Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Secret

2.9K 281 3
                                        


Matahari pagi kini bersinar hangat menerpa wajah tampan seorang namja mungil yang masih bergulat dengan selimutnya serta alat alat medis yang menempel di sekujur tubuhnya... Mesin detak jantung berdentum lemah di sampingnya...

"Nghh"

ia melenguh pertanda akan segera sadar dari mimpi panjangnya semalam... Dan sepersekian menit berikutnya, ia berhasil membuka matanya walau berat... Namja itu melamun sebentar sebelum akhirnya ia melepas alat bantu nafasnya.... Ia duduk lalu kembali melamun... Kamarnya pagi ini terlihat sedikit berbeda, banyak selang di mana mana juga alat yang bunyinya nyaring di samping kanan tempat tidurnya....

'Bukankah semalam aku jatuh di depan kamar? Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan semua ini?' Batin namja mungil itu, dia jinhwan....

Jinhwan kembali tersadar lalu melepas selang infus dan beberapa selang lainnya... Walau sulit, jinhwan tetap bersikukuh untuk melepaskannya....

Jinhwan berusaha melangkahkan kakinya yang terasa lebih berat dari sebelumnya ke arah ruang tamu, tempat di mana dia bisa menemukan semua orang terutama adik yang sangat ia khawatirkan....

"Hanbin-naah..." Sapanya hangat saat ia menemukan seseorang yang ia cari....

"Jinan hyung..." Hanbin berhambur memeluk namja yang lebih pendek darinya itu... Ia menangis sesenggrukan di atas bahu jinhwan...

"Wae??" tanya jinhwan panik

Hanbin menghentikan air matanya, mengusapnya kasar lalu menggenggam kedua bahu jinhwan dengan kedua tangannya....

"Aku mimpi buruk semalam... Dan kemana saja kau? Kenapa jam segini baru bangun?? Tidak biasanya"

'Jadi hanbin tidak mengetahui keadaanku? Baguslah... Tapi siapa yang menolongku??' batin jinhwan

"Hhnmm... Mungkin aku kelelahan jadi tidur lebih lama..." dusta jinhwan

"Wajahmu semakin pucat hyung... Pipimu juga semakin kurus, apa kau baik baik saja??" Namja mancung itu memicingkan matanya curiga, namun lagi lagi jinhwan berdusta dan mengatakan dia baik baik saja...

"Aku baik baik saja... Mungkin karena jadwal kita akhir akhir ini terlalu banyak, jadi aku kelelahan..." elaknya...

"baiklah aku percaya... Tapi, jangan pernah merusak kepercayaanku, jika aku tau kau berbohong aku tidak akan memaafkanmu hyung...."

"Arraseo... Ahh iya, apa kau sudah membaik?" Jinhwan duduk di sofa ruang tamu yang masih kosong karena semua adiknya mungkin masih tertidur di kamarnya masing masing...

"Aku sudah lebih baik hyung... Oh ya, terima kasih sudah menolongku semalam..." hanbin tersemyum lalu ikut duduk di samping jinhwan....

Jinhwan lega mendengarnya, kekhawatirannya kini sirna setelah mendengar hanbin dalam keadaan baik baik saja....

Tidak kah jinhwan mengkhawatirkan dirinya sendiri yang bahkan kemarin hampir mati, kenapa dia selalu memikirkan orang lain??

"Hmmm... Kau berat.. Aku harus kehabisan nafas gara gara menggendong mu, sebagai gantinya, teraktir aku makan..." jawab jinhwan dengan senyum menggoda dan kemudian terkikik memerlihatkan gigi putih rapihnya....

"Aku tidak berat..." Hanbin mengembungkan pipinya kesal...

"Hmm.. Baiklah kau hanya sedikit berat..."

"Hyyuuuuung~~" Hanbin merengek kesal pada hyung tertuanya, berusaha menghentikan ucapan jinhwan tentang tubuhnya....

"Kkk~ ok ok aku bercanda... Tapi teraktir aku makan..."

Can we fly together? [iKON]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang