gue juga gak tau Jae," ucap Hesa.

"Eh tadi loe nyebut Kala, dia temenya?" ucap Jaehyuk.

"Ntah, tapi gue pernah liat mereka bareng," ucap Hesa.

UndercoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang