8. Jawaban

0 0 0
                                        

Entah dari mana Triyan dan Dania, disusul Dinar menghampiri sepasang kekasih yang sedang berpelukan itu. Keduanya tersipu akan kehadiran 3 orang lainnya.

"Jadi?" Tanya Yega penasaran..

Seketika Yesa tersadar belum menjawab pertanyaan sang kekasih. Yesa terdiam sejenak, membuat rasa berdebar semakin kencang Yesa rasakan. Bukan hanya Yega, ketiga orang lainnya pun sangat menantikan jawaban itu.

"Ega..." Sapanya, tangannya terangkat untuk mengusap pipi di wajah tampan sang kekasih.

Yega menyabut tangan sang kekasih kemudian mengecup nya penuh sayang. "Iya Sa, aku disini", Yega menatap penuh damba kepada Yesa.

"Maafkan aku" seketika jantung Yega berdetak begitu kencang, "ada apa ini" batin Yega yang semakin tidak karuan.

"Ega kamu sayang aku kan" Yega yang sedari awal sedang membutuhkan jawaban, malah dirinya di hadapkan dengan sebuah pertanyaan dari Yesa.

"Sangat, aku sangat menyayangi kamu. Untuk itu mari kita menikah Sa." Jawabnya penuh dengan keyakinan.

"Ga, mau nunggu aku gak. Aku ga bisa Ega" jawaban Yesa sungguh membuat hati Yega perih. Tapi Yega yakin, Yesa mempunyai alasan. Bukan hanya Yega, Yesa pun merasakan perih yang begitu menyiksa hatinya.

"Adek kenapa?" Akhirnya Dinar mengambil alih suasana, dan mengambil alih adiknya untuk dia peluk. "Maaf abang" hanya itu yang saat ini Yesa bisa utarakan. "Mau peluk abang dulu sebentar" tanpa memerlukan jawaban, Dinar mengeratkan pelukannya kepada adik tercintanya. Ditatapnya Yega, dan Yega pun menganggukan kepala, tanda dia mengerti dengan situasi sekarang. Biarkan Yesa menikmati waktunya.

...

..

.

Sekarang tepat malam hari disebuah tempat makan istimewa yang sempat Yega pesan jauh-jauh hari. Rencananya di tempat ini mereka akan merayakan kebahagiaan tatkala Yesa menerima lamarannya. Tapi memang benar, manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan.

"Jadi adek kenapa hmm" Dinar memulai percakapan dengan sang adik di temani 3 orang lainnya disana. Yega, Triyan dan Dania.

"Yega, aku minta maaf" bukannya menjawab pertanyaan Dinar, Yesa berbalik menghadap  Yega yang tepat ada di sampingnya. Tentu Yega yang masi dalam keadaan kurang baik, sedikit mengabaikan permintaan maaf dari sang kekasih.

Tak mendapatkan jawaban dari Yega, Yesa lantas langsung memeluk Yega dengan dibarengi  tangisan menyakitkan dari Yesa. Yega tidak menolak pelukan itu, dan Yega pun ikut mengeluarkan segala kekecewaannya dengan menangis memeluk wanitanya.

"Ega, aku sayang banget sama Ega. Tapi ga sekarang ya. Tungguin Yesa sampai lulus kuliah nanti. Aku ga mau kecewain abang, abang udah susah payah rawat aku, biayain aku, dan aku belum bisa jauh dari abang. Cukup skrg sampai abang selesai kuliah aku jauh dari abang, setelah abang lulus kuliah aku mau terus sama abang, sampe aku bener-bener siap nikah sama kamu"

Lega hanya itu yang Yega rasakan. Ketakutan akan kehilang Yesa luruh begitu saja. Sekarang Yega berusaha mengerti keadaan Yesa. Dan Yega berjanji akan terus menjaga nya saat jauh dari Dinar. Dan akan tetap terus menjaganya ketika Dinar melepaska Yesa untuk dirinya.

"Ya udah, pulang yuk. Kamu capek seharian di jalan. Dinar juga besok balik lagi. Ga kasian sama abangnya kecapean juga. Aku ga akan kenapa napa, selama ada kamu, aku akan baik-baik. Terus sama aku ya. Aku tunggu sampai kamu siap"



💚💚💚💚💚Bersambung💚💚💚💚💚

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

YEGASA || Na YutaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang