BAB 3: IT'S REAL

146 12 0
                                        

Ryeowook bangun pagi-pagi sekali, karena pagi ini ia ada latihan drama musikal. Setelah itu, Ryeowook bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Sehabis mandi, Ryeowook langsung me-make up wajahnya sendiri dan menata rambutnya agar ia terlihat tampan maksimal. Tapi, saat Ryeowook sedang menyisir rambutnya, terdengar suara pintu kamarnya diketuk.
"Masuk!" teriak Ryeowook yang masih saja sibuk menata rambutnya, tapi tidak ada jawaban dari luar. Pintu kamar Ryeowook masih terus diketuk.
"Masuk saja! Tidak apa-apa!" teriak Ryeowook yang belum juga selesai menata rambutnya, tapi tetap tak ada jawaban dari luar, dan pintu kamar Ryeowook masih terus diketuk.
"Ih, siapa sih! Ganggu aja!" gerutu Ryeowook.
"Iya, iya! Tunggu sebentar! Aku akan segera membukakan pintu!" ucap Ryeowook akhirnya.
Ryeowook melangkah mendekati pintu untuk membuka pintu. Saat pintu kamar terbuka, nampak Kyuhyun sedang berdiri di depan pintu kamar Ryeowook sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Ya, Tuhan! Kyuhyun! Kau ini kenapa tidak langsung masuk saja sih setelah Aku mengizinkanmu masuk?? Aku 'kan sedang sibuk menata rambutku!" omel Ryeowook.
"Aku bosan hampir setiap hari memasuki kamarmu hanya untuk mengambil PSP-ku! Tidak bisakah kau mengembalikan PSP-ku ke kamarku setelah selesai memainkannya?!" omel balik Kyuhyun dengan ekspresi datar sambil terus menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Hehe, iya ya, Aku lupa lagi! Maaf, ya!" kekeh Ryeowook.
"Ah, baiklah! Sekarang cepat kembalikan PSP-ku!"
"Iya, tunggu sebentar!"
Ryeowook melangkah memasuki kamarnya untuk mengambil PSP Kyuhyun yang lupa ia kembalikan.
"Ini PSP-mu! Terima kasih, ya!" ujar Ryeowook beberapa menit kemudian sambil menyodorkan PSP milik Kyuhyun.
"Iya!" ujar Kyuhyun yang langsung berjalan menuju ruang makan. Ya, Kyuhyun memang biasa bermain game sambil menunggu koki keluarganya selesai memasak makanan untuk sarapan.
Setelah Kyuhyun menghilang dari pandangannya, Ryeowook masuk kembali ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya menata rambutnya. Baru saja Ryeowook lanjut menata rambut, tapi pintu kamarnya sudah kembali ada yang mengetuk.
"Masuk!" teriak Ryeowook yang terus saja menata rambutnya, tapi tidak ada respon dari luar, dan pintunya masih terus diketuk.
"Masuk saja! Aku sedang sibuk menata rambutku!" teriak Ryeowook lagi yang belum juga selesai menata rambutnya, tapi lagi-lagi tidak ada respon dari luar, dan pintunya masih terus diketuk.
"Arrgh, siapa lagi sih nih?? Kenapa pada suka sekali berbuat seperti ini padaku?? Memangnya apa lagi sih kesalahan yang kulakukan??" omel Ryeowook sambil berjalan mendekati pintu.
"Waaaaa!" Ryeowook teriak histeris. Ia sungguh terkejut melihat sosok kuntilanak yang akhir-akhir ini membayanginya berdiri di depan pintu kamarnya, hingga Ryeowook berteriak sehisteris itu dan kembali menutup pintu kamarnya.
"Ya Tuhan, apa lagi itu?? Kenapa sosok itu lagi-lagi datang menghampiriku??" ujar Ryeowook sambil duduk memegangi kepala di belakang pintu kamarnya.
"Apa Aku berhalusinasi lagi?? Tapi kenapa sosok itu terlihat begitu nyata??" monolog Ryeowook.
"Tidak! Aku masih normal! Mentalku masih sehat! Dari awal juga Aku hanya sedikit kelelahan! Jadi, kondisiku tidak memenuhi syarat untuk mengalami halusinasi! Apalagi hingga sesering ini!" jelas Ryeowook pada dirinya sendiri.
"Ya, ini bukan halusinasi! Ini semua pasti nyata! Kenyataan!"

-------------------------

Yey! Akhirnya bisa ngepost bab 3! Sorry kalo pendek dan ada typo, soalnya Saya lagi kurang sehat, tapi tetap pengen lanjutin nulis cerita ini Hope you enjoy this story, guys! Jangan lupa untuk memberikan vomment, ya!

Ghost's LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang