"Suatu hari saat kita bertemu lagi, kan kutanyakan alasan kepergianmu." - Damaya
Lo dmn? Masa gue bertamu gada tuan rumahnya, ini ruang tamu lo udh gue recokin smpe kek kapal modar
- raraWkwkwk ini bentar lg nyampe kok, gpp sante aja, makanan di kulkas bnyk
- andinTadi siang, Andin meraung-raung di telepon meminta Rara-sepupunya-untuk datang ke rumahnya. Orangtua Andin sedang tidak ada di rumah, gadis itu takut jika harus sendirian. Tapi ketika Rara dan beberapa temannya tiba, si empunya rumah justru tidak kelihatan barang seujung jempol.
"Sepupu lo manis juga di foto ya, Ra. Tapi orangnya mana nih? Dari tadi kita ngerusuh di rumah orang, yang punya rumah nggak ada."
Itu suara Titan. Rara mengajak Titan dan Anna untuk sekedar menyelesaikan masalah yang terjadi di antara teman-temannya. Sekarang masalah itu selesai, tepat saat seseorang memasuki pintu ruang tamu.
"Dari mana, Din?"
"Bimbel,"
"Eh... Dek Andin."
"Titan, lo nggak usah begaya macam predator gitu deh!" Anna menoyor kepala Titan, membuat tawa pecah di seisi ruangan.
"Kok tasnya dua?" tanya Rara.
Manik mata Andin beralih ke ransel yang ada di tangan kanan-kirinya. "Oh, ini. Temen gue mau nginep."
"Jofy? Mana?"
Andin menggeleng sambil melempar dua tas itu ke sofa. "Temen bimbel gue. Masih nyopot sepatu," ucapan Andin terhenti saat seorang gadis lain memasuki rumahnya. "Nah itu."
Pandangan setiap orang di ruangan beralih ke sosok gadis itu. Tidak ada yang merasakan sesuatu yang aneh, kecuali Titan. Jantungnya berdegup tidak karuan.
🌹
"Ini Damaya. May, ini Rara, itu temennya Rara, Kak Anna sama Kak Titan." Andin mengenalkan mereka satu persatu. Semua menyambut uluran tangan Damaya dengan senyum, kecuali Titan. Jantungnya masih tidak karuan, saat Damaya menjabat tangannya, mereka bahkan tidak bersitatap.
"Lo di sini dulu, May. Gue ambilin minum."
"E-eng... Gue ikut, Din." Gadis yang dipanggil May itu langsung melonjak dari kursinya dan mengikuti langkah Andin ke dapur.
Mata Rara dan Anna tertuju pada Titan. "Lo kenapa sih, Tan? Tuh anak jadi kikuk kan?!" Titan masih bergeming. "Tan? Bintitan?"
"Ra, gue sama Anna cabut ya."
Titan beranjak keluar, Anna kebingungan di belakangnya. Rara menatap punggung Titan dengan heran, mengedikkan bahu sambil menggeleng.
🌹
Purnama tiba. Sebuah pertanyaan masih belum terjawab. Ada apa antara Titan dan Damaya?
Andin, Damaya, dan Rara baru saja selesai membereskan ruang tamu. Mereka sekarang berbaring di atas ranjang queen size di kamar Andin, mirip ikan sarden berjajar di dalam kaleng.
"May, lo kenapa sih? Tadi waktu lihat komuk si Titan sampe pucet gitu?" tanya Rara. Mereka sudah cukup akrab sepulangnya Anna dan Titan.
"Nggak apa-apa kok, Kak."
"Jangan bohong, May."
Damaya menghela napas panjang. Lalu berguling ke kanan, mendapati Andin yang menatapnya dengan tatapan hayo-lo-kenapa? Ia berbalik ke kiri, tapi Rara mengintimidasinya cerita-deh-buruan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Faye-rytales
Short StorySebuah dongeng cinta gadis-gadis abad 21 Kisah-kisah ini mungkin pernah kau temukan di antara buku harian masa kecilmu-yang tidak pernah kau pergunakan dengan benar, mungkin pernah kau dengar, mungkin pernah kau baca. Kisah-kisah ini mungkin sederha...