akunya lagi liburan. Sempetin update karena udah janji. Sorry banget yah akhir-akhir ini aku jarang balas comment atau inbox. Kerjaanku masih padat banget, biasanya begitu update aku langsung tinggal tidur. Karena cerita ini sedikit berbeda, jadi mungkin kalian bakalan sedikit bingung.
aku emang tambahin beberapa konfliknya. thanks buat komen2 kalian yang bisa jadi masukan buat cerita ini. Rajin komenlah yah, selama ini aku belum pernah kan yah marahin orang2 yang comment. yang ada aku sih yang serimg kena marah, apalagi kalau berhubungan sama kebiasaanku yang suka menghapus cerita.
Sepanjang acara berlangsung, mataku entah berapa kali mencuri pandang padanya. Aku mengikuti semua gerak-geriknya. Rey marah besar, aku tahu itu. Siapapun akan marah, saat tahu nama orang lain yang mengikuti nama anak mereka. Sejak keluar dari dapur, dia hanya diam dan akan bicara saat salah satu dari Si Kembar mengajaknya bicara.
Rey marah karena tidak tahu peran Daniel dalam hidupku, Rey terus menyakitiku, dia melakukan hal-hal yang membuatku kecewa. Sedang, Daniel dia selalu menenangkanku dan dengan mudah bisa membuatku bahagia. Daniel orang yang selalu menemaniku, dia menjagaku dan merawatku dengan baik. Bukan hanya menyayangiku, dia juga menyayangi Si Kembar.
"Kapan kamu akan mengatakan pada mereka?" Rey menghampiriku saat tamu-tamu sudah mulai beranjak pulang.
"Nanti."
"Kapan?" tanyanya tidak sabar.
"Saat aku siap."
"Kamu nggak akan pernah siap." Balasnya sinis, "Aku mau kamu mengatakannya malam ini juga." Inilah balasan yang Rey berikan padaku. Kemarahannya dia hilangkan dengan mengancamku.
"Mereka akan terkejut jika kita mengatakannya sekarang Rey, anak-anak belum siap. Selama ini yang mereka tahu Papa mereka..."
"Kamu akan mengatakannya malam ini." Potongnya cepat. " Dan aku ingin ada di sana saat kamu mengatakannya."
"Rey... mengertilah posisiku." Mohonku, apa yang akan aku katakan pada anak-anak. Mereka akan terkejut, kemudian kecewa. Sudah beberapa hari Rey bersama mereka, mereka pasti bertanya-tanya kenapa aku baru mengatakannya sekarang.
"Apa kamu pernah mengerti posisiku?" ucapnya lagi-lagi dengan nada sinis, "Kamu menyembunyikan keberadaan mereka selama bertahun-tahun. Lalu seolah itu belum cukup untuk menyakitiku dengan seenaknya kamu menyematkan nama lelaki lain pada nama mereka padahal aku papanya."
Ucapannya membuatku terdiam, aku tidak tahu harus mengatakan apa. Untuk dua hal itu aku memang salah. Aku menyembunyikan keberadaan Si Kembar darinya, lalu begitu mereka lahir bukannya menggunakan nama keluarga Rey aku menggunakan nama keluargaku. Di tambah nama Daniel ada pada nama mereka.
"Aku nggak mau menunggu lebih lama lagi, malam ini kamu katakan pada mereka yang sebenarnya."
"Terserah." Kata itu sudah mewakili apapun yang ingin aku katakan. Karena mencoba melawan sekuat apapun, Rey akan melakukan apa yang ia inginkan. Dia tidak pernah suka ditolak atau dibantah.
Aku meninggalkannya dan menghampiri Si Kembar yang mulai sibuk membuka-buka kado yang mereka dapatkan.
"Ma, lihat deh daddy ngado kita kostum power rangers aku dapat yang biru, Luys dapat yang merah." Luce sudah membuka kado yang diberikan Daniel.
"Keren Ma, aku suka ." Luys menimpali
"Iya, besok kalian bisa jadi power rangers sungguhan." Ucapanku disambut tawa mereka.
"Kalian suka?" Daniel ikut bergabung bersama kami.
"Suka!" jawab mereka, lalu langsung memeluk Daniel kencang dan mengucapkan betapa berterima kasihnya mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reconciliation
RomanceTrust takes years to build, seconds to break and forever to repair. Dia kembali hadir dalam hidupku dan akhirnya mengetahui rahasia yang selama ini aku sembunyikan. Dia kembali hadir dalam hidupku, saat aku sedang mencoba membuka hatiku untuk oran...
