Mejikuhibiniu warnamu..
Lengkungan indah bak jembatan menuju surga
Pelipur pertiwi usai banjir air mata
Pelipur lara dalam tiap derita
Kau datang dan pergi semaumu
Sekejap kau terlihat di mata
Lalu menghilang
Entah dalam waktu berapa detik
Ku tanya
Mengapa yang indah selalu datang sekejap?
Segalanya yang indah dalam hidup ini selalu sekejap
Bagai pelangi usai badai
Namun lihatlah hujan
Lihatlah badai
Yang di sertai kilat mencekam
Petir menggelegar
Semua itu berlangsung dalam waktu yang lama
Di penuhi rasa cemas
Di penuhi rasa takut
Sungguh sangat menyeramkan
Tapi Tuhan
Amatlah baik..
Dia menciptakan jutaan pelangi untuk hidup ini
Agar dapat menghilangkan satu duka nestapa
KAMU SEDANG MEMBACA
Elegi Senja
PuisiKala hidup tak sehangat mentari senja Tak semenawan mega merah Juga tak seindah langit biru Ingin pergi saja bersama matahari terbenam Namun tak ada gunanya jika menjadi sebodoh itu
