Chapter 2

1.5K 70 0
                                        

                                *****

Pukul 5.AM

Hinata masih setia berkutat di meja sebelah pojok kafe Violette... Ia sengaja duduk disebelah pojok ruangan karena dekat jendela & bisa melihat pemandangan walaupun hanya lalu lalang motor dan mobil yang lewat."Mau pesan apa Nona?" Tegur seorang waitress kafe dengan membawa kertas berisi menu makanan & Minuman.

"Sebenarnya aku sedang menunggu seseorang. Tapi aku pesan Orange jusnya 1 yah?nanti aku pesan lagi." Jawab Hinata.

"Baik Nona.Tunggusebentar."
Waitress itupun pergi. Hinata mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu dilayarnya.

To: Naruto

Aku sudah dikafe Sayang. Kapan kau datang?

Send...

Pesan itupun terkirim...

"Ini Nona pesananannya" Kilah waitress itu dengan menurunkan Orange jus dari nampannya dan kemudian pergi.

Drttt..drttt...drttt....

Handphone Hinata pun bergetar hebat diatas meja membuyarkan lamunannya pada Naruto yang entah dirinya sedang apa.

From: Naruto

Tunggu saja aku disana. Aku akan datang.



"aku berharap dirimu datang Naruto" batin Hinata penuh pengharapan.







                                  *******







Naruto sudah membereskan ruang kerjanya. Ia berharap akan pulang dengan cepat & menemui Hinata secepatnya.

"Tunggu aku Hinata" batin Naruto.

Cklekkk....

Pintu ruanganpun terbuka,Menampilkan sesosok pria paruh baya bersurai kuning sama seperti Naruto.

"Kau akan segera pulang,Nak?" tanya sang Ayah dengan tatapan menyelidik.
"Aku ada janji dengan Hinata di kafe Violette,Tousan" jawab Naruto.
"Aku ingin kau ikut denganku,Naruto. Tousan akan memperkenalkan dirimu pada anak dari teman ayah"
"Aku tidak mau dijodohkan,Tousan! Aku sudah memiliki Hinata. Tousan pasti mengetahuinya" seru Naruto dengan nada tak suka. Ia memang tak suka jika Tousannya terlalu jauh mengatur kehidupannya.
"Kau harus ikuti permintaan Tousan. Tousan tidak menerima penolakan! Tousan tunggu di luar."


BLAMMMM....
Pintu tertutup keras sempurna.Menyisakan Naruto yang sedang menahan amarah pada Tousannya.




BRAKKKKK....



Suara gebrakan meja sukses membuktikan Naruto memang sedang marah. Safir birunya tak lagi sebiru lautan yang menafsirkan kedamaian didalamnya.


"Tousan....Aku membencimu!" teriak Naruto dalam batinnya.








                                 TBC




Mohon voment'a yah??? ^_^

Arigatou Gozaimasu Minna ^_^

Will You Marry Me, Hinata?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang