LIMA BELAS

25.4K 1.1K 2
                                        

Author Pov...

"Mamah, Dea harus pakai gaun yang mana?" Dea merasa frustasi karena dia belum mendapat gaun yang tepat buat dinner nanti malam.

"Mamah nyerah sayang, semua mamah udah coba pilihin tapi kamu nya nolak mulu." Ucap Santi sambil duduk di sofa yang ada di kamar Dea.
"Akh mamah, anak gadis nya mau dating kok engga bantuin." Dea merengek duduk di ranjang queen size nya.

"Hmmm, mana nih yang dulu nolak mentah-mentah. Bilang engga mau di jodohin tapi seka-"
"Sssssstttt Stop Mamah Stop. Mamah mau bantuin Dea atau engga?" Dea memotong pembicaraan Santi, dan membuat nya senyum geli.

"Auntyyyyy" teriak Arvan yang masuk ke dalam kamar dan di ikuti Arum.
"Aaaa, pangerannya Aunty." Dea merentangkan tangan dan langsung menggendong Arvan.

"Ya ampun Dea ini kamar kamu?" Ucap Arum kaget melihat kamar Dea yang berantakan, banyak gaun yang berserakan dimana-mana.

"Arum, kamu aja yang bantu Dea mamah capek, pusing dari tadi ngasih pilihan gaun di tolak mulu sama Dea." Ucap Santi, Arum hanya tersenyum melihat tingkah adik ipar dan ibu mertua nya.

"Emang Dea mau kemana mah?" Tanya Arum.
"Mau dinner sama Rama. Tapi ribet nya minta ampun sampai pakaian seisi lemari semua di keluarin, ngerepotin Bi Tini nantinya." Jawab Santi sambil mengeluh.

"Mamaaaaah."

"Udah udah, biar Arum aja mah yang bantuin Dea." Arum menengahi nya.
"Bagus, terimakasih Arum. Arvan ayo sama Grandma, aunty sama bunda lagi mau milih gaun buat dating nya sama Uncle bunglon." Santi mengambil alih Arvan dan keluar dari kamar Dea. Dea cemberut karena Santi meniru nya memanggil Rama dengan sebutan Bunglon.

"Sini, kakak bantuin." Arum mendekati tumpukan gaun di kasur Dea dan mencari gaun yang kira-kira cocok dan pas untuk dia pakai.

"Dea ini bagus kaya nya?" Ucap Arum menunjukan mini dress lengan pendek warna hijau toska berbahan brokat.
"Hmmm, ini???" tunjuk Dea lalu mengambil gaun itu dan mendekatkan gaun itu ke badan nya.

"Iya coba deh, dan untuk sekarang kakak mohon kamu pake sepatu hak tinggi ya? Masa iya dinner pake sepatu sport atau sneakers?" Ucap Arum karena tau Dea engga suka pakai sepatu hak tinggi.

"Iya kak Arum, Dea mau coba pakai sepatu hak tinggi." Ucap Dea dan Arum tersenyum karena adik ipar nya menurut pada nya.

***

Rama Pov...

Aku melihat arloji dan baru jam 07.00 malam, sambil mengendarain mobilku untuk pergi ke rumah Dea.
mungkin ini saat nya aku jujur dengan perasaanku sama Dea, kalau aku sudah mulai mencintai Dea dan ingin menjalani pertunangan ini dengan hati.

Tidiiiiiit...

Aku menekan klakson ketika sampai di rumah Dea dan satpam yang ada di rumah Dea langsung membuka gerbang. Setelah masuk aku langsung memarkirkan mobil dan masuk kedalam rumah.

"Uncle Bunglon." Teriak Arvan, ya mungkin aku harus membiasakan diri di panggil bunglon selain sama Dea.

"Hai ganteng, kesini bareng siapa?" Tanya ku dan langsung menggendong Arvan.
"Sama ayah dan bunda. Arvan engga betah di rumah itu lebih betah disini banyak orang ada Aunty sama grandpa dan grandma." Jawab Arvan yang anteng di gendonganku.

"Tuh Rama udah dateng." Mba Arum turun dari tangga bareng Dea, aku terpesona sama kecantikan Dea, dia tetap memakai make up natural.
"Udah akh kagum nya nanti lupa daratan." Mas Gibran mengagetkanku dan mengambil alih Arvan.

"Cepetan berangkat keburu malem loh." Ucap mamah Santi.
"Kita berangkat semua nya." aku sama Dea berpamitan dan langsung menyodorkan lenganku supaya Dea menggandeng lengan ku.

MR. BUNGLON IS MINE (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang