Hari ini tepat seminggu sebelum ulang tahunku dengan kak Cathrine. Aku takut kehilangannya, saudara kembarku yang sangat aku sayangi.
Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal."Hanya saudara kembarnya, yang ginjalnya cocok dengan Cathrine. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal, Pak." Beritahu dokter pada Daddy.
Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak Cathrine. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya.
Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada kak Cathrine, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya.
Karena aku tidak mau mereka akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan dua ginjal pada saudara kembarku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.
"Ah sudahlah Caithline! Kamu memang saudara kembar yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkannya pada Cathrine." Ucap Daddy sinis kepadaku.
"Aku kecewa sama kamu Caith! Tega ya kamu sama kakak kamu sendiri!" Ucap Dimas dengan kecewa padaku.
"Siapa yang mendonorkan ginjal untuk Cathrine, Dad?" Tanya kak Virgo kemudian.
"Entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Cathrine. Dia benar-benar berhati malaikat." Jawab daddy.
"Andaikan kalian tahu kalau itu aku.. Apakah aku akan diberi penghargaan dari Daddy dan semuanya?" Gumamku dalam hati.
***
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua.
Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bibi Ras. Aku pun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.
Ruang Operasi
Ruang ini terasa begitu menakutkan. Semua benda yang kulihat hanyalah jarum suntik dan gunting. Alat-alat yang terlihat menakutkan bagiku. Aku dibawa lebih dulu keruang ini, agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya.
Posisiku dan kak Cathrine dipisahkan oleh dinding pembatas. Hingga akhirnya aku dibius, dan kurasakan semuanya gelap.
Next~

KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Me?
RomanceDulu mereka menyayangiku dengan kasih sayang yang tulus.. Tapi sekarang mereka seakan tak pernah menganggap diriku ada. Bahkan untuk meminta perhatiannya saja seakan mereka tak pernah mendengar apa yang aku rasa. Kalian selalu memperlakukanku berbed...