Author Pov...
Sesuai rencana, keluarga Dea akan bertemu dengan keluarga Rama. Demi menjalin silaturahmi dan membicarakan perihal perjodohan, Dea sekeluarga pergi ke villa milik keluarga Rama.
"Ayo dong adikku paling cantik, kok kamu cemberut gitu?" ucap Gibran yang memasang kamera ponselnya dan mengajak Dea berfoto.
Dea hanya tersenyum hambar, sambil memeluk boneka Rilakuma miliknya.
"Dea, kita mau piknik loh. Masa kamu cemberut gitu?" Ucap Santi dengan senyum bahagia.
"Udah deh kalian jangan hirauin Dea, kalian senang-senang aja." Ucap Dea ketus.
"Kok anak Papah gitu, senyum dong? Kita mau bertemu sahabat Papah sekaligus calon besan Papah." Ucap Danu yang memandang wajah putrinya di balik spion.
"Papah fokus nyetir aja, inget papah tuh punya tanggung jawab menjaga 4 nyawa. Menjaga keselamatan kita, udah fokus nyetir saja." Dea terlihat tidak senang.
"Jangan cemberut gitu dong? Nanti disana kita diving bareng yuk? Atau kita main motorboat, bananaboat? Kakak temenin deh yang penting kamu seneng. " Gibran merayu Dea dengan permainan kesukaan Dea.
"Seriusan kak? Enggak bohongkan?" Dea meyakinkan omongan kakaknya. Lalu Gibran mengangguk.
"Makasih kakakku yang paling the best." Senyum mengembang di bibir Dea sambil memeluk tubuh bidang Gibran.
***
Setelah sampai, keluarga Dea langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat luar biasa. Tentu saja, di depan Villa yang berbahan kayu terlihat klasik tapi mewah ada hamparan laut yang biru angin sepoi-sepoi,
"Aku enggak tahu seberapa kaya calon mertuaku, ekh? Apa aku bilang? Ralat, teman papah." Ucap Dea merasa secara tidak langsung mengakui jika dia akan mempunyai mertua.
"Wooow, kak langsung banana boat yuk?" Ajak Dea antusias dan menagih janji Gibran. "Dea baru saja sampai masuk dulu gih ketemu sama om dan tante." Ucap Santi lalu mengajak Dea masuk menuju Villa.
"Hy Santi apa kabar? Mas Danu apa kabar?" Tiba-tiba mereka di sambut oleh wanita paruh baya tapi cantik setelah bercengkrama dengan sahabatnya dia menoleh ke arah Dea.
"Dea yah?" Tanyanya dengan senyuman mengembang, Dea hanya mengangguk lalu mencium tangan nya. "Iya tante, saya Dea."
"Ya Alloh, kamu cantik sekali udah gede lagi. Jangan panggil tante dong, kamu lupa yah? Panggil Mommy. Karena kamu calon menantuku." Dea hanya senyum hambar. "Wajahnya saja aku tidak tahu, ini mah aku seperti di kasih mistery box." Ucap Dea dalam hati.
"Gibran enggak di sapa tante?" Ucap Gibran yang berdiri di belakang Dea.
"Akh iya maaf, tante lupa. Gibran apa kabar, kamu ya makin ganteng saja. Pada mirip Santi ya udah gede mah Alhamdulillah." Mendengar candaan calon besannya, Danu terlihat kesal. "Mba ikh kok gituh? Dia suamiku." Santi mencoba membela suaminya meski dia sedang menahan tawa. "Iya deh iya, mas Danu jangan marah dong. Ekh iya, ayo masuk masa kita ngobrol di depan pintu seperti sedang minta sumbangan saja." Dea hanya tersenyum, ternyata calon mertuanya sangat baik dan suka bercanda. Lalu mereka masuk kedalam Villa, Dea merasa tudak asing dengan tempat ini.
"Bisma dan Rama kemana Ria?" Tanya Danu. "Mereka aku suruh beli bahan makanan buat nanti malam." Jawab Ria sambil berjalan.
"Kalian masih ingatkan? Disini enggak berubah kok masih sama, aku mau ajak calon mantuku keliling villa." Ucap Ria sambil merangkul lengan dan mencubit pipi Dea.
"Iya, kami ke kamar dulu yah, Gibran ambilin koper Dea." Perintah Santi dan Gibran langsung dengan senang hati membawa koper adik tercintanya. Padahal mereka akan menginap 2 hari tapi jika di lihat dari ukuran koper milik Dea terlihat mereka akan menginap selama sebulan.
"Ayo, bareng Mommy. Sudah lama yah enggak ketemu kamu setelah Mommy, Daddy, dan Rama pindah ke Hongkong kita baru sekarang ke Indonesia." Ucap Ria panjang lebar sambil berjalan. Lalu mereka sampai di ruangan, dan ruangan ini lagi-lagi tidak asing untuk Dea.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. BUNGLON IS MINE (COMPLETED)
Fiksi Remaja[PART SEBAGIAN DI HAPUS). Deandra Fashahah Syazwan, gadis berusia 18 tahun yang harus mengalami perjodohan sejak usia 6 tahun. Membuat dia tidak bisa merasakan indah nya masa pacaran sejak masa remaja karena terhambat oleh pertunangan itu. Dea juga...
