Author Pov...
"Sorry yah, gue tadi fokus sama hape gue." Ucap Bima merasa bersalah lalu mengulurkan tangan untuk membangunakan Dea.
"Bima? Akh Iya engga apa-apa kok, gue juga tadi jalan nya engga bener." Ucap Dea yang menerima uluran tangan Bima dan berdiri sambil merapihkan gaun nya.
"Ngapain elo disini?" Tanya Bima
"Gue, Gue abis jenguk temen aja kok." Jawab Dea ambigu.
"Oh di ruangan mana? Sama dong kalo gue abis jenguk sodara abis lahiran. Btw elo kesini sendiri?" Tanya Bima yang sukses membuat Dea bingung.
"Eng- Engga gue bareng-"
"Pak Rama?" Potong Bima dan langsung di angguki oleh Dea.
Krrrrriiuuuuuk...krrrrrriiuuuk...
"Haduh ini perut malu-maluin aku banget yak?" Ucap Dea dalam hati sambil memegang perut nya.
"Itu suara perut elo Dea?" Tanya Bima sambil mengerutkan dahinya.
"Hmm, hehehhe" muka Dea langsung merah padam
"Elo laper?" Ajak Bima sambil menahan ketawa lalu Dea mengangguk tanda setuju.
"Tapi gimana sama pak Rama?"
"Hmm, gue laper Bim kalo elo iba sama kak Rama gue sendiri aja."
"Ekh iya-iya, jangan gitu dong gue juga sama laper." Bima dan Dea pergi keluar rumah sakit mencari makan.
***
Bima Pov...
Akhirnya aku bisa jalan sama Dea ya meski status dia tunangan orang lain.
"Bim elo kesini naik motor?" Tanya nya setelah kita berdiri disamping motor sportku.
"Iya, kenapa elo engga suka?" Tanyaku.
"Bukan, elo liat baju gue?" Ucap nya sambil menunjukan baju yang dia kenakan. Kalau dia naik motor mungkin pahanya akan terekspos.
"Ya udah elo coba naik dulu deh ke motor." Perintahku dan dia mengerutkan dahinya tapi akhir nya naik juga.
Setelah duduk di motor dia menurun-nurunkan dress mini nya untuk menutup paha nya
"Pake jaket gue, buat nutupin paha elo." aku melepaskan jaket dan tangan nya di lilitkan ke pinggang Dea lalu bagian punggung jaket itu menutupi paha Dea.
"Thanks ya Bim." Dia tersenyum dan itu aku suka.
"Iya sama-sama." jawabku langsung menaiki motor
"Hati-hati Bim." Ucap nya saat aku sedikit menegakan motor tubuh nya bergerak dan dia kaget.
"Iya, Dea." Aku langsung menyalakan motor dan langsung melaju.
"Kita mau kemana?" Tanya nya.
"Engga tau, kita jalan aja dulu." Jawabku saat di perjalanan.
"Tangan nya gini dong, guepan bukan tukang ojeg." Ucapku yang langsung menarik tangan Dea ke pinggangku supaya dia memelukku.
"Tapi--"
"Ya kalo elo mau jatoh." aku langsung menggas motor sedikit cepat dan dengan refleks dia memelukku erat.
***
Sekitar 10 menitan aku sama Dea sudah sampai di tukang nasi goreng langgananku.
"Bang nasi goreng 2 yah?" Ucapku sama bang Ohim tukang nasi goreng.
"Yang 1 pedes." Bisik Dea, ya nama nya juga cewek.
"Yang satu pedes bang." Ucap gue lagi.
"Siap A, wah ini kabogoh si aa yah??" Tanya bang Ohim dan aku hanya menggaruk kepalaku yang engga gatal.
"Bukan bang, saya temen nya." Jawab Dea dan sukses bikin aku patah hati meski faktanya begitu.
"Euleuh-euleuh, baru jadi temen acan janten atuh neng?" Ucap bang Ohim, dan bikin Dea bingung.
"Udah bang bikinin buat kita, udah kelaperan nih." Dengan segera aku mengalihkan pembicaraan.
"Siap agan." Lalu bang Ohim langsung meracik nasi goreng nya.
"Elo sering kesini?" Tanya Dea sambil membuka kerupuk udang yang di sediain di meja.
"Hmmm iya." Jawabku
"Pantesan, tapi dia terakhir bilang apa?" Tanya nya lagi sambil makan kerupuk udang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. BUNGLON IS MINE (COMPLETED)
Teen Fiction[PART SEBAGIAN DI HAPUS). Deandra Fashahah Syazwan, gadis berusia 18 tahun yang harus mengalami perjodohan sejak usia 6 tahun. Membuat dia tidak bisa merasakan indah nya masa pacaran sejak masa remaja karena terhambat oleh pertunangan itu. Dea juga...
