Berkah Endagoras

224 24 39
                                        

Dunia tidak seperti yang aku kenal lima tahun lalu. Begitu juga denganku. Begitu juga anak laki-laki itu. Mungkin takdir berpihak padaku, dan meninggalkan dia terpuruk dalam kekalahan. Proyekkulah yang memenangkan nobel, bukan dia.

Dan aku akan menjadi orang yang memimpin dunia pada masa depan.

Hanya tinggal menghitung waktu hingga bahan bakar fosil musnah. Dan aku, sebagai putri dari keluarga perusahaan minyak raksasa terancam bangkrut.

Tapi, seperti kataku, takdir berpihak padaku.

Di bawah kerak bumi, aku menemukannya. Dekat dengan inti bumi. Bukan prodigi jika aku tak bisa mengidentifikasi materi baru ini. Sebuah plasma, bercahaya biru dalam kegelapan. Seperti permata safir di antara bebatuan. Aku, sebagai penemu materi ini, menamainya seperti nama keluargaku, Endragoras. Yang kemudian biasa disebut dengan ED-1.

ED-1 dengan cepat menguasai pasar dunia, setelah memenangkan nobel. Hanya 5 ml ED-1 setara dengan 100 liter bensin. ED-1 juga digunakan sebagai pengganti gas untuk menyalakan kompor, dan menghasilkan listrik yang dapat menghidupi satu kota, lebih efektif ketimbang reaktor nuklir.

Material ini adalah hal paling menakjubkan yang pernah ditemukan manusia. ED-1 adalah berkah Endragoras bagi dunia.

Setiap aku bangun, aku membuka balkon dan melihat dunia masa depan di luar sana. Mobil terbang yang ditemukan tiga tahun setelah ED-1, membentuk jalur indah di angkasa. Meskipun tidak ada pepohonan, udara jernih dan bersih dari polusi.

"Kau akan menghancurkan dunia ini!"

Suara itu menggangguku lagi. Anak laki-laki itu, dia membenciku. Aku tahu dia akan marah ketika aku mengambil kursinya di penghargaan nobel hari itu. Dia menakutiku dengan kehancuran dunia. Dan lagi, bagaimana pemandangan indah seperti ini disebut kehancuran?

Dia berkata, "Itu adalah Jiwa Gaia, Ibu Bumi. Kau tidak seharusnya mengambilnya. Bumi akan hancur."

Omong Kosong. Dia seharusnya jujur saja kalau ingin proyek Da Vinci Wheel miliknya menang.

Sampai suatu hari sekretarisku membawakan dokumen kontroversial. ED-1 memang tak mengeluarkan asap atau karbonmonoksida. Tapi efek sampingnya yang tak aku sadari, adalah mengeluarkan gas beracun ketika pembakaran. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak bisa menarik ED-1 dari peredaran. Aku tak bisa membiarkan Da Vinci Wheel mengambil alih kursiku. Itu harga diriku.

"Canangkan program penghijauan. Buat orang-orang menanam pohon lebih banyak, agar gas beracun ini dapat berangsur-angsur hilang." kataku pada sekretaris.

Pohon-pohon telah ditanam di sepanjang jalan. Setiap bangunan punya taman menghijau di halaman. Dunia ini akan membaik.

Sepuluh tahun berlalu, pepohonan tak dapat mengatasi racun itu, mereka mengering lalu mati. Orang-orang mulai mengenakan masker. Hanya masalah waktu mereka menguak bencana ini disebabkan oleh apa. ED-1 akan dihujat, dan namaku akan tercoreng dalam sejarah.

Seperti merayakan kekalahanku, si laki-laki itu mengambil tindakan. Dia masih hidup, dan menusukku dari belakang. Dia hendak mengumumkan proyek Da Vinci Wheel pada dunia. Sebuah roda raksasa dengan pripsip perpetual motion, dapat bergerak selamanya selama ada gravitasi. Benda itu dapat menggerakkan generator listrik tanpa bahan bakar. Natural, sederhana, dan murah, orang-orang akan menyukainya.

Aku harus menghentikannya sebelum dia mengambil alih dunia.

Rapat rahasia diselenggarakan. Kepala pimpinan dari semua perusahaan penambang ED-1 menghadirinya.

"Jika Da Vinci Wheel resmi dijalankan, itu artinya akhir dari bisnis kita." kataku saat pembukaan pertemuaan. Semua pria mendengarkan dengan serius, walaupun aku hanya wanita muda.

"Laki-laki ini, Khaled. Aku tidak suka dia menggunakan konsep free energy. Jika tidak ada orang yang membeli bahan bakar lagi, perekonomian dunia akan hancur. Bisnisku--maksudku bisnis kita--akan hancur. Aku setuju dengan gadis Endragoras." Tetua setuju denganku. Kabar baik.

Atas komando IMF, agensi federal seperti CIA dan FBI bertindak. Mereka setuju mengeleminasi semua potensi penelitian free energy.

Dan aku tidak mendengar berita tentang Khaled sejak saat itu.

Posisiku kembali. ED-1 tetap mendominasi sumber energi. Aku menginvestasikan penelitian untuk gas beracun itu. Sebentar lagi semua masalah akan selesai.

Tapi keanehan mulai berdatangan. Gempa terjadi semakin sering. Retakan tanah raksasa muncul di mana-mana. Bangunan mulai runtuh. Ada lubang besar tersebar di penjuru dunia.

Di mana letak kesalahanku?

Aktivis mengatakan kalau ini disebabkan penambangan ED-1. Tambang itu merongrong terlalu jauh ke pusat bumi, hingga kerak di atasnya tidak stabil. Tetap saja aku tak bisa menyerahkan ED-1. Ini adalah hidupku, berkah Endragoras! ED-1 penemuan paling brilian dalam sejarah, tidakkah mereka sadar akan hal itu?

Aku sering menangis sendiri di ruanganku. Keluargaku meninggal. Lubang raksasa tiba-tiba muncul di atas manor, membunuh mereka semua ketika aku sedang di kantor. Sekarang aku tak memiliki siapa-siapa lagi. Atau apa-apa lagi.

Tidak ada harapan tersisa. Dunia hancur. Tidak ada yang perduli dengan bisnis, apalagi jika rumah mereka ditelan bumi, dan daratan bergejolak seperti ingin menelan manusia. Bencana datang bertubi-tubi, hingga dunia tak memiliki wujudnya lagi. Uang kehilangan kekuatannya. Hanya insting bertahan hidup yang tersisa.

Semua pekerjaku melarikan diri. Tidak ada yang perduli padaku, meninggalkanku sendiri. Membusuk di sini.

Hah! Siapa yang perduli denganku, sang pembawa mimpi buruk ini?! Apa mereka membenciku?! Apa mereka ingin aku mati?!

Sang Gaia marah.

Dan aku telah gila.

Di sinilah aku, tanpa harapan dan ditinggalkan untuk mati.

Si Ratu Jahat Lady Endragoras.

Lalu suara retakan tanah datang dari depan apartemen. Aku melangkah keluar, dan meratap dunia yang hancur di depanku. Kakiku menuntun ke arah retakan raksasa di jalan, seperti jurang yang teramat dalam.

Di ujung jurang itu, aku melihat ke dalam. Sebuah cahaya biru berkedip. Mengalir seperti magma. Indah seperti langit biru. Aku mencintainya seperti anakku sendiri.

Aku dapat melihat kilatan listrik. ED-1ku tersayang. Aku tak percaya boleh melihatmu sekarang.

Aku tersenyum padanya. Lalu terjun menjemput dia.

Mini ChallengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang