Kenapa ? (Azelia)

657 21 3
                                    

" Andai saja aku bisa memberikan rasa sakit aku ke kamu, walau hanya sebentar. Bukan untuk menyakiti kamu, tapi untuk membuat kamu mengerti betapa sakitnya hati aku saat kamu meninggalkan aku. "

# # # # #

" Eh kebo bangun cepetan " Aaah apaansih. Dari suaranya sih udah pasti Kak Davi. Tapi ngapain. Oh iya aku kan tidur di dalem mobilnya dia.

" Iya, ehm bentar dulu kak " Aku menggeliat membenarkan posisi tidur ku.

" Eh malah tidur lagi. Bangun cepetan Om Bima kena serangan jantung " Aku terbangun. Mataku menatap tak percaya ke arah Kak Davi. Om Bima ayahnya Ray kena serangan jantung ?

" Om Bima ayahnya Ray ? " Bodoh sekali pertanyaanmu Zel siapa lagi orang yang punya nama Bima yang kamu kenal.

" Yaiyalah, gini nih kalo tidur mulu otaknya seret. Yaudah sekarang cepet kita turun. Kita masuk ke dalam " Masuk ke dalam? Setelah aku liat keluar ternyata kita sudah berada di parkiran rumah sakit.

" Yeh bengong lagi cepet turun. Mamah udah duluan ke dalam " Aku tersadar kemudian dengan cepat membuka pintu dan mengikuti Kak Davi masuk kedalam Rumah sakit. Kami berjalan dilorong rumah sakit. Kata suster Om Bima sedang berada diruang UGD. Didepanku aku melihat ada Tante Ratna, mamah, Kak Helen dan Ray? Tunggu bukannya mereka sedang lamaran. Tapi kenapa ini semua bisa terjadi. Setahu ku Om Bima termasuk orang yang sehat. Ray terlihat berantakan Jasnya sudah dibuka 2 kancing bajunya juga sudah terbuka. Rambutnya yang tadi aku lihat rapi dengan gel rambut sekarang sudah berantakan. Kenapa dia? Batinku bertanya. Sedangkan Tante Ratna sedang menangis mamah dan Kak Helen duduk disampingnya dan mencoba untuk menenangkan tante Ratna.

Aku semakin bingung sebenarnya ada apa? Pintu ruang UGD terbuka. Seorang dokter keluar dari ruangan itu. Ray dengan cepat menghampiri dokter itu.

" Gimana keadaan ayah saya dok?" Ray bertanya dengan kecemasan di wajahnya.

" Pak Bima baik - baik saja dia hanya mengalami serangan jantung ringan. Saat ini dia akan dipindahkan keruang rawat inap " Ray mengusap wajahnya. Raut cemas tak henti - henti terlukis di wajah tampannya.

* * * * *

" Kak, sebenernya Om Bima kenapa sih?" Aku bertanya kepada Kak Davi. Karena hanya dia yang ada diluar. Mamah, Kak Helen, Ray, dan Tante. Ratna sedang melihat keadaan Om Bima.

" Yeeh budeg banget sih. Tadi kan aku udah bilang Om Bima itu kena serangan jantung " Yeh otak udik. Itu sih aku juga tau. Aku mendengus kesal.

" Itu sih aku juga tau kak. Tapi kenapa? Setau aku Om Bima itu sehat - sehat aja " Kak Davi menatapku lekat. Apa yang sedang dipikirkannya di otak jamurannya itu? Entahlah hanya dirinya, iblis, dan tuhan yang tahu.

" Entahlah. Nanti kita tanya mamah saja " Dia mengangkat bahunya. Kurang ajar tadi dia sudah mengejekku. Kenyataannya dia sendiri juga tidak tahu. Aku menjitak kepalanya kencang.

" Heeey, apa yang kau lak -- " Pintu terbuka mamah dan yang lainnya langsung keluar. Aku dan Kak Davi menoleh bersamaan.

" Bisa nggak sih kalian ngga berantem " Aku menggeleng dan melirik Kak Davi dari sudut mataku. Dia hanya diam dan mengerucutkan bibirnya. Haha lucu sekali dia seperti bebek, bahkan lebih jelek dari bebek.

" Keadaan Om Bima gimana mah ? " Aku memberaniakn diri untuk bertanya. Aku sekilas melirik kearah Ray. Tatapannya tak bisa diduga. Sedih, bingung, marah. Apa yang sebenarnya terjadi dengan dia? Ayolah Ray ceritakan semuanya padaku. Aku akan selalu setia mendengar keluh kesah mu Ray. Ingat itu.

" Om Bima baik - baik aja. Cuma kondisinya sangat lemah. Lebih baik kita pulang, biarin om Bima istirahat kita bisa kesini lagi besok " Mamah menjawab dengan lembut. Ah mamah kau memang ibu paling baik sedunia akhirat.

" Kenapa buru - buru Rose ? " Tante Ratna bertanya ke mamah. Wajahnya masih menyimpan kesedihan.

" Iya, ini udah malam. Kasian anak - anak besok pada kuliah. Kamu yang sabar ya Ratna. Ray juga, wanita ngga cuma satu kok " Akhirnya kita bertiga bepamitan. Ada hal menakjubkan yang aku lihat. Senyum Ray. Sudah lama aku tidak penah melihat senyum tulus Ray terlukis di bibirnya seperti itu. Senyumnya akan menjadi bantal tidurku malam ini.

* * * * *

" Mah sebenernya Om Bima kenapa sih mah" Kak Davi bertanya dengan mulut yang dipenuhi makanan. Ewwwhh dia memang memiliki sifat bebek.

" Abisin dulu tuh makanan baru nanya. Jorok banget sih " Aku mencibirnya.

" Issh udah dong jangan berantem mulu. Kalian ngga kasian apa sama mamah. Mamah itu udah tua " Mamah memegang dahinya. Kasian mamah dia sudah terlalu tua untuk memikirkan hal yang berat.

" Om Bima kena serangan jantung saolnya dia kaget pas denger kalo lamarannya dibatalkan " Aku tersedak. Kenapa bisa? Mamah menyerahkan segelas air kepadaku.

" Eh kamu ini kenapa sih. Minum dulu " Aku megambil gelas yang tadi disodorkan mamah dan meminumya tak sabaran.

" Kok bisa dibatalkan ? " Sekarang sang iblis yang bertanya.

" Kata tante Ratnya sih tiba - tiba ada cowok gitu yang dateng saat lamaran terus dia bilang kalau Abby itu pacarnya. Dia juga bilang kalau Abby. Hhmmm Abby hamil anaknya " Aku dan Kak Davi melongo kearah mamah.

" Ray sempet marah dan kecewa. Mungkin karena Malu orang tua Abby membatalkan rencana pernikahan mereka. Yaudah Om Bima kena serangan jantung. Kasian deh Om Bima dia udah nyiapin semua keperluan Pesta pernikahan udah 90%. 10%nya lagi tinggal persiapan yang nikah aja " Aku menelan ludah. Yaampun pantesan tadi muka Ray kecewa banget. Aku merasa kasihan pada Ray tapi aku bisa apa? Jika aku datang padanya dan menghiburnya aku yakin dia akan mendepakku. Ingin rasanya aku menghancurkan dinding pembatas antara kita berdua. Tapi sulit, Dinding itu sudah dibuat oleh kebencian dan amarah yang tak jelas asalnya. Jika saja Ray mau memberitahuku apa yang membuatnya menjauh dariku aku pasti akan merubahya. Tapi dia tidak pernah memberitahuku.

" Mah, azel udah selesai makannya. Azel ke kamar dulu ya " Aku mendorong kursi ku ke belakang. Mamah dan kak Davi hanya menatapku bingung. Aku terlalu lelah dengan semua informasi ini. Oh Ray yang malang andai saja kamu mau bercerita kepadaku semuanya akan jauh lebih baik.

I Just Want To Be Loved by YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang