Bab 42

43 5 6
                                        

"Tzuyu, kau ... tidak membohongiku kan?"

lagi, Tzuyu hanya tertawa getir. memang tak salah dirinya memilih untuk melepaskan Jaehyun.

"jangan jatuh cinta pada orang lain tuan Jung, jika kau masih tak berani percaya padanya." ucap Tzuyu tenang

Jaehyun terdiam. sadar, selama ini dirinya hanya membutuhkan Tzuyu untuk terus di sampingnya. tidak benar benar mengerti apa yang di inginkan seorang Tzuyu padanya.

"tapi, apa kau sendiri percaya padaku saat itu Tzu?" tanya Jaehyun dengan nada meremehkan

Tzuyu tak langsung menjawab. menghela nafas sebentar, mengedarkan pandangan sebentar, lalu kembali menatap Jaehyun.

"apa yang harus ku buktikan padamu Jae?? bukankah sudah ku katakan, kau saja tidak mempercayaiku. jadi apa kau akan percaya jika aku mempercayaimu?? bukankah kau selalu mengirim orang untuk mengawasi ku?? lantas apa lagi yang harus ku katakan padamu sebagai pembuktian??" jelas Tzuyu panjang lebar

hati Jaehyun cukup tertusuk dengan perkataan Tzuyu. memang benar dirinya mengutus orang untuk mengawasi Tzuyu. ternyata memang dirinyalah yang tidak pernah percaya dengan Tzuyu.

Jaehyun beranjak duduk di sofa, meraih gelas dan menuangkan wine. menatap Tzuyu yang juga menatapnya, Jaehyun menenggak habis setiap gelas wine yang di tuangkannya.

Tzuyu tak mencegah, membiarkan Jaehyun menghabiskan wine miliknya. Tzuyu tahu, Jaehyun memang orang yang jangan sampai di ganggu.

"lepaskan aku Jae, kita berpisah baik baik"

Jaehyun menatap Tzuyu, tersenyum miring lalu beranjak mendekatinya. tangannya mengangkat dagu Tzuyu agar menatapnya.

"kenapa? tak sabar lepas dariku lalu pergi dengan Taehyung?"

"bukan karena Taehyung, tapi kita sudah selesai. sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi"

Jaehyun tertawa, mengambil ponselnya dan memanggil rekannya via video call lalu memperlihatkannya pada Tzuyu.

"Taehyung!!"

Tzuyu panik sekaligus khawatir. disana Taehyung diikat kedua tangannya, bajunya penuh darah, dan wajahnya terluka. Tzuyu ingin menjerit meluapkan tangisnya, Taehyung terlihat sangat menderita bahkan mungkin bisa di bilang sekarat.

"kau tahu Tzu? Taehyung benar benar mencintaimu. hahahaha"

"lepaskan Taehyung!!" bentak Tzuyu

Jaehyun menggeleng, kembali mendekatkan wajah pada wajah Tzuyu.

"kau tahu Tzu? Taehyung rela di pukuli asal aku tidak melukaimu. kau lihat," Jaehyun memperlihatkan tali dan beberapa pisau kecil di meja. "seharusnya kau terikat dan jadi mainanku saat ini"

Tzuyu mendelik, mendadak takut sampai merinding. "kau gila Jae!!"

"benar, aku gila Tzu. dan itu karena mu."

Tzuyu tak tahan lagi melihat kondisi Taehyung, air matanya berlinang semakin deras.

"maafkan aku Tae, maaf."

"kau tahu Tzu? betapa puasnya aku bisa membuat Taehyung bertekuk lutut di depanku. sosok yang paling di takuti di dunia bisnis malah jatuh di tanganku, hahahahhaa"

Jaehyun kembali duduk di sofa, menikmati wine yang terasa begitu nikmat saat ini.

"lepaskan Taehyung, Jae, ku mohon" ucap Tzuyu frustasi

"kau pikir aku akan melepaskannya begitu saja?!! Taehyung itu orang hebat, mana mungkin aku membiarkannya begitu saja." Jaehyun kembali mendekat, memperlihatkan layar ponselnya pada Tzuyu. "lihat baik baik Tzu"

TUAN MUDA - TAETZUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang