The Feeling

47 5 0
                                    

Crystal's POV

*Dirumah kylie

''Gimana, udah tenang? '' tanya kylie.

''Lumayan, tapi aku boleh kan nginep dirumah kamu beberapa hari.'' Tanyaku.

''Boleh dong. Lagian ayah aku lagi dinas keluar kota jadi aku dirumah cuma sama bibi.'' Katanya.

''Emang mama kamu mana?'' Tanyaku.

Kylie diam aja. Kayaknya aku salah deh nanya itu ke dia. Kayaknya ada sesuatu sama mamanya.

''Kylie maaf ya, kalo kamu ga mau kasih tau gapapa kok.''

''Sebenernya nasibku hampir sama kayak kamu, sampai kelas 1 smp aku ga tau kebenaran tentang ibuku. Sampai aku liat ayahku menangis sendiri dikamarnya sambil berbicara kefoto ibuku, aku ingin penjelasan ayahku dan ayahku mau memberitahuku asal aku ga akan membenci ibuku karna ini.'' Katanya.

''Lalu apa yang ayahmu bilang?'' Tanyaku.

''Setelah melahirkan aku ibuku berubah, dia ga terlalu peduli denganku dia sering keluar sampai malam, selalu pergi saat weekend sampai aku tiga bulan, ibuku hamil lagi tapi ayahku baru tahu itu bukan anaknya karna jangka waktu kehamilan kedua itu sangat dekat denganku dan anak itu berbeda dengan ayah dan ibuku. Maksudnya mungkin ada sesuatu hal yang membuat anak itu berbeda, tapi aku ga tau apa itu.Akhirnya ibuku menceritakan semuanya, bahwa ibuku selingkuh dengan seseorang dan anak itu adalah anaknya, ayahku membertahu nama orang itu tapi aku lupa. Setelah itu ayahku sangat marah dan mengusir ibuku dan anak itu meskipun anak itu baru berusia 3 hari.'' Jelas kylie.

''Im so sorry, kylie. Setelah itu apa yang terjadi dengan ibumu?'' Tanyaku.

''Malam itu hujan, ayahku mendapat telpon kalau ibuku kecelakaan dan meninggal, ayahku segera kerumah sakit. ayahku juga melihat selingkuhan ibuku yang ternyata juga meninggal, tapi bayi itu tidak ada. Ayahku bertanya pada dokter, katanya bayi itu dibawa oleh seseorang yang mengaku kerabat korban. Sejak saat itu, ayahku mengurusku sendirian.'' Kata kylie.

Setelah itu kylie menangis dipundakku. Aku tau kebenaran ini pahit tapi setidaknya dia lebih beruntung dariku yang tidak tau apa apa.

''Bagaimana denganmu, apa ada sesuatu yang kamu ketahui tentang kebenaranmu?'' Tanya kylie.

''Aku ga tau apa apa. Aku hanya tau ayahku orang amerika, itulah sebabnya warna rambutku blonde. Aku tidak ingat apa apa selain itu. Dan kupikir aku kena amnesia. Karna aku ga inget apapun tentang masa kecilku, aku hanya ingat dua tahun lalu aku bangun dirumah sakit sampai sekarang, aku ga ingat apapun sebelum itu.'' Jawabku

''Yah setidaknya nasibmu lebih baik karna ga tau apapun.'' Kata kylie.

''Itu ga benar, kamu tau tentang kebenaran itu walaupun pahit. Tapi aku, aku ga tau apapun. Mama, bruno ga pernah mau memberitahuku.'' Jawabku.

''Oh ya, aku belum tau alasan kenapa kamu kesini? Dan kenapa dianter niall, jangan jangan kalian udah pacaran dihari pertama ketemu.'' Tanyanya.

''Apaan sih kylie.''

''Ya siapa tau, kamu suka sama niall.''

''Aku kesini gara gara berantem sama Bruno.'' Jawabku.

''Ya ampun crystal, kalo berantem sama saudara kan udah biasa kenapa kamu sampe nginep dirumahku segala,'' jawabnya.

''Faktanya, bruno sama aku ga pernah berantem. Paling aku cuma kesel sedikit karna dia iseng. Tapi hari ini beda, bruno bilang kalo aku harus jauhin niall tanpa alasan, entah kenapa aku ga bisa terima apa yang bruno bilang, aku marah bgt, aku juga nanya sesuatu tentang kebenaranku tapi bruno bilang dia ga bisa kasih tau sekarang, yang bikin aku tambah marah, sebenernya ada apa sih? Apa kebenaran yang mereka sembunyikan?'' Kataku.

''Crystal, wajar kok kamu marah soal kebenaran itu. Tapi kalo sampai ga pulang kerumah, aku pikir kamu berlebihan. Dan juga, tentang bruno yang nyuruh kamu jauhin niall, kenapa kamu ga ngelakuin apa yang bruno bilang? Bruno itu kakak kamu, dia pasti tau apa yang baik dan buruk buat kamu. Kamu kan baru ketemu niall hari ini, kita ga tau kan dia itu baik atau jahat dan kamu juga baru ketemu aku hari ini.'' Kata kylie.

Kylie benar, aku terlalu berlebihan. Tapi kenapa aku bisa semarah ini. Harusnya aku bisa berpikir jernih. Apa karna aku memang ada perasaan sama niall? Tapi ga mungkin aku baru ketemu dia hari ini. Apa aku harus jauhin niall? Tapi ga ada alasan buat jauhin dia, dia baik.

''Jadi, kamu mau pulang atau nginep dirumahku?'' Tanya kylie.

''Aku pikir aku mau nginep dirumah kamu aja deh. Lagian biar kita makin deket juga kan?'' Kataku.

''Iya, yaudah ini udah jam tujuh. Kita makan malam dulu abis itu tidur. Kita tidur dikamarku aja.'' Katanya.

Aku mengangguk. Lalu aku dan kylie pergi kedapur. Aku jadi inget bruno. Mama kan juga lagi dinas keluar kota, terus bruno makan apa, dia kan ga bisa masak. Aduh, abis deh dapurku...

The feeling that i feel now, is it the right one? I should make a desicion!

The Truth Behind The ActTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang