Naruto memasuki Mansion megahnya dengan aura dingin. Kushina menatap cemas keadaan putranya yang tidak seperti biasa.
"Naruto,Kau sudah pulang Nak? Darimana saja kau Nak? Tegur Kushina bangkit dari duduknya setelah meletakkan majalah fashion yang selesai dibacanya.
"..." Naruto tidak menjawab. Ia berjalan melewati Kushina menuju lantai atas kamarnya.
BRAKKKK....
Suara pintu dibanting tertutup pun terdengar sampai ke lantai dasar. Tak lama Suara gaduh barang pecah dan suara amukan Naruto menyadarkan Kushina dari kebingungannya. Astaga, Naruto! Kushina segera berlari menuju lantai atas tepatnya kamar Naruto.
"Naruto ada apa denganmu,Nak?" Teriak Kushina takut sambil menggedor pintu kamar Naruto dengan keras.
"Jangan ganggu aku Kaasan!" Teriak Naruto dari dalam.
"PERGI!" bentak Naruto kemudian.
Lalu—
PRANGGGGGG!
Naruto menghantam kaca yang tepat didepannya dengan tangannya.
Tes...
Tes...
Tes...
Darah segar mengalir dari sela-sela jemari Naruto. Pecahan kaca berserakan dilantai kamarnya.
"HINATAAAAAAA! Teriak Naruto dengan menggenggam serpihan kaca yang masih melekat di telapak tangannya.
Darah segar terus mengalir dari jemarinya. Wajah Naruto sudah pucat pasi seperti zombie. Surainya sangat berantakan dan kacau.
BUGH...BUGH....
Tinjuan melayang di dinding kamarnya. Sepertinya ia memang sudah kehilangan logika dan berusaha untuk menghancurkan tangannya.
*******
BRAKKKKK....
Suara pintu kamar didobrak paksa. Memunculkan dua sosok yang menatap pilu keadaan putranya itu. Darah dan pecahan kaca jadi satu di lantai kamar Naruto. Sukses,Naruto menghancurkan kamar itu tak ayal dari lima menit.
"NARUTO! APA KAU SUDAH GILA HA APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak Minato kalap melihat kondisi Naruto yang masih menyangga meja dengan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya.
"Yah,Aku memang sudah gila Tousan. Gila saat kekasih yang kucintai harus pergo dari sisiku. ITU SEMUA KARENA TOUSAN." jawab Naruto yang awalnya dengan nada merendah kemudian langsung meninggikan nada bicaranya tanpa menatap sang Ayah.
"Kenapa kau melakukan itu,Nak? Lihat keadaanmu itu." Ucap Kushina lirih dengan linangan air mata yang terus mengalir di kelopak matanya.
"Hanya karena gadis itu kau jadi seperti ini hah? Apa hebatnya gadis itu? Justru aku mencarikanmu gadis yang lebih berbobot darinya. Kau buta karena perasaanmu." Ucap Minato tak lebih kalah meninggi.
"KAU TAK PANTAS MENJADI TOUSANKU. KAU HANYA SEORANG YANG JAHAT. KAU BUKAN TOUSANKU."
PLAKKKKKKK......
Tamparan keras melayang di pipi kiri tan Naruto untuk kedua kalinya. Minato sudah menggila karena keras kepala putranya itu.
"PUKUL AKU LAGI. BUNUH AKU SEKALIAN. AKU TAK MAU HIDUP TANPA HINATA. AKU TAK MAU HIDUP DENGAN ORANG SEPERTIMU YANG EGOIS" Teriak Naruto dengan safir yang merah menyala. Amarahnya kini meledak tak bisa di kontrol lagi.
Hingga sedetik kemudian....
BRUGH....
Sosok Naruto ambruk ke lantai begitu saja. Naruto pingsan. Wajahnya sudah pucat dan tubuhnya melemah.
"NARUTO!" Ucap Kushina berlari menuju arah Naruto terbaring.
"Jangan tinggalkan Kaasan,Nak. Kaasan mohon..." Teriak Kushina menangis sejadi-jadinya dengan memangku kepala Naruto di kedua tumpu pahanya.
"CEPAT BAWA DIA KERUMAH SAKIT,MINATO. AKU TAK AKAN MAAFKANMU JIKA SESUATU TERJADI PADA PUTRAKU!" Kilah Kushina dengan nada tinggi dan mengancam Minato yang membeku ditempatnya berdiri.
"Ku mohon selamatkan putraku,Anata...." Pinta Kushina dengan nada merendah.
Minato lantas membopong tubuh Naruto keluar kamar disusul Kushina dari belakang.
"Bertahanlah Nak..." batin Kushina menjerit...
TBC
Astaga apa ini??? :'(
Jadi nangis...Hiks...
Haiii Minna ^_^
Chap 6 up nih...Jangan lupa Voment yah???
Kalau ikhlas vote juga...Hehehe...Makasih ^_^
KAMU SEDANG MEMBACA
Will You Marry Me, Hinata?
Romance©Masashi Kishimoto Genre: Romance Pairing: Naruhina Summary: Hanya sebuah kejutan besar yang direncanakan Naruto disaat Ulang tahunnya.
