Aku bangun dan mendapati ada yang tidak beres pada diriku. Pertama, aku bangun dan ada dikamarku, maksudku kamarku dirumah orang tuaku. Anehnya lagi aku bangun jam setengah 5 subuh, ajaib. Aku bergegas kedapur menuju kamar mandi, didapur aku lihat bunda sedang bersiap membuat sarapan.
"Kamu tumben bangun sendiri, emang udah mulai belajar hari ini? "
"belajar? Belajar apaan bun? "
"ya belajar sekolah gimana sih masih SMA udah pikun."
"SMA? Maksudnya?" dengan bergegas aku kembali lari kekamarku.Aku lihat baju seragam SMA bergantung didepan lemari, dikursi meja belajar ada tas dan dilantai ada sepasang sepatu baru. Aneh, ini pasti benar - benar lagi mimpi. Aku beranjak ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurku, dan berharap bangun lalu kembali ke dunia nyata. Tapi kemudian aku mendengar teriakan bunda, teriakan yang semasa sekolah dulu selalu berhasil membuatku bangun dari tempat tidur. Jadi ya aku pikir lebih baik ikuti saja perintah bunda, toh ini juga cuma mimpi.
"apaan sih bun teriak2 nanti lama2 aku jadi budeg ni"
"kamu tuh ya udah udah bangun kok tidur lagi, bisa -bisanya mau jadi cewek apa kamu. Sholat Subuh
dulu sana habis itu mandi, nanti telat berangkat ke sekolahnya"
"jadi aku beneran sekolah ni? SMA lagi? Emang aku kelas berapa sih bun?"
"kamu ngigo ya. Kamu kan baru naik kelas dua. Makanya melek dong, mandi dulu sana".
Aku masih dalam keadaan bingung dipaksa kekamar mandi. Ini bukan mimpi kalau mimpi mungkin sekarang aku sedang ngompol dicelana. kenapa aku harus mandi saat sedang mimpi?
"jangan lupa wudhu" suara bunda terdengar sampai kedalam kamar mandi.Pukul 06.30 aku berangkat ke sekolah, aku masih dalam keadaan bingung ini mimpi atau bukan. Akhirnya aku pun sampai di sekolah. Aku lihat benar ini adalah sekolah ku. Tapi ini tidak benar, aku sudah tamat SMA 10 tahun yang lalu. Kenapa aku kembali lagi ke sekolah ini?, dengan tampang linglung aku masuk ke kelas. Benar, ini kelasku tidak ada beda dengan yang dulu. Duh, aku semakin bingung apa yang sedang terjadi. Mungkin aku harus mencari Gisel, sahabatku sejak SMP atau mencari galang, pacarku sejak masuk SMA ini.
"woi ngelamun aje neng, udah siapin apaan nih" Mamat salah seorang teman bertanya.
"ha? gua? Nyiapin apa ya?"
"ya kado ulangtahun lah buat pacarmu itu."
"emang Galang ulang tahun? Ini kan bukan bulan desember"
"bah!sejak kapan nama pacarmu berubah jadi Galang. Semua orang tau pacarmu si Rama."
"apaan sih ga jelas ngomong sama lu.sejak kapan lu jadi batak, orang Jawa kok logatnya batak."
"eh hehe itu kan karena pengaruh lingkungan neng. Jadi gimana ni, gua ama temen -temen udah nyiapin rencana buat Rama. Tapi kita ga tau kalo lu mau ikutan apa ga."
"ntar, ntar dulu deh gua harus cari Gisel ama galang dulu nih. Urgent" dengan terburu-buru aku berlari mencari dua manusia ini.Masa sih aku punya pacar namanya Rama, perasaan ga pernah deh. Seingetku pacarku sejak SMA itu ya Galang. Sebelum dia nikah sama orang lain sih. Jam segini aku tau persis dimana pacarku itu nongkrong, sudah pasti di kantin. Aku pun bergegas kekantin mencari Galang, mengkonfirmasi hari yang aneh ini.
"Galang.. huh sesak napas nyariin kamu dari tadi. Emang sekarang april mop ya?" aku akhirnya
Menemukan alang di pojokan kantin.
"maksud lu apa? lu anak kelas unggul kan?"
Apa-apaan ini galang ngapain pura-pura ga kenal aku?
"kamu ngapain sih ikut-ikutan ngerjain aku juga? Ini kan bukan april Mop."
"lu salah orang? Pagi - pagi kok ngigo sih neng. Hehehe kalau mau kenalan bilang aja gua single kok."
"lu yang ngigo!" kesal aku pun pergi meninggalkan Galang yang terheran - heran lihat aku. Bisa - bisanya dia bilang dia single.Akhirnya aku segera mencari Gisel, Cuma Gisel yang selalu jujur sama aku dia ga mungkin tega ngerjain aku. Gisel sahabatku sejak SMP, dia gadis yang pintar cantik namun punya sifat jelek yang kadang bikin orang ga tahan, ya itu sifat bawelnya. Kadang aku selalu harus mengingatkan dia tentang kebawelannya, lama - lama dia bisa saingan dengan guru - guru yang suka menggurui.Tapi walau bagaimanapun aku paling sayang sama sahabatku ini, karena dia satu - satunya orang yang tidak pernah marah atau pun kesal padaku. Oh itu dia si gadis bawel itu.
"Giselllllllll, lama amat sih lu datangnya gua nyariin dari tadi tau"
" ahh gua tau, lu pasti lagi bingung kan mau ngasih kado apaan buat si Rama.well, here it is your angel taraaaaa"Gisel menyodorkan sebungkus kado kepadaku. Aku melihatnya dengan kebingungan, ngapain aku ngasih kado buat si Rama, he's just someone I know.
"sebenarnya ngapain sih aku musti ngasih kado ke dia, emang dia siapa?"
"eh, lu ngigo atau ngelamun? Rama kan pacar lu, pacar yang selama ini lu idam - idamkan, yang lu bilang pangeran lu turun dari langit. Ha! Pikun amat jadi orang."
" Sel, sejak kapan Rama jadi pacar gua, gua cuma sekali doing ngobrol ama dia itu juga urusan OSIS."
"Oh my god. This crazy girl, you really want he dumped you?. Hello lu pikir baik - baik lu macam - macam ya udah banyak antrian cewek yang siap tempur gantiin posisi lu."Ya tuhan kepalaku serasa cenat - cenut, sebenarnya apa yang sedang terjadi. Kenapa aku kembali lagi kesini? aku udah pernah ngerasain bangku SMA, aku juga udah tamat S1, aku juga udah kerja di perusahaan FMCG multinasional. Dan apa ini, aku rasa aku benar - benar depresi karena galang menikah kemarin. Aku rasa aku harus tidur dulu, mungkin kalau sekarang aku tidur aku bisa bangun dari mimpi aneh ini. Yah, rasanya aku benar - benar butuh tidur sekarang.
"Gua mau ke UKS deh kepala gua pusing. Lu tolong izinin gua ya."
"yaudah gua anterin lu deh, ntar gua kasih tau Rama lu gak enak badan."
"Oh God, please ga usah ngomong soal Rama dulu."1 Jam kemudian....
Humm ...
Rasanya sudah jauh lebih enak sekarang, pusing kepalaku sudah hilang berganti menjadi rasa lapar. Aku segera bangun dan memakai sepatu sekolahku. Apa ?! SEPATU SEKOLAH? !!!!!
Astaga mimpinya belum selesai juga. Ini benar - benar mimpi buruk, aku harus sadar. Aku pun mencoba untuk menampar wajahku beberapa kali, aku merasakan perih. Apa ini bukan mimpi? Aku sekali lagi mencubit tanganku dengan sekuat tenaga. Duh, perih banget rasanya, cubitanku memang benar - benar kuat. Lalu apa artinya semua ini?, kalau ini Cuma mimpi kenapa aku bisa merasakan sakit?. Aku terduduk di kasur UKS dan mencoba untuk memahami semua yang terjadi mulai dari sejak aku bangun tidur subuh tadi.
Kemarin aku masih ingat jelas menghadiri resepsi pernikahan Galang, lalu aku pulang dan tidur karena terlalu lelah. Lalu subuh tadi aku terbangun, dan sekarang aku berada di sekolahku dulu. Kalau galang sekarang sedang belajar di kelas, ga mungkin dia ada di pernikahan kemarin.
Aku melihat sekitarku, mataku tertuju pada kalender di dinding. Kalender itu menunjukkan tahun 2006. Aku amati betul - betul kalender itu, benar ini bukan rekayasa. Aku lihat juga tergantung foto presiden SBY dan wakil presiden JK saat itu . kalau ini Cuma kerjaan teman - teman benar - benar niat mereka ngerjain aku, bahkan sampai melibatkan bunda. Aku masih belum bisa menemukan kejelasan semua ini, aku ingat - ingat lagi apa yang terjadi kemarin apa aku terlibat kecelakaan atau semacamnya. Kemarin aku benar - benar putus asa, aku berharap bisa kembali ke masa lalu dan mengulang semuanya dari awal.
Tapi itu ga mungkin kan, kita ga mungkin kembali ke masa lalu kan?
Atau jangan - jangan ini semua nyata ? aku kembali ke masa lalu. Aku bingung setengah mati. Tahun 2006 , kemarin padahal tahun 2016. Aku kembali ke sepuluh tahun yang lalu?
Aaaaaaa bunda tolong aku ........ teriakan tanpa suara menggelegar dikepalaku menyuarakkkan berbagai pertanyaan yang tidak dapat kujawab.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ripley Project
RomantikBerlatar belakang kisah cinta masa SMA, Arindi ingin mengulang kembali masa SMA nya untuk dapat memperbaiki masa lalu. Kembali ke jaman SMA setelah sepuluh tahun melewatinya, Arindi mendapati bahwa kenyataan tidak seperti yang ia bayangkan. Dia haru...