Berubah lagi

22.6K 543 22
                                        

Anisa sudah sembuh dari sakit nya, ia melanjutkan aktivitas nya seperti semula. Bisma juga kembali cuek pada nya. Anisa sudah biasa akan sikap Bisma seperti ini.

Tinggal menghitung hari mereka akan ke Korea, Anisa harus siap meski ia tidak tahu kedepan nya bagaimana?

"udah sembuh kan lo? Tolong nanti bawain dokumen-dokumen gue yang ada di meja kerja gue ya, jam 10 an! Awas kalau sampai tidak!"dengan tegas nya Bisma langsung pergi mengacuhkan Anisa, istri nya.

'Tuhan, kapan ini akan berakhir? Aku sudah tidak tahan..'

Anisa duduk dimeja makan, ia sangat sedih masakan yang ia buat tidak dimakan oleh Bisma. Anisa ingin sekali Bisma memakan masakan nya walaupun sesendok ataupun satu nasi, Anisa sudah sangat senang.

Anisa POV

Selesai makan, Anisa membereskan meja makan dan tak lupa mencuci piring. Ia harus membersihkan seluruh rumah ini sendiri, karena bibi masih izin beberapa hari lagi.

Teringat dengan bibi, aku jadi kasihan terhadap nya. Ia sudah aku anggap sebagai mamah ku sendiri. Anak-anak nya sudah tidak perduli dengan nya, suami bekerja sebagai tukang becak, dan satu-satu anak nya yang masih perduli dengan nya yang ku kenal bernama Rizal, tetapi ia selalu mengeluh sakit. Aku merasa kasihan terhadapnya. Ia harus menahan rasa sakit yang menyerang diri nya, ia harus bertahan demi kedua orang tua nya. Masih cukup terbilang muda bagi nya untuk bersabar menghadapi penyakit yang dideritanya.

Tak terasa aku menetes kan air mata, sangat sedih rasa nya. Aku melirik kearah jarum jam

07.30

"masih ada waktu 2.30 lagi! Semoga cepat selesai."

Dengan telaten dan sabar Aku mengerjakan semua nya. Waktu menunjukan pukul 08.45 semua sudah rapi, lalu Aku bersiap-siap ke kantor Bisma, aku ingin menggunakan taksi karena kasihan melihat mang Ujang yang sedang sakit juga.

***

Author POV

Bisma sangat stress! Sangat setress! Pekerjaan semakin menumpuk, ditambah kerjaan yang sebelum nya.

"semua karena tuh cewek, coba aja dia ga sakit pekerjaan gue bakalan selesai dalam waktu singkat! Argh.. Gue butuh hiburan!"Bisma mengacak-acakan rambut nya, ia sangat stress.

Tok tok tok

"masuk!"

"hallo sayang."ujar wanita tersebut dengan penampilan yang sangat tidak pantas. Ia berjalan manja kearah Bisma.

"kamu ngapain kesini? Aku lagi pusing!"

"kamu pusing, aku pijitin yah? Lagian istri gembel kamu ga mijitin kamu apa? Dasar istri ga guna!"

'arghh! Kau membuatku kesal!'

Bisma hanya tersenyum miris, ia sangaf benci! Benci dengan semua sandiwara ini, ingin ia akhiri tetapi waktu yang masih lama.

"udahlah Bis, mending kita balikan bagaimana? Aku ga bisa hidup tanpa kamu."ujar wanita tersebut sangat manja, bahkan ia mencium leher Bisma. Bisma hanya diam.

"em..."

"bagaimana? Kan kamu bahagia sama aku, jadi ga ada yang perlu dipikirkan dong? Hem..?"Wanita tersebut tersenyum nakal. Bisma tidak berbuat, ia kesenangan.

"mari kita balikan!"

***

Entah mengapa hati Anisa berdetak sangat kencang, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi? Ia sangat khawatir, ia hanya Bisa beristighfar sebanyak-banyak nya untuk menghilangkan pikiran yang negative.

Wedding ContractTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang