Crystal's POV
''Crystal, ini kelas kamu. Jaga diri baik baik, jangan dengerin apa kata orang, just be yourself. You know you are beautiful, Just the way you are. Kutunggu digerbang pulang sekolah nanti, bye Crystal'' kata bruno.
Saat aku pengen masuk kelas,bruno panggil aku lagi.
"Crystal,wait."
"Kenapa?" tanyaku.
"Let that beautiful hair fall,crystal" kata bruno seraya ia berjalan menjauh.
"Well ok, mr.perfection!"
Aku langsung menggerai rambutku. Bruno selalu bilang kalo dia lebih suka liat rambutku tergerai. Dia bilang jadi berebeda itu unik jadi kita ga usah nyoba buat nutup nutupin perbedaan kita. Jadikan perbedaan itu nilai plus buat kita,let the whole world know that you are you. No one can ever change it.
Daritadi semua orang memperhatikanku. Okay crystal, you can do it.
Akupun masuk kekelas. Kelasnya belum terlalu ramai, apa ini masih terlalu pagi.ah sudahlah sekarang aku harus cari tempat duduk. Aku melihat perempuan cantik yg duduk dibarisan pojok depan, aku langsung menghampirinya dan kenalan.
''Hi, aku crystal. Boleh duduk bareng??'' Tanyaku.
Anak yg tadinya sedang membaca buku langsung kaget melihatku didepannya.
''Oh maaf, aku ngaggetin ya.'' Kataku.
Anak itu masih diam aja. Sekarang dia melihat aneh kerambutku dan memegangnya.
''Ini asli?'' Tanyanya.
Aku kaget waktu dia tanya begitu, aku takut apa dia ga suka rambutku dan ga mau temenan sama aku.
''Hmm, iya ini asli, kamu gasuka ya.Yaudah aku cari tempat duduk yg lain aja.'' Jawabku.
Saat aku hendak beranjak untuk mencari tempat duduk, anak itu menahanku.
''Eh tunggu, maaf ya aku nanya begitu. Aku suka kok rambut kamu. Bagus bgt, impianku punya rambut begitu ga bakal kesampean kali.'' Katanya.
Aku tersenyum lebar.
''Makasih, ya ampun kukira kamu aneh liat rambutku soalnya daritadi semua orang liatin aku aneh gitu. Jadi aku boleh duduk disini?'' Kataku.
''Iya iya boleh, btw namaku kylie.'' Katanya.
''Oh, Hi kylie. Nice to meet you.'' Kataku sambil duduk di bangku sebelahnya.
''Hi, Nice to meet you too, tadi nama kamu siapa?'' Tanyanya.
''Crystal, crystal hernandez.'' Jawabku.
''Hernandez? Kayak pernah denger'' katanya.
''Serius? Mungkin kamu kenal kakakku, bruno? Nama aslinya peter hernandez. Tapi dari dulu dipanggilnya bruno.'' Kataku.
Aku gatau ini cuma perasaanku apa kayaknya aku juga pernah ketemu dia.
''Hmm, aku ga pernah denger soal bruno. Yaudah lupain aja mungkin cuma perasaanku doang.'' Kata kylie.
Apa bener itu cuma perasaan kylie, tapi tadi dia tanya seakan akan dia emang beneran kenal sama seseorang yg namanya ada hernandez nya.
''Hey, kenapa rambut lu''
Tanpa aku sadari disampingku udah ada cowok yg lagi megangin rambutku, saat aku menatap kearahnya,jaraknya dkt banget. Cowok ini ganteng bgt matanya coklat, aku suka.
''Apa pegang2!!'' Jawabku.
Yak menurutku dia agak ga sopan apalagi dia duduk di meja sanping mejaku.
''Aneh'' katanya.
Maksudnya apa coba, tiba2 pegang rambutku dan bilang itu aneh.
''Dasar tampang ganteng, tapi kelakuan nol'' kataku.
''Harusnya gua juga bilang gitu, tampang cantik tapi terlalu kebawa pergaulan sampe nekat cat rambut kayak gitu.''jawabnya.
''Kalo ga tau apa apa mending diem.'' Kataku, tambah kesal.
''Oke, lu juga kalo ga tau apa apa mending diem, aneh.'' Jawabnya.
Cowok ini makin menjadi jadi, aku sama dia masih nerusin pertengkaran gajelas ini. Semua orang melihat kearah kita, kylie udah coba pisahin aku sama cowok gajelas ini tapi aku gamau dibilang aneh, ga lagi.
''Mau lu apasih?'' Tanyaku.
''Lah, mau lu apa?'' Jawabnya ga jelas bgt sumpah.
Tanpa menghiraukannya aku kembali ketempatku ya, tanpa sadar aku bertengkar sampe berdiri. Cowok itu masih berdiri disampingku tapi masa bodo ah.
''Aneh, aneh, aneh. Rambut lu aneh!!'' Katanya.
Aku ga suka, aku ga mau jadi anak bully-an lagi, tanpa sadar aku menangis. Cowok itu ga tau lah siapa namanya, malah pergi ke bangku paling belakang tanpa ngerasa bersalah.kylie coba nenangin aku. Tiba tiba ada cowok yg berdiri disampingku, tapi bukan cowok yg tadi.
''Udah gausah nangis, kamu g sendirian kok.'' Katanya sambil duduk di bangku meja sebelahku.
Aku melihat kearahnya terkejut begitu juga kylie. Cowok ini rambutnya juga blonde sepertiku, aku speechless.
''Oh namaku niall, niall horan.'' Katanya.
''aku crystal, mm ini kylie'' kataku.
Ternyata kylie juga speechless liat niall.
''Hi niall, rambut lu juga asli'' tanya kylie.
Niall sedikit ketawa.
''Iya, tadi sebenernya aku denger perkataan cowok tadi ke kamu. Tapi aku ga tau harus berbuat apa. Maaf ya.'' Jawabnya.
''Iya gapapa kok. Lagian kenapa harus minta maaf, ini bukan salah kamu kan. Malah harusnya aku makasih bgt karna itu berarti aku bukan satu satunya orang yg rambutnya berbeda.'' Kataku sambil tersenyum.
Niall juga senyum, kylie juga. Akhirnya aku bisa dapet temen. Setelah itu guru datang dan kelas dimulai. Ditengah pelajaran aku sedikit melihat kebelakang, ya aku pengen liat cowok itu. Tapi dimukanya gaada rasa bersalah sama sekali, dia juga ga terlalu merhatiin guru dia sibuk sama kertas ditangannya, gatau buat apa. This is my first day in school, and i met the boys, the one who make the day getting worst,and the other who make the day brighter.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Behind The Act
FanfictionDimanakah kebenaran itu? Kenapa mereka semua menyembunyikannya dariku? Siapa aku? Bahkan akupun tidak tau siapa diriku, Hanya namaku Crystal Hernandez. Selain itu, siapa aku? Aku bahkan tak ingat siapa ayahku dan bagaimana wajahnya. Aku juga tak in...
