Bab 40

39 8 0
                                        

malam ini langit cerah, namun hawa dingin mulai terasa karena sebentar lagi musim dingin akan tiba. meski begitu, Taehyung tetap merasa tak nyaman dengan tubuhnya. panas dan sesak.

"sialan!" maki Taehyung

meski melaju dengan kecepatan tinggi dan sedikit ugal ugalan, Taehyung berhasil sampai di apartemen dengan selamat.

kepalanya pusing dan nyeri secara bersamaan, di tambah penglihatan kadang jelas kadang buram, Taehyung tetap mencoba bertahan.

berhasil membuka pintu apartemen, Taehyung langsung mendapati Tzuyu yang tertidur di sofa. dirinya mendekat, hendak membawa Tzuyu pindah kamar. namun tubuhnya semakin payah, tak sanggup berdiri dengan stabil.

bugh

Tzuyu terbangun melihat Taehyung menekan bahunya, entah, mungkin membentur sudut meja karena Taehyung terkapar di sebelahnya.

"Tae, kau kenapa?"

tak menjawab, Taehyung menatap Tzuyu lapar. rasanya semakin menyiksa. memaksakan diri sekuat tenaga untuk menghindari Tzuyu.

sementara Tzuyu semakin khawatir, Taehyung terlihat sangat menderita.

Taehyung berhasil masuk kamar dan langsung mengunci pintu, mengabaikan Tzuyu yang masih terus memanggilnya. Taehyung tahu, Tzuyu khawatir padanya, namun dirinya lebih khawatir akan menyakiti Tzuyu.

Taehyung melepas pakaiannya, membuang ke sembarang tempat. masuk ke bathub dan menyalakan keran air dingin.

"dasar sialan! akan ku perhitungkan satu per satu sampai lunas!"

Taehyung mengepalkan kedua tangannya, menahan sensasi dingin yang memerangi Jawa panas di tubuhnya. kepalanya semakin pusing, saking sakitnya hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Tzuyu masih terdiam di depan pintu kamar Taehyung, rasanya ingin menangis, terlalu sakit Taehyung mengabaikannya.

"apa kau begitu marahnya Tae?"

Tzuyu bergegas ke dapur, membuka lemari kecil di samping kulkas. tangannya satu per satu mengambil kunci, mencari cadangan kunci kamar Taehyung.

10 menit kemudian, Tzuyu berhasil menemukannya. bergegas kembali ke pintu kamar Taehyung dan berhasil membukanya. Tzuyu mendengan keran masih menyala, namun tak mendengar pergerakan Taehyung.

"Tae? kau sedang mandi?"

Tzuyu membuka pintu kamar mandi, mendapati Taehyung hampir tenggelam di bathub, dengan sigap langsung menariknya.

"astaga Taehyung!!"

Tzuyu mematikan keran air dingin, membuka penutup pembuangan air di dalam bathub. setelah air menurun, Tzuyu bergerak mengambil handuk. dengan susah payah membawa Taehyung sampai ke kasur.

"Tae, jangan menakuti ku" ucap Tzuyu sembari menepuk pelan pipi Taehyung.

Taehyung terbatuk, perlahan membuka mata dan mendapati Tzuyu menangis.

"ada apa Tae? kau kenapa?" serbu Tzuyu

Taehyung mengusap air mata Tzuyu, "aku di racun seseorang Tzu, dan tak ingin melukaimu" jujur Taehyung

tanpa ambil pusing, Tzuyu langsung mencium Taehyung. melumat pelan bibir sexy yang hampir membiru ini. lembut dan kemudian hangat.

Taehyung menikmatinya, menginginkannya, karena air dingin hanya meredamnya, tak sepenuhnya bisa menghilangkan racun di tubuhnya. namun pikiran sehat Taehyung kembali, mencoba sadar dan melepaskan diri.

"Tae, sudah begini masih tidak menginginkanku? kau ingin mati?!" tanya Tzuyu khawatir

"aku tidak ingin memanfaatkan mu Tzu, aku bisa menyelesaikan ini sendiri"

TUAN MUDA - TAETZUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang